Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
akhirnya...


__ADS_3

Selang tujuh hari kemudian, kediaman resmi putri Lanniang ditutup untuk umum.Keluarga Sun bahkan tidak pergi ke kantor sama sekali.Meskipun dua anak. masih di asrama, mereka tidak di beri tau tentang kabar terbaru ini.Masih banyak waktu untuk itu.


Meskipun dalam keadaan berkabung, mereka masih harus makan untuk hidup.Untuk beberapa waktu,nasi tidak lagi harum, daging tidak lagi terasa nikmat bahkan gula pun tidak terasa manis di lidah.


Tapi semua orang harus makan meskipun sedikit, apatah lagi Lanlan sedang hamil.Kandungan ini sudah bisa di hitung tujuh bulanan.Bayi bayi ini mungkin sudah bisa merasakan lapar jika sang ibu menolak makanan.Untuk bayi Lanlan makan dengan enggan.


"Sayang, cuba cicipi rebusan ikan ini. Kabar nya bagus untuk kandungan mu! "Sun Zie prihatin dengan bayinya bula Lanlan mogok makan.Dia tidak melihat Lanlan makan lahap sejak kabar di terima.


Lanlan tidak begitu bodoh untuk mengorbankan bayinya demi orang yang sudah pergi. Dia sudah makan cukup banyak buah dari ruang ajaibnya.Meskipun Sekarang Ruang ajaibnya tidak lagi menanam padi dan sebagainya tapi pohon buah tetap di lestarikan di sana demi kenyamanan dirinya sendiri.


Sama seperti sebelumnya, satu untuk setiap jenisnya .Lanlan cukup puas karena buah di ruang ajaibnya selalu bisa di konsumsi tanpa kenal musim.Jadi sebenarnya dia tidak terlalu lapar sekarang.Tapi semua orang selalu merasa tertekan jika tidak berhasil melihat dia makan beberapa mangkuk nasi sehati.


"Suami ke dua, seperti nya ini cukup aku kenyang"


"Belum cukup, ayo satu mangkok lagi, baik? "


"Tapi aku benar-benar sudah penuh, ini tidak mungkin berhasil, tolong? " Dia mulai merengek, perutnya sudah penuh.Semua mata budak pelayan memandang nya prihatin, ini lah wanita yang telah di tinggal mati seorang suami.Dia sulit tidur dan sulit makan, kasihan.


( Lanlan : aku punya tiga oke)


Tiba-tiba seorang pelayan datang menginterupsi "perhatian" semua orang.Dia mengatakan ada pengemis yang ingin masuk dan membuat keributan di depan gara-gara tidak di izinkan masuk ke dalam kediaman resmi.

__ADS_1


"Siapa dia? "Tanya ayah mertua jelas tidak senang dengan kinerja orang ini.


"Seorang pengemis tuan besar" ucap nya takut, keluarga ini selalu ramah tapi mengganggu waktu kumpul keluarga adalah garis batasnya dan dia tau itu.


"Hanya pengemis, kau yakin? "


"Ya tuan tapi dia begitu galak, para pengawal di pukul mundur dengan mudah"


"Ohh begitu, apa pengawal kita begitu lemah, ayah, sepertinya ini menarik.Ayah mertua ayo lihat dan coba tarik dia ke sisi kita.Cari jabatan yang cocok untuk nya, baik? " kata Lanlan menengahi. Ayah mertua nya mengangguk sepeti ayam mematuk nasi. Dengan cepat dia setuju.


"Baiklah, ayo kita lihat"


Tidak seperti yang di perkiraan, pemandangan di depan membuat mata berkabut."Seorang pengemis bau sedang bersimpuh di kaki ibu mertua dan menangis untuk beberapa waktu.Ayah dan Ibu mertua juga menangis di saat yang sama. Bisa di tebak apa yang terjadi. Ini karena ibu mertua menyebutkan nama nya seraya membelai kepala nya yang tertunduk.


