
"Zee?"
"Hem." Nazeera hanya berdehem di sela-sela tawanya.
"Nikah yuk!" Serunya mengajak.
Dug
Dug
Dug
Nazeera berhenti tertawa, dia menatap lekat wajah lelaki di hadapannya. Jaya sedang mengutuk dirinya, Jaya sendiri harus siap apapun keputusan Nazeera.
Sekejap bayang tentang keinginan Jaya untuk menghindar. Tak tahu perasaan apa yang dia rasakan. "Jay? Maafkan aku." Nazeera menundukkan pandangannya. "Sebenarnya aku..., waktu itu aku ingin mengajak mu menikah,"
Blus
"Tetapi bukan karena aku mencintaimu."
Glek
Jaya menelan salivanya kasar, mencoba untuk setenang mungkin. Dia mengusap pipi Nazeera dengan ibu jarinya.
"Aku akan membuat mu jatuh cinta." Jaya tersenyum mengangkat dagu Nazeera agar menatapnya. "Bukalah hatimu, maka kau akan bisa merasakan cintaku dan membuat mu jatuh cinta pada ku."
"Ta-tapi, tahu kah kamu apa alasannya aku ingin menikah dengan mu?"
Jaya sangat terpesona akan tatapan Nazeera, "Aku tidak ingin mendengar alasannya."
"Aku ingin menikah dengan mu karena kamu yang pertama melihat tubuh ku, meskipun bukan semuanya," Nazeera tertunduk. "A-aku merasa itu adalah aib ku dan kamu sendiri harus menutupinya. Kamu yang pertama menjam*h tubuhku, meskipun ti-" Kekeh Nazeera tetap ingin menjelaskan.
Jaya menaruh telunjuknya di bibir Nazeera agar berhenti berbicara, "Hussst, berhenti membicarakan itu. Waktu itu kita sama-sama dijebak."
Nazeera langsung menatap Jaya. "Siapa yang menjebak kita?"
Jaya mengangkat bahunya. "Aku sudah menyuruh Dedi menyelidiki nya, tetapi sama sekali tak ada tanda-tanda, di sana juga tidak ada cctv." Jelas Jaya.
"Ekhem, aku mau kembali ke topik awal." Jaya berdiri dengan tegap memegang kedua tangan Nazeera dengan hati-hati karena salah satu tangannya terdapat selang infus.
"Will you marry me?" Apapun keputusan Nazeera yang dia inginkan adalah memiliki nya. Dia tak ingin lagi menyesal untuk kehilangan orang yang dia sangat sayangi.
"Baiklah."
Jaya sangat bahagia, saking bahagianya dia memeluk Nazeera kencang hingga dia mengaduh kesakitan.
"Maaf, maaf. Aku sangat bahagia. Maafkan aku karena gara-gara aku kamu jadi seperti ini." Jaya mencium wajah Nazeera tetapi hanya sekali karena wajah Nazeera labam akibat benturan.
Jaya hanya mencium tangan Nazeera yang tidak terdapat infus. Dia mencium bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali.
"Tapi dengan satu syarat."
Deg
Dengan hati yang ceria langsung down mendengar kembali penuturan calon istrinya. Dia berusaha menyunggingkan senyum.
"Semua hartamu harus dijadikan sebagai milik ku sebagai mas kawin."
Klek
Jaya menautkan alisnya, "Apakah cuma itu?"
Nazeera jadi kesal, Hah? Cuma? Berarti dia menyanggupi.
Nazeera memutar kembali otaknya, kira-kira syarat apa lagi yang bagus hingga membuat Jaya jengah dan tak menyanggupinya.
"Bisa kah kamu membuat seribu candi untukku sebagai mas kawin?"
__ADS_1
Plak
Jaya menoyor kepala Nazeera, "Kamu mau jadi candi yang keseribu yah?" Ujar Jaya saat menyadari bahwa Nazeera sedang dalam rana bercanda.
"Hahaha, kenapa? Kamu tidak sanggup membuatkan seribu candi untukku?"
Jaya langsung menggelitik Nazeera, "Hahaha, ampun Jay, iya-iya. Aku bercanda berhentilah. Tubuh ku sakit." Keluh Nazeera disela nafasnya yang tak beraturan akibat tertawa.
Jaya memajukan wajahnya, "Aku tidak bisa membuatkan mu seribu candi untuk mu, tetapi aku sanggup untuk membuat kissmark di seluruh tubuhmu, Sayang." Bisiknya kemudian meniup telinga Nazeera hingga merasa merinding.
"Ekhem, A-aku mau melihat keadaan Mitha." Ujarnya merasa gugup.
"Zee? Lihat aku dulu. Aku serius mau mengajak mu menikah." Ujar Jaya dengan nafas yang memburu.
"Iya, apapun keputusan mu aku terima. Karena aku tahu, sebelum kamu mencapai apa yang kamu inginkan kamu tak akan menyerah. Terserah kamu sajalah." Nazeera mengalah.
Nazeera sangat mengenal sifat Jaya, bagaimana pun caranya dia tak bisa menghindar. Dulu ada Akhyar yang selalu dia jadikan benteng alasan untuk menghindar dan Jaya tak bisa memaksakan itu hingga memilih ke negara X untuk urusan pekerjaan. Namun, sekarang telah berubah.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menikah besok." Jaya sudah tak sabar menjadikan Nazeera sebagai istrinya. Takut Nazeera akan berubah pikiran lagi.
