
Halo para pembaca Ditinggal Nikah, jangan lupa beri Author semngat yah.
mohon maaf jika masih ada typo. Mohon di komen yah jika penulisannya masih kurang bagus.
.
.
.
***
"Zee..Zee." Ucap seseorang yang tiba-tiba datang menerobos.
Jaya melihat seseorang tiba-tiba datang mengguncangkan tubuh Nazeera. "Hey, kamu ngapain ke sini? Urus aja calon bini di belakangmu." Kata Jaya sambil mendorong Akhyar.
Akhyar mendengar perkataan Jaya menusuk, Dia melirik ke arah calon istrinya, Maya yang diam membisu. Lelaki itu berusaha untuk berdiri dibantu oleh calon istrinya.
"Kakak, sebaiknya jangan bertengkar, ayo kita bawa kakak Nazeera ke rumah sakit." Kata Apar melerai pertengkaran keduanya.
"Kita bawa pakai mobilku saja." Ucap Akhyar. Tanpa meminta persetujuan dari siapa pun, lelaki itu mengangkat tubuh Nazeera menuju ke arah parkiran taman.
Sampai di parkiran taman, saat selesai memasukkan Nazeera ke dalam kursi penumpang mobil, Akhyar ikut duduk dan meletakkan kepala Nazeera di pahanya. Lelaki itu melempar kunci mobil ke arah Jaya, "Untuk kali ini aja, kamu yang nyetir. Jangan sampai terjadi sesuatu terhadap Nazeera." Ucap Akyar khawatir, lalu menutup pintu mobil.
Maya dan juga Jaya mau tak mau harus mengikuti keinginan Akhyar. Jaya menyetir mobil, Maya duduk di sampingnya. Mobil telah melaju menuju rumah sakit. Apar dan kawan-kawan kembali ke rumah Amma karena perintah dari Jaya.
***
Di Rumah sakit, seseorang telah memeriksa keadaan Nazeera. "Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Akyar.
"Dia hanya kelelahan dan kekurangan cairan atau biasa disebut dengan Dehidrasi. Dehidrasi merupakan penyebab pingsan yang paling umum terjadi. Seseorang yang mulai mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan biasanya ditandai dengan pusing, sakit kepala, dan jarang buang air kecil. Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani dengan minum air yang cukup, maka tubuh akan mengalami dehidrasi berat sehingga mengalami pingsan.
Hal tersebut dikarenakan dehidrasi menyebabkan tekanan darah menurun dan membuat tubuh sulit untuk menstabilkan tekanan darah. Seiring tekanan darah rendah berlanjut, maka risiko pun semakin tinggi. Berdiri dengan cepat saat dehidrasi juga dapat mengakibatkan pingsan. Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan dalam tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih dapat mencegah terjadinya pingsan."
Dokter itu memberi jeda, "Kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, saya mohon pamit." Pamit Dokter.
***
"Sebaiknya kamu pulang, terimakasih untuk hari ini." Kata Jaya dingin.
"Iya. Aku mohon sama kamu, jaga Nazeera." Ucap Akhyar menepuk bahu Jaya.
"Iya. Aku pasti bakal jaga. Tanpa kamu suruh pun aku akan jaga. Kamu ngk usah khawatir."
Maya hanya mendengarkan mereka berbicara. Dia juga pamit pada Jaya setelah melihat Akhyar keluar dari ruangan. Maya berdiri di dekat Nazeera, 'Maafkan aku, Zee.' Katanya dalam hati, lalu keluar dari kamar pasien.
***
Sekarang tinggal Jaya dan Nazeera. Jaya duduk memainkan handphonenya di sofa dekat tempat tidur Nazeera. Tidak lama kemudian, wanita itu membuka mata. Dia melirik ke arah seorang lelaki yang tengah fokus pada benda di genggamannya.
"Jay. Aku kenapa disini?"
