
Seorang anak kecil mengganggu aktivitas pagi ku di dapur.
"Mama Nadia..." Panggil anak kecil itu dari luar ruang tamu.
"Iya..." Jawabku. "Mama Nadia tidak ada!"
Setelah itu, aku melanjutkan kegiatan ku sambil bernyanyi.
"Mama Nadia..." Panggilnya kembali. Anak kecil itu berusia sekitar lima tahun.
Yah, aku tinggal di kompleks ini sudah hampir empat tahun bersama Tante ku. Setelah pulang dari kampung menghabiskan waktu libur, banyak sekali perubahan. Di depan rumah yang dahulu kosong sekarang sudah di huni oleh orang lain. Rumah sekitar lorong sebelum rumah Tante sudah tidak hanya yang kosong, ada juga penghuninya adalah anak kos-an. Tempat perumahan ini dekat dari kampus. Sehingga sudah banyak masyarakat perumahan ini.
"Iya... Tunggu." Jawabku kembali. Aku ingin keluar dari dapur, tapi kuperhatikan pakaian ku dari kaki hingga ke badan. Aku memakai celana pendek diatas lutut dan baju kaos pas di badan. Itulah pakaian ku ketika berada di rumah dan om aku sedang tidak ada di rumah.
Apakah boleh memakai pakaian seperti ini? Aduh, mungkin saja bisa, karena belum baligh. Tapi...
Lamunanku terhenti karena anak kecil itu masih menyeru.
"Ya. Sebentar!"
Ku nampakkan kepalaku di pintu dapur. Rumah yang kutempati cukup sederhana dan tidak luas. Pintu dapur langsung terhubung dengan ruang tamu. Di ruang tamu tersebut terdapat dua pintu kamar.
Aku mengeluarkan kepalaku sedikit. "Kenapa dek?" Tanyaku sambil memperhatikan apa yang dia pegang.
Anak itu masuk untuk menyerahkan apa yang dipegangnya selama ini. Mau tak mau aku harus keluar dari dapur, meskipun dengan pakaian yang tak layak di hadapan anak kecil itu.
__ADS_1
Dia menyodorkan kantongan itu tanpa berkata apapun.
Rasa penasaran ku timbul, ku buka kantongan tersebut. Ternyata terdapat dua buah mangga. "Mangga dari mana dek?" Tanya ku, karena aku tak tahu, ini anak siapa. Aku bertanya seperti itu dengan maksud agar menyebutkan nama orangtuanya. Tapi diluar dugaan, anak itu tampak berfikir dan ternganga atas pertanyaan ku.
Ini anak siapa? Ditanya malah bengong.
"Ini mangga dari mana, dek?" Ulang ku.
Mungkin saja anak kecil itu kaget atas apa yang dilihatnya. Aku berpenampilan 100% berbeda ketika diluar dan di dalam rumah.
"Dek?" Sapa ku kembali.
Duh, tuh kan. Memori anak kecil seperti ini sangat tajam tapi bagaimana lagi, di dapur tidak ada persiapan. Semuanya ada di dalam kamar. Sungut ku kesal pada diri sendiri.
"Ini mangga dari mana?" Suara ku sudah berbeda namun masih menampilkan senyum. Aku sangat ingin tahu, agar jika yang punya rumah datang akan lebih mudah bagi ku untuk menyampaikan nya.
"Hah?" Aku tercengang atas jawaban anak kecil itu. Kutepuk jidat ku sembari tertawa.
Astaga... Pertanyaannya yang salah atau gimana. Hahaha
Anak kecil itu masih menatap ku bingung. Ku ulang kembali pertanyaan ku, namun dia kembali mengulang jawaban yg sama.
"Hahahaha. Kamu anak siapa sih dek?" Tanyaku sambil memegang perut karena tertawa.
"Mama papa." Jawabnya enteng membuat ku semakin tertawa.
__ADS_1
Mungkin saja pertanyaan yang cocok untuknya agar menyebutkan nama orang tuanya adalah 'siapa nama ibu mu'.
Aku langsung mengucapkan terimakasih. Aku masih tak bisa menahan tawa hingga anak kecil itu menghilang.
Halo kak...
maaf jika menunggu update tapi masih tak up. Oia, alasan knp ngk up disebabkan Krn ponsel ku sering Heng dlm mengetik. pesan WA sj jrg aku bls. mkanya aku sering tlfn atau gak bls pesan sama sekali.
Oia, untuk info up, aku usahain taun depan bkal rutin up dsni spt hari2 sblmx.
mungkin ada yang bilang, 'knp ga nulis di laptop.'
maaf, laptopnya lg reht. ckck..
doain aja mg gak ada halangan apapun.
lopiyuuuuuuhhhhh somayy 💕💕💕
ini hanya cerita hiburan sekaligus info up yah.. yuhuiiii..
ayo komen juga supaya aku up nulis dsni😙.
ayolah.. 🤣🤗🤗🤗
Atau bila komen tembus RATUSAN sebelum taun depan, aku bakal langsung up hari itu juga. ayolah. kalian penyemangat ku.😘
__ADS_1
INI BUKAN BAGIAN DARI CERITA NAZEERA YAH.