"Ohh.putra ku,syukur lah kau kembali, huwaaaa...


" Ibu.. ibu aku.. aku durhaka padamu bu. maafkan aku karena telat pulang. Maaf"


"Putra ku sudah hampir dua tahun, tapi. ayah senang kau pulang. Sekarang semua akan baik baik saja,nak, syukur lah dewa. Aku.. aku akan memberikan satu koin emas untuk sumbangan para pengemis di luar untuk berterima kasih pada dewa"Ayah mertua begitu senang hingga berniat menyumbangkan satu koin penuh yang setara dengan setengah miliar itu. Tapi tidak kah dia berpikir, tidak ada pengemis di bukit lapin.


" Ahh ayo, ayo nak, kau sudah makan. Ohh tentu saja belum kan.Ayo mari kita ke meja makan sekarang. Isi perutmu dulu baru berbersih, baik? '

__ADS_1


"Baik.bu, kau yang terbaik, aku lapar hingga mampu makan singa" ucapnya cengengesan.Ibu mertua segera. membimbing Sun Zie ke meja makan yang tadi di tinggal kan. Dua begitu bersemangat tanpa tau beberapa orang masih berdiri tanpa bicara.


Tapi begitu Kelompok ini melewati Lanlan, Sun Zie mengeryitkan dahinya sebentar melirik perut buncit Lanlan dengan mendengus kasar. Dia berhenti beberapa detik sebelum berjalan lagi. Mata nya berbicara "kerja siapa lagi ini"


"Aku lapar, tapi setelah tenang mari selesai kan akunnya"katanya dengan nada mengancam, tapi di tidak menyebutkan nama siapa pun tapi efeknya pergi ke mana-mana.


"Kakak pertama, kau.. kau pulang. hehehe baik,baik sekali kak"Sun Yat yang berdiri tepat di sebelah Lanlan segera menjawab. Baginya perkataan itu adalah satu penegasan" Kau bersalah, tunggu hukuman mu"


"Suami pertama, selamat kembali" ucap Lanlan memerah, jelas dia senang melihat lelaki yang membuat semua orang tak nyaman ini kembali tanpa kekurangan apapun selain 'bau'.Tapi dia tidak merasa bersalah yang sama seperti dua suami lainnya.Tugasnya di rumah jelas, hamil dan melahirkan, jadi siapa takut, hahaha.Tidak takut tapi ngeri hingga merinding.Daging nya jangan mau di makan dulu masih buncit. Hisss...


Lanlan mengikuti langkah kakinya di sertai Sun Qie dan Sun Yat.Kali ini seperti ada beban yang telah di turunkan dari hati. Kembalinya Sun Zie membuat semua orang bisa tersenyum lagi sekarang. Dua saudara yang sebelumnya merasa bersalah sekarang merasa lega. Jika di minta untuk memilih antara Istri dan saudara mungkin mereka akan memilih saudara, begitu lah.


Lanlan :patah hati.


Di meja makan,meja di tata ulang dengan menu yang baru. Tapi hanya ada satu mangkuk nasi disana, ini jelas untuk Sun Zie. Sun Zie tidak malu memulai makan nya dengan rakus. Dia sudah menunda makan dua hari. kebelakang ini. Jadi dia makan seperti hantu lapar yang belum makan nasi satu abad.


"Pelan pelan nak, tidak baik memaksa perut yang lama kosong.Minum sup nya dulu baik"pesan ibu yang senang melihat Sun. Zie makan.Paling tidak putranya masih berumur panjang tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya.


" hemm"


Sun Zie patuh pada ibunya. Dia meneguk dua mangkuk sup hangat sekali gus.Kembali ke nasi dan menjentikkan beberapa daging lagi.Dia benar benar lapar tak berniat untuk berbicara banyak. Sekarang dia sudah kembali dan akan punya banyak waktu untuk berbicara yang lain Untuk sekarang mari makan dulu.

__ADS_1


__ADS_2