
Maya sangat kesal dengan Jaya, ditambah lagi dengan Akhyar yang masih memilih menutup hati. Dia harus bagaimana? Dia memang mengakui bahwa sekarang sedang mengandung. Akhyar sudah bertanggung jawab sepenuhnya atas dirinya untuk menutupi aibnya. Tetapi dia masih menginginkan Juan yang senantiasa berada di sisinya. Bukan seperti Akhyar, yang terpikat satu wanita, hanya ada satu nama yaitu Nazeera.
Tuhan, maafkan aku atas dosaku. Doa Maya membatin.
Dia memutar badannya, dengan kecepatan kilat, Ayu memegang Maya. Karena hanya dia yang paling dekat. "Maaaaaaaaaayaaaaaaa! Tidaaak!" Teriak Ayu.
Maya yang sudah mendarat di udara. "Mengapa kau menolongku, lepaskan aku."
"Aku bukan malaikat pencabut nyawa. Aku ini manusia, kau boleh mati tapi jangan di depan mataku. Karena jiwa penolongku meronta untuk menolongmu."
Maya tersenyum kecut, benarkah? Haruskah dia merasa sangat bahagia? Apakah Ayu tulus khawatir terhadapnya atau hanya kasihan dengan takdirnya?
Akhyar melangkah lebih cepat, "May, aku mohon. Maafkan aku."
Maya tak lagi membalas ucapan mereka, nafasnya sesak tenaganya memudar. "Yar, bantu aku menarik Maya."
Akhyar langsung membantu menarik Maya, "May, sadarlah." Dia menepuk pipi Maya, berharap Maya akan sadar.
"Yar, ada darah." Ayu mulai panik melihat ada darah yang mengalir dari paha turun ke betis Maya.
Akhyar langsung menggendong tubuh Maya, berharap ibu dan calon anak akan baik-baik saja.
Jaya yang sedari tadi menyaksikan ikut tegang, tetapi dia menutupi dirinya dengan ketidakpeduliannya.
"Jay? Apa yang kamu lakukan tadi? Seharusnya kamu tidak bersikap seperti itu. Itu dapat..." Tutur Ayu mengingatkan.
"Ngak usah ungkit hal itu, aku sudah tahu apa yang akan terjadi jauh hari akan resikonya." Potong Jaya.
"Emang kamu Tuhan?" Cibir Ayu.
Jaya menatap tajam ke arah wanita di depannya.
"Kamu bereskan mereka. Jangan menganggu ku!" Serunya melangkah pergi.
"Issshhh, dasar bucin. Maunya seenak jidatnya." Dengus Ayu merasa kesal.
"Sekarang aku harus kemana? Aishhh, gara-gara kejadian ini jantungku ikutan berlomba." Gerutu Ayu memegang dadanya.
__ADS_1
Ayu melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi. Sedangkan Jaya menuju ke tempat dimana Nazeera berada.
"Sayang, kamu cantik sekali." Puji Jaya dengan menatap lekat wanitanya.
"Hey, jangan menatap ku seperti itu." Nazeera mulai risih dengan setiap tatapan Jaya.
"Kenapa kamu memberikan pakaian seperti ini? Aku kurang nyaman."
Jaya menatap intens Nazeera dari kaki hingga ke ujung kepala, lalu kembali menatap di bagian dada.
Wanita itu langsung menutup bagian dadanya, "Hey, hentikan mata buaya mu itu di dadaku." Kesalnya.
"Aishhh, aku ngak setuju jika kamu memakai pakaian seperti ini. Kamu ganti! Kamu terlalu cantik dengan gaun ini. Bisa-bisa para lelaki akan lainnya akan menjadi sainganku." Ucap Jaya tak setuju.
Penampilan Nazeera sangatlah anggung dengan pakaian yang sedikit terbuka di atas punggung. Lekukan tubuh yang sangat menggoda keimanan seseorang orang. Apalagi tubuh Nazeera masuk dalam kategori model.
