
Tak banyak percakapan yang terjadi hingga mereka ke rumah sakit.
"Kamu kenapa sih Jay?" Tanya Nazeera sambil berjalan di area rumah sakit.
"Gak apa-apa. Aku cuman gak mood." Jaya berusaha tersenyum. Memberikan kenyamanan.
"Selamat pagi, ayah." Sapa Jaya saat tiba.
Tuan Juventus mengernyitkan dahinya ketika melihat Nazeera bergelayut manja di lengan Jaya.
Jaya menggapainya dengan senyum. Kemudian mengangguk, "Aku sudah mengingat semuanya ayah." Terangnya mengusap lengan tuan Juventus.
Nazeera melepaskan pegangannya dikala mata tuan Juventus melirik lengannya.
"Selamat pagi, tuan." Nazeera sedikit menunduk.
Tuan Juventus menghembuskan nafas pelan. "Apakah artinya kau akan meninggalkan ku?"
Menyebut kata seperti ini, Jaya mengingat jika semalam dia tidak pamit.
"Maafkan aku ayah, semalam sakit ku kambuh jadi aku langsung pulang saja. Aku cuman tidak ingin mengganggu ayah."
Tuan Juventus berusaha memahaminya. Namun, dia tidak rela jika Jaya meninggalkan dirinya.
"Bagaimana keadaan ayah?"
"Beginilah, seperti yang kau lihat. Batuk cuman datang sesekali."
Nazeera menjadi penonton diantara anak dan ayah. Dia bersyukur berjodoh dengan Jaya. Orangnya begitu baik dan lebit. Tapi usil.
"Oh iya. Ini istriku ayah." Jaya menarik Nazeera di dekatnya. Jaya memegang pundak wanita itu. "Mohon beri kami restu ayah." Pintanya.
Tuan Juventus meloloskan air matanya. Jika saja dia bisa melihat anaknya normal kembali. Pasti dia akan sangat bahagia. Memperkenalkan calon menantu yang sesungguhnya di hadapannya.
"Ayah? Apa aku salah ucap?"
Tuan Juventus menggeleng. "Aku hanya merindukan anakku. Aku merestui kalian. Semoga kebahagiaan menyertai kalian."
Tuan Juventus memperbaiki posisi tidurnya. "Tolong ambilkan air minum."
Nazeera yang dekat dengan air minum itu, dengan cepat dia mengambilnya.
"I-ini tuan." Entah mengapa pertemuan ini membuat Nazeera gugup. Padahal kemarin juga bertemu sewaktu rapat tetapi tidak gugup sama sekali.
__ADS_1
Tuan Juventus tersenyum. Mengusap pucuk kepala Nazeera, kemudian mengambil minuman itu.
"Terimakasih, nak."
Glek glek glek
Tuan Juventus meminumnya hingga tandas. Jaya jadi bingung sendiri. Kuat minum sebanyak itu.
"Sampaikan salam ku dengan Aldebaran jika kau bertemu dengannya, nak." Tuan Juventus memperbaiki posisi tidurnya. "Katakan padanya bahwa aku dan ibu mu mencintainya."
Tuan Juventus sudah memejamkan matanya. "Keluarlah, ayah ingin istirahat."
Entah dorongan apa, Jaya ingin sekali mencium sang ayah.
cup
"Selamat beristirahat, ayah."
Tuan Juventus benar-benar merasakan kehadiran sang anak di sisinya. Air matanya sudah berhasil lolos dikala mendengar suara pintu tertutup.
Nazeera dan Jaya sudah berada di parkiran.
"Sayang. Aku lupa mengambil berkas ku di kamar ayah."
"Kamu tunggu di mobil saja, biar aku yang naik." Jaya mencium dahi Nazeera.
"Aku naik dulu."
Tapi.... Baru lepas beberapa langkah.
"Aku juga ingin ikut, Jay."
Nazeera sedikit berlari, karena Jaya langkahnya terlalu cepat.
"Yaa ampuuunn. Itu langkah raksasa atau apa?"
"Jay..." Panggilnya saat melihat Jaya di depan lift.
"Sayang... Kenapa kamu ikut?" Jaya langsung merangkul istrinya posesif. Di sana juga banyak pria yang mengantri. Mereka menjadi pusat perhatian.
"Gak apa-apa." Jawabnya sedikit ngos-ngosan.
Tring
__ADS_1
Lift terbuka. Mereka semua masuk. Jaya dan Nazeera masuk di akhir, mereka berada di posisi paling depan. Merasa ada yang memperhatikan sang istri, Jaya memeluknya posesif. Meningkatkan Nazeera di depannya.
"Kenapa?" Bisik Nazeera.
Jaya fokus ke depan tidak menjawab.
tring
lift terbuka. Kini sisa mereka berdua. Hingga menuju di lantai VIP.
ceklek
"Ayah... Aku kembali ingin mengambil berkas." Ujar Jaya memeriksa beberapa laci meja.
"Jay?" Nazeera menyusul.
"Ayah mu sedang tidur. Sebaiknya kita keluar sekarang." Nazeera sedikit berbisik.
Jaya mengangkat sedikit tangannya. Sepertinya ada yang tidak beres. Mengapa tuan Juventus tidurnya tenang? Tumben!
"Ayah..."
Biasanya, sang ayah jika teridur selalu mendengkur. Tapi ini...
"Ayah..." Jaya sedikit mengguncangkan tubuh tuan Juventus.
"Yah... Bangun Yah..." Suara Jaya sudah naik oktaf.
"Dokter.... Dokter..."
Bersambung...
Turut berdukacita yah Jay,🙏
"Datang akan pergi, lewat kan berlalu, ada kan tiada...."
itulah isi lirik lagu, namun sangat penuh makna..
Semoga yang sakit di sehatkan kembali, dan yang sehat agar selalu diberikan ketegaran dalam hidup...
lope you all .. maaf jika green gak bls komen kalian. namun percayalah bahwa green sll baca. lop yu pull ..
terimakasih baaanyaaaakkk buat yang like dan juga komen... teruslah memberikan otor stimulus positif agar tetap smngt dan sempatin up untuk kalian pencinta green... .
__ADS_1
ini bonus up buat kalian... smg bsok mood up dobel kembali🤗🤗🤗❤️❤️❤️