
Karena aku lagi bahagia, jadi aku up satu bab hari ini... hehehe intinya lagi mood up... wkwkwk
Selamat membacaβ€οΈπ
******
Di dalam mobil, Nazeera masih penasaran. Kemana Tamar akan membawanya? Tempat yang ia kunjungi begitu asing dan juga....
"Abang sebenarnya mau bawa aku kemana? Kenapa jalan ini sepertinya menuju ke hutan?"
"Karena kita emang akan menuju hutan!" Jawab Tamar santai.
Nazeera melotot.
"Emang kita mau piknik? Kenapa ngak ke gunung saja? Kita belum bawa perlengkapan, bang." Celetuknya.
Tamar hanya tersenyum seraya menggeleng. Padahal dia punya suprise untuknya.
Setelah ini kau akan terkejut lagi saat bertemu dengannya.
Batin Tamar menatap nanar jalanan.
Prak
Nazeera memukul lengan Tamar.
"Iiiiiiihhhh, Abang ditanya malah melamun." Sahut Nazeera manja.
"Hehehe." Cengir Tamar.
"Kita pulang aja." Sahutnya saat melihat bagian job belakang juga tidak ada peralatan piknik.
Nazeera pikir, dia akan ke hutan untuk liburan.
"Sabar napa!"
"Itu, di belakang juga ngak ada persiapan piknik. Kita mau piknik kan? Kalau enggak, ngapain juga kita mesti ke hutan."
"Makanya, jangan asal nebak." Ujar Tamar menarik hidung mancung sang adik.
"Abang!!! Sakit!" Pekiknya kesal mengusap bekas cubitan Tamar.
Tidak ada lagi balasan dari keduanya. Tamar sibuk dengan mengemudi, sedangkan Nazeera sibuk melihat jejeran pohon.
"Bang...! Kita sudah jalan hampir satu jam, sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Nazeera masih penasaran.
"Kamu kan punya mata, bisa baca. Noh, baca tuh." Tamar menunjuk sebuah pembatas jalan.
__ADS_1
"Selamat datang di welcome." Gumam Nazeera membaca tanda yang dimaksud oleh sang kakak.
"Hahhh?! Hahahaha." Tawa Nazeera pecah, dia merasa lucu atas tulisan pembatas itu.
Hari ini kamu akan bahagia, dan sebentar lagi kamu akan bahagia sekaligus sedih.
Nazeera masih setia dengan tawanya. "Emang tempat ini sejarahnya bagaimana sih, kok diberi nama welcome." Lanjutnya masih memegang perut.
Setelah puas ketawa Nazeera kembali mengamati jejeran pohon yang ada di hutan itu. Dia merasa tawanya sangat garing, karena Tamar tak ikut tertawa.
"Bang..." Panggil Nazeera.
"Hem..." Jawab Tamar singkat.
"Abang lagi mikirin apa sih? Dari tadi ngeselin banget. Diajak bicara, malas. Diajak becanda, ngak seru. Ditanya ngak dijawab." Nazeera mengeluarkan unek-unek nya yang sedari tadi ia tahan.
"Kalau kita ingin piknik, kenapa ngak kita ajak kakak ipar? Ayah dan juga bunda? Kenapa hanya ada kita berdua. Kan kalau kita ajak mereka, aku kan bisa ajak mereka ngobrol kalau Abang lagi puasa ngomong." Nazeera masih bingung dengan sikap Tamar. Ingin rasanya dia memberi pelajaran pada kakaknya itu. Rasa penasaran akan tujuan perjalanan masih tak terjawab.
Tamar masih diam. Dia tak menanggapi celotehan sang adik.
"Uuuggghhhhh..." Nazeera merapatkan giginya, emosinya sudah naik ke ubun-ubun. "Dosa ngak yah kalau aku bunuh orang!"
***
Setelah menempuh perjalanan dua jam, akhirnya mereka tiba juga di lokasi.
Emm
Nazeera hanya berdehem. Karena kesal, dia memilih tidur saja selama perjalanan. Dia lagi tak ingin ambil pusing kemana Tamar akan membawanya.
"Bangun, ngak!" Tamar menarik-narik ujung kerudung adiknya.