Jaya yang semula fokus pada handphonenya, melihat ke sumber suara. Lelaki itu mendekat lalu menceritakan semuanya, termasuk bantuan Akhyar. Mendengar semua itu, hati Nazeera seakan-akan merindukannya. Matanya berkaca-kaca, mengingat kembali perhatian yang pernah di lalui bersamanya. 'Kenapa kalian tega?' Kata Nazeera dalam hati.
"Maafin aku Zee, aku ngk bermaksud buat mengingatkan kamu lagi."
Nazeera melihat Jaya lalu tersenyum, "Tidak apa-apa, aku hanya kelilipan." Ucapnya berusaha untuk bangun dan melepaskan cairan yang tergantung di tiang infus.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain?" Tanya Jaya.
"Aku mau ke kamar mandi."
Jaya mendengar perkataan Nazeera langsung menggendong tubuh mungil wanita itu. "Hey, apa yang kamu lakukan?"
"Emang apa lagi selain menggendongmu. Apa kamu meninginkan yang lain?" Tanya Jaya.
Jaya menurunkan Nazeera di depan kamar mandi, "Apa kamu mau ikut masuk?" Tanyanya saat melihat Jaya masih berdiri di depan pintu.
"Kamu mengizinkanku? Ysudah aku mau." Goda Jaya sambil tertawa.
Nazeera berdecak sebal, lalu masuk dan menutup pintu dengan keras. Jaya semakin tertawa melihat tingkahnya.
***
"Jay, kamu ngk tanya Bang Tamar-kan?" Tanya Nazeera sambil berbaring. Jaya dengan telaten membantunya.
"Ngak, karena aku tau kamu tak menginginkan dia khawatir."
"Kapan aku boleh pulang? Kamu tau kan aku ngk suka rumah sakit."
"Iya. Besok kamu sudah boleh pulang. Sekarang kamu makan yah. Tadi suster membawa makanan ini." Ucap Jaya menyodorkan makanan di depan Nazeera.
"Belikan aja pangsit. Aku ngak mau makanan rumah sakit." Tolak Nazeera.
"Manja amat sih jadi manusia." Canda Jaya.
"Ysudah kalau ngk mau, mana handphone ku?" Tanya Nazeera mengulurkan tangannya.
Sembari menunggu pesanan, Nazeera bosan karena tercipta keheningan diantara keduannya, Jaya terlihat sibuk dengan benda kecil di tangannya.
Setelah pesanan datang, mereka makan bersama, keheningan masih saja tercipta. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, mereka sama-sama beristrahat. Jaya tidur di sofa dan Nazeera di tempat tidur pasien.
"Jay, kamu yakin tidur di sofa?" Tanya Nazeera melihat Jaya tidur dengan gelisah.
"Hemm." Jawab Jaya dengan mata terpejam dan salah satu tangannya di kening.
"Kamu boleh pulang kok."
"Kamu mengusir ku?" Kata Jaya tersinggung ucapan Nazeera.
Jaya langsung bangun mengambil handphone di atas meja lalu berjalan keluar ruangan dan menutup pintu dengan pelan.
"Lagi PMS kali yah? Aneh banget." Kata Nazeera lalu menarik selimutnya hingga ke dada.
***
Diluar ruangan, Jaya sedang menunggu seseorang, tak lain adalah Dedi sahabat sekaligus asistennya. Jaya berada di cafe rumah sakit. Dedi datang dan menaruh kunci mobil di hadapannya. "Nih, gue bawa pesanan loe bos." Kata Dedi tersenyum sambil duduk di dekat Jaya.
"Bos apaan. Bekas Orang Sin*ting?" Ucapnya bercanda.
"Hahaha. Loe tau aje bro. Oh iya, gimana nih kedekatan loe ma gebetan selama seminggu berhasil ngak?" Tanya Dedi penasaran.
Jaya menghembuskan nafasnya kasar, lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, "Loe belum pesan sesuatu." Ucapnya mengalihkan pertanyaan Dedi sembari memanggil pelayan.
"Hahaha. Segitunya cintanya sih loe ma dia." Ucap Dedi sambil terkekeh.
__ADS_1
"Loe bakal tau sendiri ketika loe jatuh cinta." Ujarnya menyilangkan kaki. Dedi mendengar perkataan Jaya semakin terkekeh.
