Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAB 92 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

"Non... Apa benar ini alamatnya?" Tanya supir Nazeera.


"Hem..." Jawab Nazeera singkat. Matanya memperhatikan sebuah istana. Mobilnya ia parkir jauh dari istana itu.


Supir itu juga memperhatikan objek Nazeera. "Bukannya ini rumah tuan Juventus, Non?" Tebak supir itu.


"Ya..." Nazeera menatap sinis sang supir.


Emang bukan Dedi sih yang ada di sini, tapi mulutnya menyamahi. Yang satunya tukang melarang, yang satunya tukang nanya-nanya. Kalau begini, bisa-bisa rahasia ku terbongkar.


"Non... Kal_"


"Jika masih ingin bekerja di sini, sebaiknya bapak diam saja." Dengus Nazeera memotong kalimat sang supir.


Supur itu langsung diam.


Huft


Lebih baik bekerja sama tuan Jaya, orangnya asyik beda dengan istrinya. Kangen tuan Jaya.


Batin sang supir.


Sudah 4 jam Nazeera menunggu di sana. "Gimana sih! Kerjaan begini saja tidak becus." Nazeera bergumam hingga kedengaran di telinga supir itu.


Aku salah apa? Padahal kan cuman nanya.


Supir itu mengusap dada. Menelan rasa pahit tapi tak pahit. (Apa donk yah? Menelan rasa pahit tapi tak pahit... wkwkwk)


Wanita itu mengambil ponsel di dalam tas.

__ADS_1


"Halo... Kamu dimana?" Tanya Nazeera kesal.


"Saya ada di sini, Nona."


"Saya di sini, saya di sini!" Sungut Nazeera setengah teriak.


"Yasudah, apakah dia sudah keluar atau belum?"


"Belum, Nona. Saya sudah menunggunya sedari kemarin sesuai perintah Anda."


"Yasudah." Nazeera mematikan panggilannya sepihak. Karena dia melihat sebuah mobil telah keluar dari gerbang.


"Pak, ikutin mobil itu. Tapi jangan sampai ketahuan yah?"


"Kenapa kita mesti jadi penguntit, Non? Kenapa gak samperin aja?" Supir itu mencoba memberi saran. Dia sebenarnya belum mengetahui bahwa tuan Juventus memiliki anak lelaki.


"Kalau bapak masih bertanya lagi, besok sebaiknya ngajuin surat pengunduran diri." Balas Nazeera kesal.


Astaga... Sebaiknya saya diam saja. Ingin bertanya takut di pecat. Nasib bawahan. Bagaimana yah caranya tuan Dedi jika ikut dengan nona Nazeera.


Gumam supir itu.


"Apa yang kau pikirkan?" Nazeera menepuk pundak supir itu. "Dia masuk ke dalam restoran itu."


Supir itu mengikuti perintah Nonanya. Setiba di parkiran, pria yang Nazeera ikuti keluar dari dalam mobil.


Penampilan itu masih saja sama dimana Nazeera pertama kali bertemu dengannya (Aldebaran). Dia memakai baju jingkrang, celana longgar, memakai anting, kalung, gelang dan juga rambut gonrongnya di lerai ke belakang. Tak lupa pula pria itu memakai kacamata hitamnya untuk bertengger di hidung mancung pria itu.


"Jaya..." Spontan Nazeera. Tetesan air mata itu kembali lolos di pelupuk mata.

__ADS_1


Wanita itu juga keluar dari mobilnya, sang supir hanya memperhatikan nonanya. Tak berani bertanya atau pun menyanggah. Dia tak melihat jelas bahwa yang diikuti Nazeera adalah orang yang mirip dengan tuannya (Jaya). Mungkin saja efek umur, hingga penglihatannya juga terhalang jika di lihat dari kejauhan.


Nazeera mengikuti langkah pria itu. Harap-harap cemas. Jika dilihat dari wajah, sangat mirip dengan suaminya. Sungguh Nazeera sangat merindukan suaminya. Bayangan saat bersama kini kembali terbayang.


Sungguh, aku sangat merindukan suami ku, aku yakin dan aku juga tak mungkin salah. Aku yakin dengan hati ku bahwa dia adalah Jaya, tapi mengapa profilnya dia adalah anak tuan Juventus.


Nazeera mempercepat langkahnya, debaran hati karena rindu. Melihat sosok pria di depannya sangat mirip dengan Jaya. Hatinya meloncos saat pria itu melewatinya.


Aldebaran melihat Nazeera berlalu begitu saja, sesaat kemudian, dia berhenti dan menghadap ke Nazeera.


"Nona..."


Cussss


Nazeera langsung merubuhkan pelukan di dada Aldebaran. Debaran jantung nya yang tak karuan meyakinkan dirinya. Atau mungkin saja dia tak terima jika itu adalah Aldebaran. Wajahnya hanya mirip saja.


Hikz hikz hikz


"Aku merindukan mu." Ucap Nazeera memeluk erat tubuh Aldebaran. Kerudung yang ia kenakan tak lagi beraturan akibat mengejar dan mensejajarkan langkahnya dengan Aldebaran.


Bersambung...


Vote seninya mana....


Ayolah..... Banyak yang baca tapi like nya kendor apa lagi komennya.. Yasudah, otor semngatnya juga kendor..


Happy reading.


Mksi yang sdh mau bersedekah dan setia ma Nazeera.

__ADS_1


ayo komen tanggapan kalian ttg part ini....... Green tunggu....


__ADS_2