"Abang kenapa sih? Sukanya ganggin orang saja?" Gerutunya memperbaiki posisi duduknya.
"Udah sampai. Turun!" Titah sang kakak turun dari mobil.
Nazeera memeriksa ponselnya. Dia kaget, ternyata dia berada di tengah hutan lebat dengan menempuh perjalanan sekita dua jam.
Dia juga turun mengikuti langkah Tamar. Wanita itu semakin penasaran, ada apa? Kenapa Sang kakak membawanya ke tengah hutan? Tapi....
"Kenapa ditengah hutan ada rumah tua?" Gumamnya berusaha mengejar langkah Tamar.
"Bang, tunggu! Kenapa Abang bawa Zee ke sini? Emang Abang mau memperkenalkan aku dengan selingkuhan Abang yah? Aku aduin yah sama kakak ipar!" Ancam Nazeera masih dalam keadaan mengejar.
"Bisa diem ngak sih?!" Gertak Tamar tanpa sadar.
Nazeera semakin menciut. Hatinya panas, terasa ingin menangis. Hingga tiba di depan pintu, ternyata terdapat seorang penjaga.
__ADS_1
"Selamat datang, bos." Sapa penjaga membuka sebuah pintu rumah tua itu.
Tamar hanya mengangguk tanpa membalas ucapannya. Dia menoleh ke belakang, ternyata adiknya tak ikut.
"Bukannya ikut, malah tinggal diluar." Gumamnya masih celinguk. Mata Tamar bertemu dengan salah satu penjaga. Dia memanggil penjaga itu.
"Panggilkan wanita yang ada di depan sana!" Serunya terdengar kesal.
Penjaga itu mengangguk patuh. Tak lama kemudian, Nazeera memasuki ruangan itu. "Bang? Ini sebenarnya ruangan apa?" Bulu kuduk Nazeera berdiri. Dia bingung dengan saudaranya. Dia memperhatikan setiap titik rumah tua itu.
"Masih ingatkah kamu? Saat aku mengatakan bahwa aku akan memberikan mu sebuah suprise?" Nazeera tampak berfikir kemudian mengangguk pelan.
"Bukannya Abang akan memberikan ku keponakan?" Ucapnya.
"Ya. Salah satunya adalah itu. "Tapi, masih ada lagi." Tamar memperhatikan sebuah ruangan tertutup. "Masih ada suprise di dalam sana," Ujarnya menunjuk sebuah ruangan. "Kamu buka sendiri!" Lanjutnya disetai senyum licik.
Badan Nazeera langsung membeku. Kenapa sikap abangnya seperti orang kesurupan? Apakah dihantui dengan penghuni hutan ini? Pikirnya.
"Buka saja! Di dalam sana!" Masih menunjuk sebuah pintu yang tertutup rapat.
"Bang..." Cicit Nazeera takut. Tadi saja dia mendapat bentakan sebelum masuk ke rumah ini dan sekarang, sikap Tamar berubah. Seakan ada seribu emosi yang ia bendung dalam sikapnya.
"Kita pulang yuk, aku takut." Nazeera semakin takut.
Prak
"Aaaaa." Teriak Nazeera kaget dengan suara bangku yang jatuh itu. Dia berlari mendekati Tamar.
"Dasar penakut, masih sore begini kau sudah takut." Gumamnya malas. "Sini aku tunjukkan suprise yang sebenarnya pada mu." Tamar menggenggam tangan sang adik.
Meskipun Nazeera sangat takut dengan kakaknya, tapi dia harus berani. Langkah Nazeera tak bisa ia imbangi dengan langkah kakaknya. Hingga jalannya sedikit seperti terseret.
Ceklek
Mata Nazeera melotot melihat........
Bersambung...
.
.
.
Jangan lupa berdzikir sebelum msuk hutan...
Selamat hari lahir Pancasila 1 Juni 2021...
__ADS_1
Smg dunia lekas sehat dari wabah yang katanya Covid-19... Padahal aku pikir itu semga dunia lekas sehat dari wabah penjahat, spt KORUPTOR dkk, agar bisa menciptakan kesejahteraan ummat...ππΎββοΈβ€οΈπ