Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Penghulu


__ADS_3

Seperti juga di berbagai acara pernikahan, acara dimulai dengan pembacaan Alquran dan saritilawah. Setelah mendapat pemberitahuan dari MC bahwa proses ijab kabul dipimpin penghulu, lantas dimulailah acara penting dalam ritual pernikahan tersebut.


Penghulu, sesuai dengan peran atau tugas dan fungsinya, tahu persis hal yang berkaitan dengan rukun dan sunnah dalam pernikahan. Salah satu sunnah Rasulullah SAW saat acara pernikahan adalah khutbah nikah. Khutbah nikah berisi nasehat dan wasiat kepada pengantin.


Kata sah menggema di seluruh ruangan itu. Perasaan Nazeera menjadi campur aduk, haruskah dia bahagia? Tapi sekarang harus bagaimana, dia telah dipersunting oleh seorang laki-laki menurutnya hanya pantas sebagai om.


Raha memegang tangan Nazeera, "Sekarang kamu telah resmi jadi istri, Nak. Berbaktilah pada suami mu."


Nazeera meneteskan air matanya, Mitha juga turut bahagia atas pernikahan sahabat barunya.


Tok Tok Tok


"Bunda, Nazeera sudah boleh turun." Ucap Ayu.


"Kamu jangan menangis, apapun yang terjadi nanti pada rumah tangga mu, jangan pernah kamu umbar aib kepada siapapun. Sekarang, aib suami mu adalah aib mu juga, Nak. Semoga sakinah mawaddah waa rohmah." Tutur Raha kemudian melangkah pergi dari kamar Nazeera.


Mitha dan Ayu turut mengaminkan. Semua orang merasa bahagia atas pernikahan ini, kecuali Nazeera. Hatinya masih diselimuti kegelisahan. Benarkah cinta akan tumbuh setelah keduanya telah berumah tangga? Bagaimana kalau itu tidak terjadi dan dia masih terjebak dalam perasaannya sendiri bersama orang yang sudah berstatus suami sahabatnya.


Sebuah sentuhan menyadarkan dari lamunannya, "Gue yakin, ini adalah jalan Allah untuk mempertemukan kalian. Benci bisa jadi cinta loh." Tutur Mitha menasehati.


Ayu langsung memeluk Nazeera, "uwwuuhhhh, selamat yah hany sweety." Ayu manja dipelukan Nazeera.


Tok Tok Tok


Ketukan pintu kembali bersuara, "Bukannya disuruh jemput, malah nimbrung." Ketus Tamar membuyarkan mereka yang saling berpelukan.


"Abang cemburu? Sini biar Zee peluk." Kekeh Nazeera.


Ayu sudah keluar dari ruangan itu saat Tamar datang. "Na, dandanan loe jadi berantakan. Sini gue perbaiki dulu." Mitha memajukan rodanya.


Saat Tamar melihat Mitha kesusahan, dia membantu Mitha mendorong kursinya.


Dug


Dug


Perasaan apa ini, kenapa aku...


"Sudah sampai, sekarang perbaiki sebelum gue bawa turun." Ucap Tamar datar melipat kedua tangannya.


Mitha diam, dia dengan serius memperbaiki make up Nazeera. Sebenarnya ada rasa gugup yang dia rasakan, tetapi dia berusaha menutupinya.


"Kalian kok masih tinggal sih?" Keluh Raha saat kembali ke kamar anaknya.


"Pengantinnya sudah lama menunggu." Lanjutnya.


"Iya bunda, bentar lagi."


"Selesai. Sekarang turunlah." Mitha membersihkan tangannya bekas make up.


"Abang bantuin Mitha aja, nanti aku turun sama bunda."


Mitha mendongak, Nazeera tidak peduli atas tatapan sahabatnya.

__ADS_1


Aku sangat takut, takut kalau pada akhirnya pilihan ku ini bukan yang tepat dan kandas di tengah jalan.


Raha memegang tangan Nazeera dan menuntunnya untuk menuruni tangga. Nazeera selalu menundukkan pandangannya. Gugup akan tatapan semua orang yang berada di sana. Langkah semakin dekat hingga matanya tak sengaja melihat Jaya yang duduk dengan kalem, dengan memakai jaz hitam yang dilengkapi dengan peci hitam.


Jaya semakin tercengang membuatnya semakin terpesona akan kecantikan orang yang baru saja berstatus istrinya.


Sejak kapan dia memakai hijab. Kamu sungguh cantik dan membuatku semakin menggila. Aku tak menyangka bisa memiliki mu, meskipun tidak dengan hati mu.


Nazeera sudah duduk di dekat Jaya. Wajahnya sangat cantik dengan polesan dan juga dengan hijab yang dia kenakan. Sebenarnya dia memakai riasan yang tanpa hijab, tetapi ini semua karena saran Mitha, agar memakai hijab.


Para saksi dan penghulu menahan tawa karena ekspresi Jaya yang tatapannya seakan bola matanya akan keluar.


"Ekhem, santai aja donk tatapannya." Colek Dedi di dekat Jaya.


Jaya mengikuti balik Dedi hingga mengenai perutnya.


Bos sialan. Gue tabok-tabok loe baru tau rasa. Untung loe bosnya.


Dedi memegang perutnya yang sakit.


