Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Pengakuan Jaya


__ADS_3

Setelah Nazeera selesai mengganti pakaiannya, dia kembali menemui Raha, "Bunda, aku dah selesai." Ujar Nazeera tersenyum.


"Kamu duduk di sini, biar bunda dandanin kamu."


Nazeera menurut, "Bunda, jangan tinggalin Nazeera yah?" Pinta Nazeera.


Raha yang awalnya lihai memoleskan wajah Nazeera jadi terhenti kemudian menatap lekat wajah anaknya, "Nak, kamu kan tahu kalau yang hidup akan mati." Tuturnya lembut.


Raha kembali melanjutkan aktivitasnya, berusaha untuk menghilangkan sifat gugupnya.


"Kalau kita siap untuk menerima, kita juga harus siap kehilangan sayang. Tidak menutup kemungkinan, bunda ataupun kamu akan selalu bernafas. Jika bayangan saja yang selalu ikutin kita kemanapun bisa hilang, lalu bagaimana dengan nyawa sendiri?!"


Raha memegang pipi Nazeera dengan kedua tangannya, "Setidaknya kamu tidak merasakan penyesalan sebelum orang yang kamu sayang pergi." Imbuh Raha.


Nazeera menangis dan memeluk Raha, "Bu-bunda kenapa terus-terusan membahas tentang kematian? Jika bayangan bisa hilang di saat keadaan gelap, maka aku akan menciptakan cahaya. Aku tidak ingin kehilangan bunda. Ngaak." Tolak Nazeera menggeleng di perut Raha.


Raha mengusap lembut rambut anaknya, "Nak, kamu sekarang sudah besar. Pantes saja abangmu selalu goda kamu jika kamu terusan bermanja dan cengeng seperti ini." Raha mengalihkan keinginan Nazeera.


"Iiiiihhhh, bunda ikutan sama Abang."


"Sudah yah, jangan cengeng lagi. Hapus air mata mu." Pinta Raha menutup alat makeupnya.


"Iya bunda ku sayaaaaaaang, ngak akan. nangis lagi." Gemes Nazeera pada bunda.


"Nak, boleh tidak bunda meminta sesuatu?"


Nazeera menatap wajah serius dari Raha, "Emang apa yang bunda inginkan? Bukannya seharusnya Zee yang minta sesuatu Bun? Kan Zee yang ulang tahun Bun." Tanya Nazeera.


Raha terkekeh mendengar ucapan Nazeera. "Kamu ini, boleh tidak?" Tanya Raha menarik hidung anaknya.


Raha kembali memasang wajah serius, "Bunda beneran serius? Emang apa yang bunda inginkan?" Tanya Nazeera penasaran.


***


"Bunda kok lama banget yah? Gini nih kalo emak-emak udah ngumpul."


"Loe susul aja bro, daripada lama." Usul Jaya.


"Ayah tunggu kalian aja di depan yah!" Ucap Mise. Tanpa menunggu jawaban dia sudah menghilang.


"Sekarang udah hampir jam setengah satu," Ujar Tamar mengecek jam di lengannya.


"Bro ngapa tadi loe lama? Bukannya tepat jam 12, malah lewat."


"Adik loe tuh, rese banget. Untung sayang!!!"


"Emang ada apa tadi diperjalanan sebelum kalian kesini?" Tanya Tamar penasaran.


"Loe ngak liat penampilan gue kayak gini? Ngak pakai jaz? Rambut gue berantakan banget. Ini semua gara-gara adik loe." Kesal Jaya merapikan rambutnya.


"Masa dia nangis terus ingusnya dia buang dengan tangannya. Setelah itu, dia simpan disini," Jaya menunjuk pundaknya.


"Pas gue balik ke dia, pas banget kena ke wajah gue. Perut gue langsung muter-muter pengen keluar."


Tamar tertawa mendengar penjelasan dari Jaya.


"Puas aja loe ketawain gue, jika ada kesempatan gue balas baru tau rasa."


Tamar semakin cengengesan dan menjauh dari Jaya. "Yaelah, gue ditinggalin."


"Loe mau kemana?" Tanya Jaya sedikit berteriak.


"Panggil bunda dulu. Takut kamu balas aku." Jawab Tamar yang masih saja tertawa.

__ADS_1


Jaya menarik nafas panjang, "Seharusnya gue ngak jatuh hati dengan bocah ingusan."


***


"Bunda kok lama banget?" Gerutu Tamar saat tiba dimana Raha berada.


Raha mengerti akan tatapan dari anaknya. Tamar seolah-olah meminta penjelasan, apa yang terjadi? Mengapa Nazeera seolah frustrasi? Apakah masih berfikiran yang sama bahwa benar bunda sakit atau mengetahui kalau Nazeera adalah?


Sebuah sentuhan menyadarkan dari lamunannya, "Abang ngapa datang-datang bengong?" Tanya Nazeera bergantian menatap Tamar dan juga Raha.


"Ehhem," Tamar berdehem untuk menutupi seluruh kegugupannya.


"Kamu kalau sudah selesai jangan tinggal." Imbuh Tamar mengambil sesuatu di saku celana.


"Ihhh, Abang ini. Aku ngak tinggal, cuman ngobrol aja sama bunda."


"Itu apa bang?" Tanya Nazeera setelah melihat kain di tangan Tamar.


"Itu mulut lama-lama Abang lakban biar ngak cerewet lagi."


