Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Cemburu


__ADS_3

Saat pagi tiba, Nazeera masih malas untuk bangun. Dia memperbaiki posisi tidurnya memeluk erat Jaya bagaikan guling.


tring tring tring


Suara alarm di dalam tas Nazeera membuat jaya menggerutu.


****


Jaya menyentuh wajah Nazeera. Terasa ada yang menyentuh wajahnya, Nazeera terbangun.


Deg


Nazeera menjadi degdegan. Area jantung memompa dengan cepat. Dia lupa bahwa ini bukan mimpi.


Nazeera kembali memeluk Jaya yang sedari tadi memperhatikan dirinya.


"Hehe." Cengirnya malu. Kakinya dia tarik kembali di bawah sana.


Jaya hanya tersenyum. Mengusap punggung Nazeera.


"Kenapa? Tidurnya nyenyak hingga terlambat untuk bangun?" Jaya memiringkan dirinya agar leluasa melihat wajah sang istri.


Berada di posisi ini, membuat Nazeera jadi gugup. Badannya tegang.


Rasanya ingin tertawa saja melihat sang istri seperti orang bodoh. Tangan Jaya gatal ingin menyentuh kembali wajah Nazeera. Mengusap-usap pipi mulus itu.


"Kamu makin cantik, sayang."


blus


pipi itu kembali berwarna. Rasanya ingin pura-pura tidur saja.


"Aaaaa...." Rengek Nazeera menutup wajahnya. Dia tidak ingin terlihat bodoh di depan suaminya. Padahal sudah iya.


"Zee... Beneran loh, kamu makin cantik." Ujarnya. Dia kembali menarik kedua tangan Nazeera.

__ADS_1


Alhasil, hidung mereka saling bersentuhan. Saling menatap satu sama lain. Saling merasakan deru nafas.


"Aku sudah ketinggalan jauh dalam momen seperti ini. Seharusnya...."


"Hussttt." Nazeera menutup bibir jaya dengan jarinya.


"Jangan mengatakan seperti itu. Semua akan ada hikmahnya, Jay. Setelah kamu pergi, aku mengakui perasaan ku bahwa aku... A-aku mencintaimu."


Tes


Air mata berhasil lolos.


"Semua adalah ujian, dan ternyata Tuhan sedang menguji kesabaran dan kesetiaan ku padamu. Allah ingin kita dekat dengannya, bermunajat kepada-Nya."


Senyum Jaya semakin mekar. Kemudian menggesek-gesek hidupnya di wajah Nazeera.


"Belajar dimana sih istri ku ini?"


"Hahaha."


"Hahaha." Akhirnya Nazeera berhasil lolos.


"Belajar dimana sih sayang hingga makin pintar seperti itu?"


"Sama ust Agus. Weeek." Nazeera menjawab sebelum menutup kamar mandi.


Tanpa disangka, senyum Jaya hilang seketika. Dia merasa cemburu, tidak rela orang lain berdekatan dengan istrinya.


***


Setelah sarapan, mereka berencana kembali ke ruangan tuan Juventus.


"Kenapa sih, Jay?" Tanya Nazeera bergelayut di lengan sang suami.


"Gak apa-apa. Cuman gak mood aja untuk berbicara."

__ADS_1


Nazeera percaya begitu saja. Kemudian meneruskan langkahnya.


Tadi, selepas Nazeera keluar dari kamar mandi, dia sudah tidak melihat Jaya. Kemudian dia buru-buru menuntaskan kewajibannya dan menyusul Jaya.


Nazeera bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan pria ini?


"Jay?" Panggilnya.


"Kenapa? Kamu mau ini?" Menunjuk salah satu hidangan makanan.


"Gak."


Tidak biasanya dia bersikap begini.


Mereka makan dalam keheningan. Tak ada canda tawa dan saling menggoda satu sama lain seperti saat makan malam di sebuah restoran.


Nazeera makan sambil sesekali memperhatikan Jaya.


"Bersiaplah. Kita akan ke rumah sakit menemui ayah." Ujarnya ketika selesai makan. Dia tidak melirik dan menunggu Nazeera sedikit pun.


"Dia kenapa sih?" Gerutunya.


Saat selesai makan, Nazeera kembali ke kamar Jaya. "Jay?" Panggilnya. Dia membuka pintu kamar mandi namun nihil.


Tok tok tok


"Permisi... Tuan memerintahkan saya untuk mengantar pakaian anda, nona."


Nazeera masih celingukan. "Tuan menunggu anda di ruang tamu." Tahu maksud sang majikan, pelayan itu menjawab.


"Terimakasih."


bersambung...


Bagaimana yah reaksi Jaya jika tahu Dedi jatuh cinta dengan istrinya? Mampu kah Dedi menyembunyikan perasaannya?

__ADS_1


hayoooio menyebut nama ust Agus aja cemburu jaya udh kumat.


__ADS_2