Nazeera terngangap tak menyangka. "Hahaha, kamu bercanda yah?"
"Mana ada. Aku ngak bercanda!"
"Bagaimana dengan syarat nya?"
"Hahaha, kau yakin dengan syarat mu? Kamu benar-benar matre sayang." Cibir Jaya merapikan rambut Nazeera ke belakang telinga.
"Itu syarat pertama. Syarat kedua kamu harus membuat seribu candi sebelum terbit fajar."
"Kamu ingin seperti kisah cinta Roro Jonggrang? Yang dikutuk jadi candi keseribu." Ucap Jaya ditengah tawanya.
"Iihhhh, aku serius."
"Hahaha, aku juga serius sayang. Aku hanya mampu membuat kissmark di seluruh tubuh mu." Ujar Jaya tersenyum jail.
Nazeera berusaha menghindar dari tatapan Jaya. Tak disangka, perlakuan Jaya membuat Nazeera sering salah tingkah.
Saat ini Nazeera duduk di kursi roda. Dia menemui Mitha dekat kamarnya.
"Mitha? Kamu adalah orang yang kuat. Ayo bangun. Jika kamu sadar, kamu akan bangga kepada ku atas keputusan yang aku ambil. Aku juga ingin kamu hadir dalam acara pernikahan ku."
Nazeera sudah yakin akan keputusannya, ditambah lagi dengan Raha yang selalu menyarankan agar menikahi Jaya. Apalagi saat Nazeera tengah merasa mengandung ain jika meninggalkan Jaya.
"Mit, aku bukan teman yang baik buat kamu, tetapi kamu adalah teman yang baik buat aku. Kamu adalah sahabat ku. Kenapa kamu melindungi ku." Nazeera menatap kaki Mitha terbalut perban.
"Terimakasih." Nazeera menangis dirangkul oleh Jaya.
Jaya menepati janjinya yaitu tak meninggalkan Nazeera.
"Sayang, sudahlah. Berhenti menangis. Ini semua salahku."
Merasa tak tega melihat Nazeera menangis, Jaya membawa ke kamarnya.
"Sekarang istirahat lah."
Nazeera memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya.
"Loe ke sini sekarang, ada yang mau aku omongin." Tutur Jaya dibalik telepon.
"..."
"Yasudah, sekalian lie bawa bunda ke sini."
Setelah beberapa menit, orang yang ditelpon telah tiba.
"Bagaimana sih kamu. Kenapa bisa begini?" Gerutu Raha saat melihat Nazeera.
__ADS_1
Nazeera memposisikan duduknya, "Nazeera, kenapa kamu menyembunyikan ini dari bunda?" Kesal Raha pada anaknya.
"Aku tak ingin bunda khawatir." Raha menarik Nazeera ke dalam pelukannya.
Suasana kembali hening, drama antara anak dan ibu telah usai.
"Ekhem, bunda. A-aku mau ngomong."
"Di telepon pun loe selalu ngomong gitu. Emang ada apa?" Ujar Tamar.
Nazeera sedang memakan bubur dari tangan Raha. Sedang tamar dan Jaya sedang duduk di sofa.
"Aku ingin melamar Nazeera dan ingin menikahinya besok."
uuhukk
Nazeera terbatuk. Raha jadi bahagia, sedari dulu memang Raha berharap Nazeera menerima Jaya.
"Kalau Bunda terserah Nazeera."
Raha menatap Nazeera penuh harap.
"Aku sudah berbicara sama Nazeera bunda."
"Chii, gue ngak yakin." Curiga Tamar.
"Apaan sih loe, loe tanya aja tuh sama adek loe." Gerutu Jaya, sedangkan dalam hatinya mencibir jika omongan tadi dijadikan sebagai syarat.
"Itu sih tergantung." Ucap Nazeera tiba-tiba.
Jaya menoleh, Matilah aku kalau emang benar-benar dijadikan sebagai syarat nikah.
"Tergantung apanya?" Tanya Tamar penasaran.
"Ihhh, Abang kepo."
Raha terkekeh, "Emang apa yang kamu ajukan untuknya."
Nazeera melihat ke arah Jaya meminta dia untuk menjelaskan dari isyarat matanya.
"Ekhem, Nazeera mengajukan syarat. Kalau aku berhasil maka dia akan siap."
"Emang apa syaratnya?" Kepo Tamar.
"Nazeera bertanya, kenapa kalau mau nikah kenapa mesti pakai mas kawin, bukannya yang dilamar itu adalah perempuan? Kenapa mesti mas kawin harusnya mbak kawin." Elak Jaya memegang tekuk lehernya.
Bersambung...
.
.
.
Trmks yang sdh baca, yang udh bosan termks, meskipun dah bosn tp tetap baca Ampe bab ini.. maap, pemikiran otor hanya segini. Buat yang menghujat, silahkan buat sendiri yah cerita trs yang lbh bgus lagi dri ini n ngak membosankanππ
dpt ide ngak semudah memetik daun kelor di depan rumahπ€£π€£ ati ku mudah goyah bagaikan daun yang mudah goyah diterpa angin.
yang udh nyaman mksi dah bertahan.
bsok hadir yah di acara nikahan Nazeera yang dadakan akibat ulah Jayaπ€π€
Ayo donk Vote senin nya manaπ€π€π€π€π€
mampir ke karyaku juga yah,
- Senior, Aku Padamu πππππ
__ADS_1
SELAMAT MENANTI...!!!!!!!!
Semoga kalian terhibur pada bab iniπ€π€ππ