
Tuan Juventus menyadari seseorang datang, dia tersenyum. "Dia adalah anak ku, Aldebaran."
Deg Deg
Itulah suara jantung Dedi, bukan karena jatuh cinta melainkan rasa kaget atas apa yang ia lihat.
Nazeera yang sedari tadi fokus langsung menoleh saat mengetahui seseorang telah duduk di depannya.
Deg
Tak terasa, air mata wanita itu menetes. Tangannya dingin tak menyangka. Dia menatap tanpa berkedip.
Tuan Juventus menatap heran sepasang kekasih itu. Orang yang disebut Aldebaran acuh saja,memberikan tatapan ilfil pada Nazeera dan Dedi.
Chi
Al (Kusingkat saja yah) berdecih, "Ded..." Rengeknya pada sang Ayah.
Tuan Juventus hanya menanggapinya dengan senyum. Dedi juga ikitan menoleh, panggilan itu sama dengan dirinya.
"What happened? You just disturb me."
(Apa yang terjadi? Kamu memgganggu ku saja)
Tuan Juventus mengusap punggung anaknya, "Matikan dulu rokok mu, nak."
Al menghembuskan isapan rokoknya panjang. Puntung rokok itu dia buang dilantai kemudian dia bunuh dengan menginjaknya.
Dua orang di depan mereka memperhatikan itu secara seksama. Mulai dari penampilan, sikap, dan juga suara dinginnya.
Nazeera memegang dadanya merasa sesak.
Tuan Juventus memperkenalkan anaknya. "Ini adalah anak saya, Nona." Ucapnya menuntun tangan kanan Al ke depan untuk bersalaman.
__ADS_1
Dedi yang masih syok lantas membuat otaknya blang. Nazeera berusaha menetralkan dirinya, dia juga mengalami hal ang sama.
"Ekhem." Al berdehem malas.
Nazeera tersadar, dia tidak mendengar apa yang tuan Juventus katakan. Dia melihat tangan Al bergantung, itu artinya adalah perkenalan.
"Na-Nazeera." Ungkapnya membalas uluran tangan pria itu.
Chi, berkerudung tapi masih bisa untuk dipegang.
Al menggerakkan telunjuknya di telapak tangan Nazeera dengan maksud untuk menggoda.
Refleks Nazeera menarik tangannya. Pikirannya masih melayang kemana-mana.
Aku takut...
Batin Nazeera gemetar.
Tiba-tiba pelayan datang membuyarkan kegugupan mereka.
Setelah memesan, pelayan itu pergi. Nazeera hanya di pesankan oleh Dedi. Bibir Nazeera seakan kelu nan kaku.
"Ekhem." Tuan Juventus berdehem.
"Nona Nazeera, anda kelihatan sedang tidak baik-baik saja siang ini." Ada rasa iba di wajah tuan Juventus. "Maafkan saya jika memaksa Anda untuk mengadakan pertemuan ini sekaligus mengancam anda. Saya sangat menyesal."
"Tidak apa-apa, tuan." Balas Nazeera hampir tak terdengar.
"Sa-saya permisi ke toilet dulu." Pamit Nazeera dengan badan masih bergetar.
Nazeera langsung berdiri tanpa mwnunggu persetujuan mereka. Baru saja bebedapa langkah sudah terdengar suara orang terjatuh.
Brug
__ADS_1
Sebelum jatuh, Al memperhatikan mimik wajah wanita itu. Dengan sigap, dia menangkap tubuh Nazeera.
"Nona..." Khawatir Dedi berteriak. Dia ikut membopong Nazeeea.
Mendengar panggilan itu, dahi tuan Juventus mengernyit. Bukankah dia adalah sepasang kekasih? Mengapa dia memanggil secara formal, pikirnya.
"Biar saya saja yang membawanya, tuan." Dedi mendorong tubuh Al. "Saya kekasihnya, saya bisa mengurusnya." Ucapnya lantang karena kesal.
Tidak ada yang dilakukan oleh Al selain hanya melihat wanita pucat itu. Seakan ada yang aneh dalam diri pria itu.
Aku masih ragu dengan persepsi ku sendiri, namun bagaimana jika orang ini bukan tuan Jaya? Oh God. Seperti aku baru saja bertemu dengan mayat tuan Jaya.
(ππππ Jaya sudah bangkit dari kubur woiii, VOTE LIKE NYA MANA)
"Nona?" Dedi langsung membawa Nazeera ke mobilnya. Ada rasa khawatir dalam dirinya, dia takut jika saja Tamar mengetahui keadaan Mazeera bisa-bisa nyawanya ikut melayang.
BERSAMBUNG...
sebenarnya kecewa sih, kmrin aku up 1000 kata lebih, tapi vote dan like nya rendah amat,
ππππππ
Jika kalian vote like dan komen, otor receh ini merasa karyanya dihargai πππ
Ayolah Maaaaaaakkkkkkkkk Vote donk πππππ
Pembaca banyak, tapi............
Sudahlah.....
ANDA PUAS SAYA LEMASπππ£π€π€π€
Maapin aja jika Green ada salah! π
__ADS_1