Jaya menelan salivanya kasar. Kebanyakan kita percaya bahwa pria hanya akan tertarik pada wanita yang memiliki penampilan seksi, bertubuh berlekuk, serta wajah sangat cantik, bentuk bibir, ukuran payudara yang besar, lingkar pinggang, dan lainnya. Namun, menurut para seksolog, pria juga menaruh perhatian pada sesuatu hal yang berbeda. Ternyata, para pria juga tertarik pada cara jalan wanita, pembawaan seksi yang memancarkan kepercayaan diri dan menggoda, serta temperamen. Yang paling utama, tentunya tak lain dan tak bukan adalah tubuh wanita yang tak berbalut kain adalah hal yang menimbulkan gairah pria.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Nazeera saat melihat Jaya diam tak berkedip, tak bergerak, tak bersuara.
"Jangan seperti itu, bisa-bisa aku menerkam mu sekarang."
"Coba saja kalau kau berani buaya mesum." Balas Nazeera asal tak berpikir apa yang akan terjadi terhadap ucapannya.
Jaya mendengar ucapan Nazeera seperti lampu hijau kembali mendekat. Dia membuka Jaz nya dan melonggarkan dasinya.
Sisa selangkah lagi Nazeera memasuki kamar mandi tetapi terhalang, karena tangan kekar yang merangkul tubuhnya dari belakang.
Nazeera kaget, ternyata dia salah bicara. Tak seharusnya memancing buaya yang sedang tertidur.
"Jay, jangan kurang ajar kamu. Lepaskan aku!"
Jaya mendengus di bagian leher wanitanya, nafasnya yang memburu.
"Aku suka bau tubuhmu." Ujar Jaya.
"Jay, hentikan. Kau itu benar-benar buaya." Nazeera berusaha melepaskan rangkulan Jaya.
__ADS_1
"Jay, aku takut sama kamu sekarang dan jangan membuatku lebih takut lagi."
"Apa yang kau takutkan dariku? Aku ini calon suami mu."
Jaya memutar tubuh Nazeera yang ketakutan, "Tatap mataku. Apa yang membuat dirimu hingga tidak mau belajar untuk mencintaiku." Tutur Jaya kembali mendekatkan wajahnya di wajah wanitanya.
Praakkk
Sebuah tamparan mendarat di wajah Jaya.
"Kau benar-benar kurang ajar. Bukankah kau bersekolah sangat tinggi hingga keluar negeri sekalipun. Tapi beginikah cara untuk membuatku jatuh cinta?" Nazeera benar-benar ketakutan berusaha menjaga prinsip dalam hidupnya yaitu tidak seorangpun yang boleh menyentuh dirinya tanpa seizin.
Jaya menoyor kepala Nazeera yang sedang kesal, "Mana ada pembelajaran khusus di luar negeri tentang cara membuat seorang wanita jatuh cinta?" Tanya Jaya.
Astaga, nih orang bisa-bisanya bercanda di saat seperti ini. Kalau aku balas ucapannya, bisa jadi sekarang aku menjadi mangsanya. Oh tuhan, Abang bunda ayah! Tolong Zee. Hikz hikz.
"Jangan kau mengikuti ku, ku mohon keluarlah." Pintanya.
Jaya tersenyum, "Aku tidak akan keluar sebelum kau menuntaskan sesuatu yang kau pancing sendiri."
Nazeera memutar badan menuju kamar mandi, "Buaya mesum!"
Lagi-lagi Jaya bertindak sesukanya. Meskipun wanita di dakatnya meminta untuk berhenti.
(Apakah yang akan terjadi? Anda penasaran? Sama, saya juga😅🤣🤣)
Bersambung...
.
.
.
Jan lupa vote like dan komen yah sahabat DN💕💕.
Maaf baru up, yang ingin dapat info up ttg DN, silahkan ikuti akun IG ku yah 'greenteach21'
__ADS_1