Penghulu mengambil alih kembali tugasnya saat pengantin wanita telah duduk. Dia menyuruh mereka memasangkan cincin secara bergantian. Setelah selesai penghulu menyuruh Nazeera mencium tangan Jaya dan dia menurut. Dia tak banyak bicara saat ini, seperti orang yang sedang sariawan saja.


Saat Nazeera mengangkat kepalanya, tanpa aba-aba Jaya sudah mencium kening dan juga bibir istrinya tanpa permisi.


"Sabar woi, ngak usah ngebut." Teriak Ayu.


Nazeera sangat malu, dia sangat ingin membalas perlakuan Jaya yang menurutnya setimpal.


"Alhamdulillah. Sekarang kalian telah sah menjadi sepasang suami dan istri. Kehidupan rumah tangga tidaklah selalu sempurna, terkadang ketika kita mengalami susah dan payahnya melaksanakan tugas sebagai penopang utama keluarga, sengaja atau tidak pasti ada perasaan yang menyalahkan, walaupun itu kadang masalah yang sepele."


"Dengan adanya akad nikah ini mulai sekarang pengantin baru ini sudah punya SIM."


Jaya mengernyitkan alisnya, "SIM?"


"Bukannya SIM itu Surat Izin Mengemudi khusus untuk berkendara yah? Kenapa dibawa-bawa ke sini? Emang kepolisian apa." Gumam Dedi.


"Wah bukan itu Mas." Penghulu menimpali ucapan Dedi, karena dia juga mendengarnya.


"SIM itu Surat Ijin Menaiki."


Diruangan itu semakin heboh dengan suara tawa. Sedangkan perasaan Nazeera semakin takut dan gugup. Dia tak pernah mengangkat pandangannya saat penghulu berbicara.


Sedangkan Jaya tangannya sudah mencolek Nazeera. Namun sayang, Nazeera sama sekali tak bergeming.


Tuhan, aku memohon dengan segala takdir mu.


Doa Nazeera.


"Walaupun sudah punya SIM kalau mengemudi jangan ugal ugalan yah." Saran penghulu menyumbang banyak tawa kembali.


"Lihatlah situasi dulu, kapan waktunya ngebut, kapan waktunya slow."


Gila nih penghulu, hahaha. Batin Dedi melirik ke arah Nazeera.

__ADS_1


"Apalagi kita semua yang hadir disitu termasuk kategori pengantin tua."


Semua tentu sudah paham apa yang dimaksudkan pak penghulu, pengantin laki hanya senyum-senyum disamping pengantin perempuan yang masih menunduk.


"Abangnya Nazeera yang udah tua tapi belum dapat SIM." Tutur Raha terkekeh di dekat suaminya.


Lalu pak penghulu menyerahkan surah nikahnya. "Pak penghulu sudah menyerahkan SIM nya, gue tunggu info nya lebih lanjut." Kekeh Tamar.


"Tahan-tahan, gue mau foto dulu." Celetuk Ayu antusias.


Pengantin baru itu mengangkat surat nikahnya masing-masing.


"Mulai detik ini anda berdua sudah menjadi keluarga baru, di dalam pernikahan ada  kewajiban, hak dan tanggung jawab. Kewajiban di satu pihak adalah hak dipihak lainnya, begitu sebaliknya dan dalam menjalani kehidupan senantiasa menjaga keharmonisan. Menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah. Kemarin anda memiliki 2 orang tua dan sekarang anda berdua memiliki 4 orang tua yaitu orang tua dan mertua (hakikatnya sama penyebutannya saja yang berbeda),"


Jaya menunduk sedih atas ucapan penghulu, " untuk itu buatlah mereka tersenyum, berbakti dan ridho. Karena ridho Allah bergantung pada ridhonya orang tua. Sebagai anak, doa juga merupakan senjata bagi orang tua yang telah tiada. Mintalah restunya melalui doa."


Penting untuk disimak bahwa pernikahan itu awal penyatuan takdir untuk saling berbagi kasih dan sayang menasehati satu sama lain sehingga tercipta apa yang dicita-citakan dalam berkeluarga. Pengantin tua (para hadirin) seolah mendapat pencerahan untuk memperbarui komitmen.


"Karena itu sebaiknya kita yang jadi pengantin tua yang hadir di sini dapat juga memperbarui akad nikah agar seperti pengantin baru, yah maksudnya baru 15 tahun/20 tahun/25 tahun ibarat komputer akad nikah itu seperti mereinstal program, agar lebih fress."


Para hadirin manggut-manggut mengerti yang dimaksud penghulu.


Tamar berada di dekat Dedi, "Gue mah SAH-bar." Dedi mengusap dadanya.


"Ini ilmu buat loe cepet dapat SIM."


"Emangnya gue doang, loe juga kali." Dedi tak terima.


Bersambung...


.


.


.


Aduh Ded.. sabar yah,, hari ini SAH-bar besok-besok gue SAH-te loe kok🤣🤣🤣🤣


hihihi


ayo ayo.. mana dukungan kalian?


Jan lupa dukung Nazeera dengan cara Vote like and komen..


gue udah kabulin permintaan kalian buat satuan dua insan nih yang sll ribut.. mg aja di rumah tangganya ngak ribut Mulu🤣🤣😆😆 atau itu bumbu penyedap kali yahhh🤣🤣


LIKE like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like


yang baca banyak, yang lain jempolx susah amat beri otor smngt😑😑


gue maaau rehat, salam akhir pekan💕💕


Mampir ke karyaku yah

__ADS_1



SELAMAT MENANTI...!!!


__ADS_2