Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Pemakaman


__ADS_3

Sore hari, pemakaman maupun jenazah sudah siap dikebumikan. Nazeera sangat menyesali dirinya tak memaafkan Jaya semasa hidupnya. Entahlah, mengapa setiap bersama dengan Jaya dia selalu tak menghargainya. Atau mungkin saja karena semasa kecilnya dan sebelum menikah dia selalu menggoda Nazeera, hingga terasa wanita itu tak menghargainya?


"Abang? A-aku mau meminta maaf padanya atas kesalahan ku padanya." Curhat Nazeera dipelukan Tamar.


Sekarang Nazeera berdiri seraya menyaksikan suaminya dimakamkan. Tamar sangat bersedih, namun apalah daya, dia juga tak boleh lemah untuk adiknya.


Loe berhutang ke gue, gue jagain istri loe. Loe harus bayar gue. Jangan bercanda untuk dikebumikan, sekarang loe bangun, adik gue udah maafin loe.


Tamar tak mengizinkan Nazeera buat membuka ataupun melihat mayat Jaya untuk yang terakhir kalinya. Wanita itu sangat ingin melihat jasad suaminya, tetapi Tamar tak mengizinkan dengan alasan takut Nazeera akan semakin histeris.


Melihat sang adik larut akan kesedihannya, dia membenamkan wajah Nazeera di dadanya untuk memberikan kekuatan.


Ayu dan Mitha juga berada di sana. Mitha berada di dekat Nazeera dengan duduk di kursi roda. Mereka berdiri berjejeran di atas bata yang tersusun dengan rapi.


Mitha mengusap tangan Nazeera. "Dia sekarang hanya butuh doa. Jangan bersedih. Jika kamu mengikhlaskannya, maka jalannya akan dipermudah, kamu adalah istrinya, doakanlah dia keselamatan di akhirat. Bersabarlah!"


Istri? Iya, sekarang aku istrimu Jay, aku tidak ingin ditinggalkan, apalagi menjadi janda di usia yang seperti ini. Jangan membuatku semakin membenci mu dengan membuat aku janda. Jay, kabulkan permintaan ku, bangunlah. Aku merindukan mu.


"Aku akan ke sana dulu, kalian jaga Nazeera." Ucap Tamar dingin.

__ADS_1


Mengapa akhir-akhir ini sikapnya selalu dingin?


Batin Ayu.


"Terimakasih, Mit."


"Zee, sebaiknya kamu pulang saja, wajah mu sangat pucat. Jaga kesehatan juga, Zee." Ujar Ayu.


Sebenarnya Nazeera masih dirawat di rumah sakit, tapi dia tetap kekeh ingin hadir di pemakaman suaminya untuk yang terakhir kalinya.


"Yu, aku merasa sangat kehilangan dia. Tidak ada lagi yang selalu menggodaku, mengganggu aktivitas ku. Tidak ada lagi memerintah tanpa henti, tidak ada lagi tawa nya, tidak ada Yu, hikz hikz hikz. Dia pernah meminta maaf, tetapi aku belum memaafkannya, hikz hikz hikz. A-aku belum sempurna untuk menjadi istrinya, seharusnya dia juga membahagiakan aku." Nazeera memeluk erat Ayu dan mengeluarkan segala rasa keluhan yang dia rasakan.


Tangisan Nazeera sudah redah, dikala melihat pemakaman yang sudah selesai. Dia berjalan, diikuti oleh Ayu, sedangkan Mitha hanya menyaksikan dari jauh. Dia tidak bisa ke sana, karena keterbatasannya yang dia miliki.


"Zee, jangan sedih lagi, doa kan dia seperti kata Mitha tadi." Ayu mengingatkan Nazeera saat mereka hampir tiba.


Doa telah dipanjatkan, orang-orang telah pergi. Para kerabat kerja Jaya banyak yang hadir. Mereka yang tahu tentang pernikahan rekan kerjanya hanya turut berduka atas apa yang menimpanya.


"Nyonya, izinkan saya berbicara." Ucap Dedi.

__ADS_1


Nazeera mendongak, sekarang dia sedang memeluk batu nisan sang suami.


"Apa yang ingin kamu katakan?" Tanyanya. Suaranya sudah hilang, tak lagi terdengar dengan sangat jelas.


Dedi membungkuk, "saya di sini menghadirkan pengacara Jaya. Dia ingin mengatakan sesuatu."


(Apa yang akan dikatakan oleh pengacara itu? Padahal sekarang masih dalam keadaan berduka)


Bersambung...


.


.


.


Jan lupa nitip like aja bagi tiap pembaca, mohon beri otor smngat dgn cara like vote and komen..


mff,, lagi ada masalah dikitπŸ™πŸ™ jk ada typo atau krg jelas, moon dimaafkan.

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2