
Ketika lanlan sedang dalam kurungan, di luar kota peperangan kembali pecah.Ribuan pengungsi yang mencoba bertahan di depan gerbang,kuasa lagi untuk menetap.Para pemberontak yang tersisa semakin mendekat.
Rakyat yang mendengar kabar itu dengan cepat pergi menghindari perang.Pedang tidak bermata, jadi pergilah menjauh.Masyarakat yang ramai tiba-tiba hilang entah kemana.Meskipun pergi artinya tidak asa lagi ubi jalar gemuk dan gula merah tapi hidup masih lebih berharga.Serangan datang setelah dia hari kemudian.
"Kalian yakin kabar yang kalian terima itu benar? "
"Benar jendral, itu benar! " seorang bawahan yang membawa kabar menjawab dengan yakin. Mata mata mereka sudah kembali dengan kabar penting ini.
"Huh.ada mata mata dari pihak kita, pastikan mereka tidak selamat"
" Baik jenderal "
" Hal ini tidak akan bagus, aku tidak tahu bagaimana hati nurani mereka hingga sanggup membocorkan rahasia ini "Seharusnya orang itu berterimakasih atas sumber makanan karena kelaparan yang lama di kompi nya bukan malah membocorkan nya pada pihak musuh yang akan membuat segalanya jadi lebih rumit.
"Kita cukup beruntung bisa mengetahui kabar ini sebelum mereka tiba.Jadi bagaimana jendral? "
"Panggil yang lain. Kita harus rapat untuk langkah selanjutnya"Kata nya keras.
"Baik" bawahan segera pergi untuk memanggil beberapa jendral untuk datang.
Saat ini jendral besar menyesali bocor nya berita tentang bahan makanan yang bersumber dari kota Xi.Seorang penghianat telah memberikan kabar ini pada pemberontak yang bertempur dalam keadaan lapar.Entah dia dia bayar dengan apa.
Banyaknya bahan makanan yang bisa ditransfer dari kota Xi yang membuat para pemberontak merasakan iri. Mereka juga telah memakan kulit kulit pohon dan menahan lapar beberapa hari tapi entah bagaimana kota xi masih bisa bertahan dengan bahan makanan yang berlimpah.Sekarang kondisi pihak musuh tidak lebih baik daripada para pengungsi yang lemah dan kurus kering.
Beberapa mata-mata dari pemberontak telah di sisipkan di antara para pengungsi dan mereka bertahan di situ hingga satu minggu lebih.Meski hanya satu kilogram ubi jalar perhari dan beberapa pon gula merah itu masih bisa bertahan dan berkelanjutan setiap harinya.Mata mata pihak musuh memilih bertahan di sana selagi jatah ubi jalar masih di agih kan setiap hari. Mereka sama. bahagia nya dengan para pengungsi lain ketika menerima untaian ubi jalar manis yang gemuk di pelukan nya.
Bagaimana tidak ini bisa membahagiakan para pemberontak yang lapar. Bisa memberikan ubi jalar kepada para pengungsi yang lapar ini masih bagus menandakan di dalam gerbang pasti mereka hidup dalam berkecukupan hal ini bisa dilihat dari para penjaga yang masih menumbuhkan daging.
__ADS_1
Dalam sekilas bisa dilihat kebenaran dari gosip gosip itu jadi implikasi nya para pemberontak dan menuju ke gerbang kota xi dengan penuh semangat juang.
Karena itulah membuat jenderal besar yang menaungi beberapa jenderal kecil di bawahnya. Dia sekarang sedang sakit kepala.Bagaimanapun kota xi harus dipertahankan karena saat ini hanya kota itu yang bisa memberikan bahan pangan yang cukup memadai.
Bukan hanya untuk para prajurit yang bertempur tapi bahan-bahan ini juga akan dikirim ke beberapa gerbang kota lain hal ini cukup membantu untuk waktu-waktu yang kritis. Hingga bagaimanapun keberadaan bahan bisa dikatakan sebagai rahasia besar ini. Kota ini jelas tidak boleh jatuh ke tangan para pemberontak.
