
"Abaaaang..." Teriak Nazeera menyambut rentangan tangan Tamar.
Tamar tersenyum. Nazeera pikir, dia datang untuk mendapatkan pelajaran dari saudaranya. Namun, setelah kedatangannya dan melihat Tamar, ada senyuman yang mewarnai sudut bibirnya.
Berarti abang gak marah. Huft syukurlah.
Nazeera senang akan hal itu. "Welcome." Tamar membalas pelukan Nazeera.
Seketika, Nazeera mengingat pesan dari Tamar bahwa akan ada kejutan setelah kedatangannya.
"Bang? Kejutan apa yang akan kau berikan pada ku?"
Mereka berdua keluar dari ruang tunggu menuju parkiran bandara. Banyak yang iri melihat kemesraan mereka. Padahal mereka hanya adik kakak saja.
Tamar tersenyum, "Nanti saja." Jawabnya menarik hidung mancung Nazeera.
***
"Kamu langsung istrahat saja, bunda dan ayah tidak tahu kalau kamu hari ini akan datang."
Mereka berdua telah tiba di mansion. Sebenarnya, Nazeera ingin langsung diantar ke rumahnya saja, namun Tamar ngotot untuk membawa adiknya ke mansion.
"Yasudah, aku juga sangat lelah." Nazeera menaiki tangga.
"Abang mau kemana? Kenapa ngak naik?" Tanya Nazeera saat Tamar masih berdiri di anak tangga pertama.
"Emm... Ngak, cuman mau ke dapur." Alasannya.
Ekhem ekhem
Tamar berdehem seakan mendapatkan gangguan tenggorokan.
"Abang haus, jadi mau minum dulu." Alasannya.
Nazeera menyatukan alisnya bingung dengan kegugupan saudaranya itu. Biasanya dia tinggal memerintah untuk diambilkan atau air minum selalu tersedia di dalam kamarnya. Tapi sekarang?
__ADS_1
Abang ke dapur? Tumben.
"Yasudah yah bang, Zee nitip juga minumnya yah... Bawain ke kamar." Cengir Nazeera sambil berjalan ke anak tangga selanjutnya. Meskipun dia sendiri masih bingung.
"Enak aja, kamu punya dua kaki dua tangan. Ambil aja sana." Kesal Tamar.
Tamar mengurungkan niatnya untuk kedapur. Dia kesal karena sikap sang adik. Tamar melangkah dengan menyentakkan kaki sebagai oelampiasan atas kekesalannya. Dia mendahului Nazeera yang cengir.
"Loh, loh. Abang kenapa..." Belum sempat Nazeera menyelesaikan kalimatnya, Tamar sudah masuk ke kamarnya.
Prak
"Ngapa tuh orang?" Komentar Nazeera melihat sikap Tamar.
Di dalam kamar Tamar, dia sendiri bingung, kenapa sikapnya jadi begini selama Tamar sudah menikah, dia selalu saja kesal bila ada di rumah.
huft
Tamar melonggarkan dasinya. Dia melihat Mitha terbangun. Mungkin saja itu karena suara pintunya tadi.
Setelah kesadarannya terkumpul, wanita itu langsung menuju kamar mandi, mempersiapkan air hangat untuk Tamar. Kaki Mitha sudah bisa bertumpu dengan baik karena setelah pernikahannya, Tamar menyuruh Mitha agar berobat di singapura.
Tamar terpaku, dia masih bertanya-tanya. Mengapa dia sangat membenci dan sangat tidak menyukai wanita di dalam kamarnya itu.
"Ekhem..." Tamar berdehem. Menghilangkan kegelisahan dirinya.
Apa bisa yah sekali melakukannya bisa langsung hamil?
Tamar masih ragu akan pernikahannya bersama Mitha. Apalagi saat mengetahui bahwa Mitha sudah hamil.
Pernikahan yang ku atur hanya bertahan selama enam bulan saja. Tapi karena kehadiran bayi itu harus mengikat ku dengannya. Ahh, sial sekali.
Tamar berjalan menuju sofa, dia melepaskan sepatu dan bajunya di sana. Lelah bergelanyut dengan pikiran, mungkin merendamkan diri di buth up akan menghilangkan sedikit rasa lelah.
"Kenapa wanita itu sangat lama di dalam sana?" Mata Tamar melirik Mitha di dalam kamar mandi yang tak kunjung keluar.
__ADS_1
Karena penasaran, Tamar menyusul Mitha ke dalam kamar mandi.
Glek
Sebagian tubuh Mitha basah. Baju yang ia kenakan membuat kelakian Tamar bangkit.
Tamar menelang salivanya kasar, matanya tak bisa ia alihkan pada sudut yang lain. Mitha yang melihat sikap Tamar jadi salah tingkah.
"ma-mas... Kran airnya rusak." Cicit Mitha sedikit takut. Di tangan kanannya terdapat patahan kran air, sedangkan di tangan kirinya menutup sambungan pipa untuk menghentikan air mengalir.
Mata Tamar di alihkan ke tangan Mitha. Ternyata benar, yang menyebabkan Mitha basah adalah air. (Yaiyalah, kalau kena air mah basah namanya, tapi kalau kena sambel apa yah namanya? 🙄)
"Dasar tak berguna!" Umpat Tamar.
Pikiran liarnya ia hentikan. Dia tak mungkin melakukan hal gila itu pada Mitha, cukup sekali dia membuat wanita itu hamil.
Bersambung....
Hem... Ayo yg belum mmberikn bintang, bagi donk bintang nya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Tulis komen kalian di part ini.
Ayo komen, jan sampai kamu pemenang selanjutnya 💕
Selamat kepada beliau.... Anda mendptkan reward dri otor yah...
Silahkan cek di ig otor knp bisa mndptkn reward... ok ok ok.
silahkan DM di ig otor @greenteach21 untuk kelanjutan hadiahnya...
Silahkan VOTE LIKE KOMEN
HAPPY READING....
__ADS_1