
Jenazah tuan Juventus sudah berada di kediamannya. Jaya lagi-lagi menghembuskan nafas kasar. Dia belum membayar jasa-jasa sang ayah angkatnya itu. Namun dia lebih memilih pergi bersama sang istri.
Sampaikan salam ku dengan Aldebaran jika kau bertemu dengannya, nak. Katakan padanya bahwa aku dan ibu mu mencintainya.
Tiba-tiba kata-kata terakhir untuk anaknya kembali terngiang. Jaya sudah terlanjur sayang dengan tuan Juventus. Orangnya sangat tulus untuk menolong.
"Ayah... Aku berjanji akan menyampaikan salam mu kepada anak mu, Aldebaran." Gumam Jaya. Pantesan saja perasaan Jaya sedari tadi merasa ada yang aneh dengan tuan Juventus. Ternyata itu adalah wasiatnya dan ucapan terakhirnya.
Banyak orang yang ikut dalam acara ini. Mulai dari kalangan bisnis hingga keluarga dari tuan Juventus sendiri. Banyak dari mereka yang heran saat melihat penampilan Jaya. Ternyata dia masih hidup, berita kematiannya sudah menyebar luas. Namun Jaya hanya menanggapinya dengan senyuman tanpa jawaban.
"Jay? Apakah kita makamkan hari ini?" Tanya Nazeera. Karena sekarang sudah siang.
"Ada yang harus aku selesaikan. Jika kamu lelah, sebaiknya istirahat saja." Jaya mengusap wajah istrinya. Dia melihat wajah lelah sang istri yang ikut andil dalam acara belasungkawa ini.
"Istirahat lah sayang." Jaya mencium kening istrinya.
Namun Nazeera masih kekeh untuk menemaninya. Meskipun Nazeera masih asing dikalangan khalayak yang hadir, namun dia harus berdiri di samping suaminya.
Tamar juga sudah mendapatkan kabar bahwa tuan Juventus sudah meninggal. Namun, dia tidak bisa hadir karena kondisi psikisnya terganggu. Dan sekarang dia tidak tinggal di mansion miliknya. Dia lebih memilih tinggal di apartemennya untuk sementara sampai keadaannya membaik. Tentu saja hal ini dia sembunyikan dari sang ibu.
Nazeera selalu setia berada di dekat suaminya.
"Permisi tuan..." Panggil salah satu penjaga.
"Ya..."
__ADS_1
"Kuburannya sudah dalam. Apakah kita akan mengantarkannya sekarang?"
Jaya diam. Dia yang sebenarnya bertanggungjawab, namun seseorang datang menghampirinya.
"Tuan!" Seru seseorang.
Jaya menoleh. "Tuan... Saya sudah menyuruh seseorang untuk membawa anak tuan Juventus." Ujar Dedi.
Jaya menepuk pelan pundak Dedi. Kemudian menoleh kembali ke arah penjaga.
"Nanti saja. Setelah kedatangan Al, kita akan melakukan pemakamannya."
Penjaga itu permisi, kemudian terlihat menelpon seseorang.
Nazeera menggenggam erat tangan Jaya. Dia tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi. Karena dia sudah merasakan itu saat kehilangan suaminya.
"Hem.... Jika sudah tidak ada lagi, saya permisi tuan."
Mengapa bertemu dengan Jaya rasanya sangat kaku? Padahal, dulu saat bersamanya tak ada kecanggungan yang terjadi. Namun, setelah menghilang beberapa bulan, terus bertemu kembali mengapa harus secanggung ini.
Setelah beberapa menit menunggu, terlihat ambulans datang. Semua tamu menyorot ke arah seseorang yang turun dari mobil tersebut.
Jaya sudah dapat menebaknya.
"Al..." Gumam Jaya.
__ADS_1
Semua orang yang melihat ke arahnya jadi bingung dan bertanya-tanya. Ini siapa lagi? Mereka tak banyak yang tahu bahwa tuan Juventus memiliki anak, kecuali dari kalangan keluarga. Itu pun sudah terlalu jauh.
"Daddy..." Teriak Aldebaran. Ini Aldebaran yang asli yah. Anaknya tuan Juventus.
Al sudah berlangsung menghiraukan manusia-manusia di depannya.
"Dad... Aku sudah hampir sembuh, Dad. Bangunlah!" Al meraung. Dia kehilangan orang yang dia sayangi. Dia juga baru mengetahui jika ibunya sudah meninggal. Seseorang yang datang kepadanya menjelaskan tentang keadaan kedua orangtuanya.
"Daddy... Bangunlah! Jangan bercanda! Katakan sesuatu sama gue, Dad..."
Dedi yang ada di dekatnya merasa tidak asing atas panggilan singkatan itu. Bukan kah itu juga singkatan dari namanya.
Oh, ****! Berarti selama ini gue seperti dipanggil ayah.
Dedi membatin.
"Dad... Hahaha... Gue yakin, loe pasti bersembunyi kan?" Penyakit Al kembali kumat. Dia berlari ke kamar tuan Juventus.
Bersambung...
Banyak hal yang harus kamu lakukan daripada terus-menerus larut dalam kesedihan yang kamu alami.
ini Aldebaran guys... keadaan Al ketika datang ke rumah ayahnya... masih berantakan... nanti kalau dah sehat, green kasih visual before and afternya...
__ADS_1
jika tidak suka visualnya, silahkan ganti sendiri yaa❤️
igeh : greenteach21