"Belum seminggu Ded, ini juga hari pertama. Namun ujungnya di rumah sakit." Kata Jaya.
"Tadi dia yang ngantar kesini." Sambung Jaya.
"Kenapa? Loe cemburu?" Goda dedi.
"Jangan bilang kamu sengaja tak menghubungi Abangnya." Sambung Dedi.
"Gue udah izin kali."
"Ngak ada kali disini."
Dedi tahu tentang perasaan Jaya pada Nazeera. Dedi dan Jaya berteman saat berada di negara X. Obrolan mereka terhenti karena pelayan datang membawa pesanan Dedi.
Mereka mengobrol hingga larut. Jaya baru menyadari jika di luar cafe telah hujan deras. Dia terlihat panik mengingat Nazeera sangat ketakutan bila hujan deras terjadi pada malam.
Dengan tergesa-gesa, Jaya berjalan dengan cepat menuju kamar Nazeera. Saat membuka pintu, Jaya melihat Nazeera menutup tubuhnya dengan selimut. Terdengar suara tangisan.
Nazeera tidak menyadari kedatangan Jaya, dia masih saja membungkus dirinya dengan selimut. Lelaki itu menutup pintu dengan sangat pelan.
Jaya berjalan menuju sofa, dia duduk menyilangkan salah satu kakinya di atas paha. Dia bersandar di sofa, kedua tangannya bertumpu di dada. Lelaki itu hanya memperhatikan Nazeera tampa menenagkannya.
"Enak ditinggal sendiri?" Cibir Jaya setelah lama menyaksikan Nazeera terbungkus.
Tidak ada jawaban, Lelaki itu mendekati Nazeera.
"Zee, maafin aku." Sambung Jaya memegang pundaknya.
Nazeera membuka selimutnya, meraih tangan Jaya lalu memeluk tangan lelaki itu dengan kuat. Seakan-akan tak ingin di tinggalkan. Jaya mengusap pucuk kepala wanita itu untuk menenangkannya. "Jay? Kamu telepon Onni yah suruh kesini. Aku takut. Aku juga belum memberi kabar ke dia, pasti dia khawatir." Kata Nazeera dengan mata masih terpejam. Onni adalah pengasuh Nazeera sedari kecil.
"Ngak apa-apa. Aku sudah mengabarinya. Kamu jangan khawatir ada aku kok. Kalau kamu ngak mau, ysudah aku pulang saja." Kata Jaya berusaha melepasakan genggaman Nazeera.
Nazeera mendengarnya langsung membuka mata, Dia berdecak sebal, 'Ini orang dalam keadaan seperti ini, masih saja menjengkelkan. Aku benar-benar takut kam*pret kalau hujannya seperti ini.' Maki Nazeera dalam hati.
"Kamu kenapa sih Jay? Memberi pertolongan setengah-tengah. Kenapa ngak pergi aja sekalian tadi? Kenapa mesti balik lagi?" Ucap Nazeera marah.
Jaya melihat Nazeera emosi, semakin tertawa. "Ngak kok. Aku hanya bercanda Zee." Ucapnya kemudian naik ke tempat tidur Nazeera.
"Kamu mau ngapain?" Teriak Nazeera melihat tingkah Jaya.
"Aku mau mandi. Sudahlah tidur saja." Kata Jaya. Lelaki itu ikutan tidur di sampingnya dan menepuk pundak wanita yang ada di hadapannya.
Hujan yang semakin deras diiringi oleh suara petir. Nazeera semakin memejamkan matanya takut. Jaya menarik wanita itu kedalam pelukannya, "Sudah diam saja. Good night. Izinkan aku tidur disini. Hari Ini sangat melelahkan." Pinta Jaya dengan mata terpejam.
Bersambung...
.
.
.
Halo para pembaca Ditinggal Nikah. Jangan lupa tinggalin jejak berupa like, komentar. Kalau boleh jangan lupa vote yah.
Author padamu ^^
__ADS_1