
Setelah puas meratapi nasib, Nazeera menguatkan tekad untuk membuka dokumen dari Tamar.
Deg
Ternyata benar yang dikatakan saudaranya bahwa Ayu adalah dalang dari semuanya. Dia kembali menutup berkas itu, melemparnya ke sembarang arah. Kemudian dia kembali tidur menghadap ke langit-langit kamar. Air matanya kembali lolos.
"Apa salahku, Yu?!" Pekik Nazeera setengah berteriak. "Kurang baik apa aku pada mu?" Lanjutnya.
Nazeera mengingat kembali kebahagiaan bersama Ayu. Adakah mantan sahabat? Yang dia tahu, yang ada hanyalah mantan pacar.
Wanita itu mengingat saat Nazeera sedang membelanya di cafe. (Ingatkan saat Ayu membelanya di cafe? Babnya di Live di Cave)
Pertama, Maya berkhianat padanya. Terakhir, Ayu juga ikutan berkhianat. Apa yang salah dalam diri Nazeera? Mengapa semua sahabat yang ia sayangi kini menjadi pengkhianat.
Dulu, dia sangat mencintai Akhyar. Hingga akhirnya, dia memilih merelakan pria itu untuk sahabatnya, Maya. Saat bersamaan, Jaya juga kembali menghibur dirinya, hingga menjadi suaminya. Namun naaz, kebahagiaan tidak berpihak padanya. Hidupnya hampa. Kebahagiaan dari kedua orangtuanya pun merasa masih kurang. Sedari kecil dia dibesarkan oleh Onni. Apakah semua orang tak sayang padanya?! Atau semua sayangnya palsu? Mengapa satu per satu berkhianat dan meninggalkan dirinya?
Tok tok tok
"Non..." Seseorang mengetuk dari luar.
Tak ada sahutan dari dalam. Membuka gagang pintu pun tak bisa karena di kunci dari dalam.
__ADS_1
Tok tok tok
Kedoran pintu semakin keras. Orang yang mengetuk semakin panik.
"Non...."
Rasa dag dig dug tak berhenti berdetak. Saat berada di rumah ini, tugas Onni ialah menjaga nonanya. Namun sekarang, rasa khawatir menghantui dirinya. Nazeera tak memunculkan dirinya hingga menjelang malam. Dia belum mengetahui secara pasti mengapa setelah Tamar mengantarnya dia tak seceria seperti biasanya. Dia akan datang dengan memeluk Onni. Melainkan langsung masuk ke dalam kamar sambil menangis dan membawa secarik dokumen.
Tok tok tok
"Apa jangan-jangan nona Nazeera melakukan sesuatu di dalam? Apa dia bunuh diri?" Rasa was-was Onni kini merajalela.
Pintu terbuka. Nampaklah seorang wanita cantik. Sepertinya dia habis melaksanakan sebuah kewajiban.
"Aduh, Non. Maaf yah. Saya ngak tau kalau non lagi sholat."
Pantesan aja di ketuk malah ngak ada jawaban. Ternyata penghuni kamarnya sedang sholat. Pikir Onni salah menafsirkan.
Salah satu kekaguman Onni ialah seberat apapun masalah anak asuhnya itu, Nazeera tak pernah berpikir untuk memperkeruh suasana, seperti melakukan bunuh diri atau hal apapun itu. Dia masih bisa berpikir logis.
"Ada apa bi?"
__ADS_1
"Em... Anu non, saya ditelepon oleh tuan Tamar, katanya dia menelepon tapi nomor nona tak aktif. Dia menyuruh saya agar menyuruh Anda makan."
Nazeera hanya mengangguk. Kemudian dia menutup kembali daun pintu itu. Wanita itu kembali merebahkan badannya di atas kasur nan empuk.
Setelah sholat, hatinya sedikit tenang. Jauh dari lubuk hati paling dalam, dia merasa kasian akan keadaan temannya itu.
Dia mengambil ponsel dan mengaktifkannya. Terdapat beberapa panggilan dan juga pesan dari Tamar secara bertubi-tubi. Ada juga pesan dari Dedi dan yang lainnya, namun dia acuhkan.
Dring dring dring
Suara panggilan telepon yang bertuliskan 'Kakak Ipar', beberapa bulan lalu telah ia ganti.
Sebelum mengangkat panggilan, dia menarik nafas panjang. "Halo..." Sahut Nazeera.
"Apakah lo baik-baik aja?" Tanya Mitha. Dia sebenarnya kecewa saat Tamar pulang seorang diri, ingin bertanya tapi nyalinya menciut. Jadi dia hanya pendam sendiri sambil bertanya-tanya dalam hati, kemana Nazeera?
Bersambung...
Maaf lambat,... Aku lupa kalau belum ngirim iniπ aku hanya nulis diwaktu yg sempat ajaπ mohon dri readers atas pengertian like komen dan vote nya... jika bukan dari kalian, lalu pd siapa lagi otor akan semangat? Maaf aja jika ada yang keliru....
Yowes... moga Allah mudhakan urusan kalian...
__ADS_1