Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAB 85 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

"Mas..." Ayu masih berusaha mendatangi Tamar. Namun yang dikejar malah acuh memperbaiki jasnya.


"Jangan sampai wanita itu mati dengan cepat." Tamar memerintah Alber agar mengawasi Ayu.


"Baik tuan." Alber membungkuk. Dia kembali ke ruangan di mana Ayu di sekap.


hikz hikz hikz


Ayu merintih ke sakitan, lapar, haus menjadi satu. Bagaimana caranya agar dia bisa lolos dari sekapan ini. Lelah berpikir membuat kepalanya pusing. Sedikit demi sedikit, kesadarannya pun hilang.


***


Keesokan harinya, Nazeera di datangi oleh asisten yang selalu setia padanya.


"Nona... Ada apa anda menyuruh saya datang ke sini? Bukan kah ini hari libur?" Bingung Dedi karena ini adalah hari minggu.


"Tidak ada. Bukan kah di kantor kau juga sering mengganggu ku?" Pekik Nazeera kesal. Dia masih menyimpan beribu dendam pada orang di hadapannya. Hari-hari kemarin selalu datang mengetuk, menyuruh memeriksa ulang berkas, padahal audah dia kwrjakan dan menyuruhnya tanda tangan. Hal itu dia lakukan selama di negara X.


"Kerjakan yang di sana. Pindahkan semua pot itu ke atas." Mata Dedi melotot mendengar penuturan nonanya. Sedangkan orang yang berbicara sangat santai tanpa beban.


"Susun saja bagaimana baiknya, saya sudah lelah melihat pot itu berjejeran di depan rumah ini." Ucapnya menutup majalah yang ia baca.


"Cepat selesaikan." Ucapnya melihat Dedi tak berkutip. "Setelah itu antar saya ke sebuah tempat. Jika tidak, saya akan pergi sendiri. Saya tak ingin penolakan!" Ancam Nazeera. Dia tahu, bahwa ancamannya ini akan ampuh. Jika tidak, dia akan menjadi santapan Tamar.


Glek


Dedi menelang salivanya sendiri. Dengan segera, dia membawa semua pot yang tersusun di lantai dua. Pot yang dibawanya ada yang kecil besar.


Hosh hosh hosh


Dedi ngos ngosan setelah membawa beberapa pot bunga.


"Oh God! I think Mis. Nazeera have mad!" Umpat Dedi kesal di sela-sela kegiatannya.

__ADS_1


(Oh tuhan! Saya pikir nona Nazeera sudah gila!)


"I hear you, Ded!" Pekik Nazeera dari dalam. Tapi tawanya tak bisa ia urungkan. Ingin sekali dia melompat karena berhasil menyiksa Dedi secara lembut.


(Saya mendengar mu, Ded!)


Dedi yang kesal hanya bisa melakukan perintah atasan. Sedangkan di dalam kamar, Nazeera melampiaskan bahagianya dengan jungkir balik tertawa di tempat tidur hingga...


Brug


"Aawww..." Keluh Nazeera karena jatuh dari tempat tidur.


"Gue dapat karma." Ucapnya spontan memegang bokongnya yang sangat sakit akibat guling-guling.


"Sakit banget..." Rengeknya mengusap bokongnya.


Dring dring dring


Dring Dring Dring


Suara ponsel itu berdering lagi, dengan langkah berat Nazeera menghampirinya, tapi dia berjalan seperti orang tidak normal (encok).


"Halo..." Nazeera menjeda ucapannya. "Sebentar lagi, bersabarlah. Saya sudah mau pergi."


Nazeera menutup panggilannya, kemudian mengambil beberapa berkas di dekat meja. Sebelum pergi, Nazeera memperbaiki kerudung nya.


"Ded?" Panggil Nazeera.


Hosh hosh hosh


"Ada apa nona." Ucap Dedi sedatar mungkin. Nafas dia hembuskan dengan tidak teratur.


"Saya mau keluar."

__ADS_1


"Baiklah, nona."


Tiba-tiba Nazeera menutup hidungnya, "Kamu bau keringat, Ded."


Uweekk Uwekkk


Dengan tangan cepat, Nazeera menarik kunci mobil di saku belakang Dedi, saat pria itu asyik mencium bau badannya sendiri.


*Hihihi


Rasain lu*...


"Cepetan tata dengan rapi tuh bunga, saya tunggu di bawah saja." Ucap Nazeera setengah berteriak seraya melewati tangga.


Dedi berbalik, kemudian menunduk. "Baik, Nona."


Dedi memperbaiki bunga terkhirnya, sedangkan di lantai bawah. Nazeera tertawa kencang mengingat ide konyolnya.


Nazeera mengunci apartemen agar Dedi tak bisa keluar dan mengejarnya.


Yes


Nazeera bersorak, "Aku harus cepat ke sana sebelum Dedi mwnemukan ku." Nazeera melangkah dengan cepat menuju parkiran.


.........................................


Bersambung....


Maaf bila ada typo... Mksi buat mak2 yang sll dukung green..


Doain mg Jaya cpt bangkit dri kubur.. ini juga udh hampir tamat 😁


...VOTE LIKE KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2