
Setelah puas meratapi nasib, Jaya melihat jam tangannya, ternyata sudah jam 1 dini hari. Mungkin saja si Robin pingsan, akibat pukulan beruntun.
Jaya menarik nafas panjang, kemudian duduk di kursi. Mengambil sebatang rokok dan mengisapnya. Daripada pulang dengan keadaan seperti ini, lebih baik dia kembali besok saja di rumah sang istri. Membayangkan istrinya saja membuat Jaya rindu.
Kemudian, Jaya mengambil ponsel, dan mengusap gambar Nazeera yang terpampang cantik di sana.
"I love you. I Miss u. maafkan aku sayang, kuharus meninggalkan dirimu di malam pertama kita. Nanti aku tak akan meninggalkanmu lagi." Ujar Jaya sedih.
Sampai pukul 5 Jaya masih belum tidur, dia melupakan seseorang. AYU!
"Bawa dia ke dalam mobil!" Titahnya. Emosi Jaya kembali naik.
Dia bermaksud ingin memberikan Ayu pelajaran dengan mempertemukan Ayu dan juga Robin. Dia ingin membunuh mereka berdua saja.
"Inikah yang dikatakan sahabat?" Gumam Jaya mengingat beberapa foto kebersamaan Nazeera dan juga Ayu. "Terkutuk kau sialan."
Jaya membawa dengan kecepatan tinggi, hingga di tikungan, mobil truk akan berpapasan. Pengemudi mobil tersebut sedikit mabuk. Hingga di tidak bisa menyeimbangkan mobilnya saat bertemu dengan mobil Jaya yang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ciiiikkkkkkkkk
Suara rem.
piiiiiiiiiiii
Suara klekson.
Alhasil, mereka tertabrak.
Begitulah ceritanya teman-teman. Jadi, org yg ada di dalam mobil itu adalah Robin yah. sang pemilik kaluang yang di dapat oleh dokter waktu itu. dan Jaya dan diselamatkan oleh tuan Juventus karena tuan Juventus mengenal Jaya bahwa jaya adalah leader. Sang pemimpi di perusahaan. Orangnya banyak diceritakan di majalah dan juga di tv2... okee bosku... kembali ke masa sekarang.
"Jay... Sadarlah!"
"Awwww...." Keringat dingin membasahi tubuh Jaya.
Nazeera melihat Jaya kesakitan ikut tegang. apa yang harus dia lakukan untuk membuat suaminya tenang.
__ADS_1
"Awwww...."
"Zeee.... Sakit!" Ujar Jaya.
Jaya sudah bersimpuh memegang kepala yang rasanya ingin meledak.
Tak ada cara lain lagi. Nazeera memberikan sang suami pelukan. dia memeluk suaminya erat. Lama kelamaan, ringisan dari mulutnya hilang.
Tak lama, Jaya menjadi tenang. Tiba-tiba Nazeera mengingat kata-kata Jaya barusan. "Zee... sakit."
Jaya mengingat namanya? Apakah Jaya sudah mengingat dirinya?
hikz hikz hikz
"Jay, tolong ingat diri ku Jay. dan jangan seperti ini. aku tak sanggup melihat mu kesakitan didepan mataku, Jay."
hikz hikz hikz
Mereka hanya berdua di atas atap. Langit, bintang dan seluruh benda yang ada di sana menjadi saksi.
Sewaktu pertemuannya di mol, Nazeera datang dan tiba-tiba memeluk Jaya sewaktu masih diberikan nama Aldebaran.
Saat tiba pelukan itu mendarat, Jaya merasakan sesuatu yang aneh. Ingatan sepintas kembali lagi, dimana dia meluk seorang wanita, hingga saat itu Jaya hempaskan Nazeera dengan kasar karena kepala Jaya rasanya ingin pecah saja. Masih ingat kan?
"Sa-sayang..." Ujar Jaya. Dia sedikit pucat.
Nazeera yang mendengar suara Jaya ikutan menoleh. Sayang?!
"J-jay...."
hikz hikz hikz
"Jay, jangan tinggalin aku lagi, Jay..." Pinta Nazeera sesegukan.
Nazeera melonggarkan pelukannya. "Jay..." hikz hikz hikz
__ADS_1
Nazeera tak bis mengucapkan apapun selain menyebut nama suaminya.
hikz hikz hikz
"sayang...." Jaya memegang wajah Nazeera dengan kedua tangannya. hikz hikz hikz
"Maafkan aku, sayang..." Jaya kembali masukkan Nazeera kedalam pelukannya.
Ya... Jaya sudah mengingat semuanya. Mengingat tentang siapa dirinya. Dia yang memaksa dirinya untuk menembus ke dalam mulutnya Mimpi yang menghantuinya selama ini.
"Jay..."
Hikz hikz hikz
Pelukan kedua insan kembali erat. mereka melepaskan rindu yang teramat dalam.
"Maafkan aku sayang. Maafkan aku. maaf." Jaya mengucapkan kalimat itu karena merasa bersalah terhadap sang istri. "Maafkan aku karena meninggalkan mu di hari bahagia kita."
hikz hikz hikz
Nazeera menggeleng di dada sang suami. Sudah banyak tumpahan air mata demi orang yang dia cintai.
"Tidak, Jay..."
hikz hikz hikz
"Maaf sayang..." Jaya seakan tercekat. Banyak sekali kesalahan yang dilakukan terhadap sang istri. "Maaf karena terlambatengingat tentang dirimu, sayang."
Jaya mengaung, rasanya ingin dia lepaskan saja malam ini. Hilangnya ingatan, dan muncul hanya sedikit demi sedikit saja membuat Jaya tersiksa akan sakit yang dia rasakan.
hikz hikz hikz
Akhirnya, suara tangis jaya keluar juga.
terimakasih.
__ADS_1
_tamat_