"Sudah liat ini kain, jangan tanya lagi ini apa." Imbuh Tamar.


"Hahaha, kamu ini ada-ada aja, Nak. Mulut Nazeera bukan kardus yang akan ditutup dengan lakban. Sudah yah bunda ke toilet dulu."


Tamar mendekati Nazeera, "Abang mau apa?"


"Tutup matamu. Jangan banyak nanya. Lama-lama bukan matamu yang Abang tutup, tapi mulutmu."


Nazeera menurut, setelah selesai, Tamar menuntunnya menuju suatu tempat.


"Abang, ini ngak buang Nazeera kan? Sengaja tutup mata supaya aku ngak tahu jalan pulang."


Tamar menoyor kepala adiknya. "Ihh, Abang jangan gini. Bentar aku geger otak gimana?"


"Zee, punya kok bang. Tapi yang kecil."


"Astagfirullah, kamu anak siapa sih?" Tamar mengusap dadanya.


"Anak mama papa lah, bang. Emang siapa lagi." Tutur Nazeera bangga.


Tamar tidak mau menggubris perkataan Nazeera lagi. Menurutnya akan lebih baik jika didiamkan.


"Ini kapan dibuka bang? Beneran ngak buang Nazeera kan?" Tanya Nazeera saat menurutnya sudah terlalu jauh melangkah.


"Bentar lagi kok. Sabar aja kenapa."


"Zee?"


"Hemm."


"Tadi kamu sama bunda ngomong apa?" Tanya Tamar penasaran.


Nazeera berhenti melangkah, "Kenapa kamu berhenti?" Tanya Tamar.


"Emang ada hal serius yang bunda tanya ke kamu?" Tamar makin penasaran saat melihat raut wajah Nazeera berubah. Jangan-jangan apa yang dipikirkan oleh Tamar memang benar. Nazeera sudah tau segalanya. Benak Tamar masih bertanya-tanya.


Nazeera memeluk Tamar, "Bang, Nazeera sayang Abang." Wanita itu sudah menangis.


Tamar tidak membalas ucapan Nazeera, Ternyata memang betul Nazeera sudah mengetahui semuanya kalau dia,


"Abang ngapa bengong sih? Bengong aja dari tadi." Gerutu Nazeera.


"Eh-ngak. Yuk kita jalan lagi, sudah hampir sampai." Gugup Tamar.

__ADS_1


"Kamu jangan nangis lagi."


***


Nazeera dan Tamar sudah berada di ruangan yang disulap menjadi sebuah pesta yang sangat meriah.


"Surprise." Ucap mereka bersamaan saat Tamar membuka penutup mata adiknya.


Nazeera menatap satu persatu, Tenyata banyak tamu rekan bisnis bang Tamar yang dia undang.


Nazeera semakin takjub melihat ruangan itu. Sebuah musik dengan lampu yang remang-remang untuk menghiasi ruangan.


"Acara makan maupun minum-minum kembali dilanjutkan, berhubung orang yang kita tunggu telah tiba." Ucap MC dengan menggunakan pengeras suara.


Terdengar suara petikan gitar, mata Nazeera mengikuti arah suara tersebut. Tamar sudah pergi di dekat Nazeera.


"Lagu ini akan saya persembahkan untuk Nazeera. Spesial di hari ulang tahunnya."


Nazeera sudah mendekat dan sudah melihat dengan jelas siapa yang berada di atas panggung, "Jaya. Apa yang dia lakukan di sana?"


Seseorang menghampiri Nazeera, "Zee, selamat yah?"


"Ayuuu?! Jadi kamu juga ikutan kerjain aku tadi?" Tanya Nazeera memicingkan mata.


"Hehehe, tadi Abangmu yang suruh tutup mulut. Bayarannya pakai cinta." Canda Ayu.


Nazeera ikut tertawa, "Itu bukannya Jaya yah?" Ayu menunjuk ke arah panggung.


Nazeera mengangguk, pandangan Jaya selalu mengarah ke Nazeera hingga membuatnya semakin risih.


"Waahh, Jaya sepertinya menyukai mu. Dia menatap kamu terus. Duhhh Jaya so sweet." Celetuk Ayu menikmati lagu dari Jaya yang berjudul 'I Wanna Grow Old With You'.


Petikan gitar yang dibawakan oleh Jaya benar-benar sangat bagus. Semua orang yang berada di tempat tersebut sangat kagum dan menikmati lagu dari Jaya.


"Will you marry me?" Tanya Jaya pada Nazeera.


Nazeera ternganga melihat tingkah laku Jaya.


Jaya turun dari panggung untuk mendekati Nazeera.


Dia berlutut dan membuka sebuah kota di tangannya, "Will you marry me?" Tanyanya sekali.


Semua yang berada disana terdengar suara meriah. "Terima." Ayu menyenggol lengan Nazeera agar berbicara.


Nazeera menatap mata Jaya, sepertinya lelaki itu serius.


"Terima." Teriak tamu yang lainnya.


Nazeera sangat gugup, mengapa semua bisa terjadi, "A-aku............."


Bersambung...


.


.


.


Hem. Nazeera terima ngak yah?🤧🤧🤧🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔


yasudah, diterima atau ngak, tergantung komentar Natizen..


JAN LUPA KOMENTARNYA, LIKE AND VOTE.

__ADS_1


SELAMAT MENANTI..........!!!!!


__ADS_2