Pergerakan para pemberontak harus segera diblokir. Kalau bisa mereka harus di bereskan dalam waktu dekat ini.Bertarung dalam keadaan lapar bisa membalikkan keadaan dengan cepat maka keputusan yang tepat dan cepat juga akurat harus dilakukan secepat mungkin. perang ini harus segera diselesaikan.
Jenderal besar ini masih muda dengan beberapa lika di tubuh nya.Aura nya sebagai seorang jenderal muda cukup terasa karena sudah ribuan nyawa yang hilang karena tebasan pedang nya.Matanya penuh ambisi namun juga terlihat kesepian.
"Jenderal tian"
"Jenderal Tian"
"Jenderal"
Jenderal Tian melirik semua jenderal yang datang dengan pandangan tak jelas.Para jenderal ini mulai. menumbuhkan daging tidak seperti beberapa minggu yang lalu.
"Kalian sudah mendapatkan kabar nya? "
"Sudah jenderal besar, penghianat sudah berhasil di ringkus dan dipenggal di tempat. Sesuaikan intruksi dari jenderal besar"
"Bagus, penghianat seperti tidak perlu di kasihani.Selain itu bagaimana perkembangan nya?"
"Beberapa bukti mengatakan, beberapa anggota keluarga nya ada di pihak pemberontak.Kami sudah mengirimkan informasi ke atas dan merekomendasikan pemusnahan tujuh keturunan asli"
"Baik ini bagus, bibit busuk harus di buang sebelum tumbuh besar"
__ADS_1
"Jadi sekarang kita harus membahas tentang strategi kali ini, kalian ada ide? "
"Baik, saya pikir......
Rapat berlangsung lama di kemah jenderal besar hingga lah makan malam tiba.Rapat berlangsung tertib dan cukup teratur.Setiap masukan di terima dan ide terbaik akan di aplikasi kan ke lapangan.Satu yang pasti adalah penyelamatan bahan makanan secara besar-besaran harus dilakukan secepat mungkin.
Semua jenderal puas atas kepemimpinan jenderal besar Tian yang dingin tanpa pernah tersenyum.Dia seperti seseorang yang mengalami kelumpuhan wajah. Tidak pernah menunjukkan ekspresi apapun di wajah nya.Tidak itu bahagia ataupun sedih.
Namun begitu dia cukup tegas, apalagi dia adalah tangan kanan Kaisar baru.Hanya saja kali ini dia di turun kan ke garis depan karena kabar terbaru ini.
Kaisar memandang penting pasokan makanan ini. Misi utama kali ini adalah penyelamatan keluarga sun. Pihak yang amat krusial dalam penyediaan bahan makanan penting untuk negara kali ini.
Keputusan pertama adalah menyelamatkan kota xi.Satu Kompi akan membawa semua perbekalan yang ada saat ini keluar kota.Ketika saat terburuk tiba pastikan para pemberontak datang dengan tangan kosong.
Satu Kompi khusus akan di bentuk untuk membawa pihak sun jika ada tanda tanda kota Xi akan di jebol kemudian. Ada seseorang yang penting dalam keluarga itu.Jendral besar tian mendapatkan mandat langsung dari kaisar muda yang berkuasa sekarang. Menyelamatkan kota Xi hanya lah poin ke dua yang tidak penting.Keluarga sun adalah prioritas pertama rapi jendral kecil tidak tau itu ini rahasia...
"Siap kan semua nya dalam waktu singkat"kata sang Jendral ketika rapat berakhir. Dia cukup puas dengan hasilnya.
"Baik jendral"
"Bergerak sekarang! "pekik nya dengan semangat penuh.
"Siap! "
Semua jendral bergerak pergi ke pleton masing-masing. Mereka harus cepat jangan sampai kalah langkah dengan para pemberontak.
Misi kali ini jelas. Lindungi keluarga sun.. lindungi kota Xi....
__ADS_1