
Ketika lanlan sadar, hari sudah meninggi.Tampaknya jam makan siang sudah dekat. Rasa sakit di kepala masih berdenyut ketika satu tangan besar menyisir pelan di belahan rambutnya yang acak acakan. Dia mengernyit ketika setitik cahaya masuk ke dalam ma tanya.
"Suamiku? "Lanlan belum menyesuaikan penglihatan nya tapi dia tau lelaki ini pastinya salah satu dari suaminya
"Sayang kau bangun?"Ini suara sun yat suami ke tiga si berondong jagung yang manis
"Hemm.. ini.. bagaimana?"lintasan memori tenta peristiwa tadi malam mengigatkan lanlan kenyataan pahit.Masih untung bekal belum di bagikan, meskipun tidak ad ruginya bagi lanlan tapi berbagi pada orang berhati hitam itu amat sangat buruk.
"Harusnya kita lebih waspada lagi pada mereka,semua uang ditubuh habis tidak tersisa lagi,Lalu.. lie'er juga di bawa pergi"Keluh sun yat, dia merasa sedih yang di kumpul kan dengan susah payah hilang dalam sekejap mata. Apalagi kehilangan keponakan nya yang manis. anak itu pasti akan susah bila tidak di temukan secepatnya.
"Apa kata mu, lie'er? "lanlan tak melihat kejadian itu dan sun lie luput dari pantauan.
"Sekarang paman paman mu pergi mencari orang dengan kakak pertama. Mari berharap mereka di temukan"
"Lie'er masih anak kecil, dia.... dani? "Sun lie danadik nya adalah sosok yang tidak terpisahkan, kedepan nya pasti sulit buat Sun dani sendiri.
"Dan'er masih bagus,ada di gerobak.Ibu dan ayah sempat pingsan tapi jauh lebih baik dari nenek lan mu"
"Ada apa dengan dia? "Lanlan tidak memiliki perasaan dalam pada nenek pemilik tubuh hanya merasa terhutang budi hingga keberadaan orang tua itu bisa di anggap sebagai membalas budi.
__ADS_1
"Seperti nya dia kehilangan akal sehatnya sebentar, semua terjadi di depan mata sendiri.dia agak terpukul karenanya"Cerita sun yat lagi, tapi fokus lanlan adalah pada darah yang mulai membeku di kepala nya.Tidak bolah kehilangan lagi ketika sun Qie belum juga sadar.
"Lukamu, biar ku rawat dulu"
"Sudah baik,nanti saja baik? "Tolak sun yat, di saat saat begini dia merasa gagal sebagai manusia, dia gagal sebagai saudara, anak dan juga suami. Todak bisakah dia menjaga keluarga ini agar aman dan nyaman ketika kondisi malah akan membutuhkan pengobatan lain.
"Tidak boleh infeksi, kita jauh dari dokter. Biarkanlah aku mengurus mu sebentar"Lanlan menyapu wajah sun yat dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dua tau bagaimana suami berondong ini tidak memiliki kepercayaan diri. Dia selalu merasa di bawah terkadang hal ini tercermin dari tindakan nya di ranjang.
Dia tak pernah meminta lanlan melayani nya jadi lanlan selau berinisiatif terlebih dulu sebelum dia juga aktif pada akhirnya. Jadi lanlan selalu agresif untuk nya penakut untuk sun Zie tapi takluk dengan romantis nya sun Qie. Tapi kasih dan perhatian lanlan terkadang lebih condong kepada nya dari pada suami lainnya. Lanlan juga tak adil sebenarnya. Akibatnya secara tak sadar sun yat juga bersandar pada lanlan dan selalu mengikuti apa kata lanlan seperti sekarang. Betapa mudahnya dia menurut
"Baiklah"jawab sun yat pelan.
Setelah selesai menyeka luka sun yat, lanlan pergi ke ayah mertua yang juga linglung menatap nenek lan yang menangis tanpa henti. Wanita tua itu di bujuk oleh bibi pertama dan ibu mertua.
Di saat ini nenek lan hanya bisa menyalahkan diri sendiri.Menemukan menantu yang baik hanya takdir sendiri dan hari ini dia menerima pelajaran pahit dalam sejarah hidupnya.
Lanlan datang mendekat tanpa bicara langsung menyeka beberapa luka pada tiga lansia.Dia begitu fokus pada pekerjaan nya ketika nenek lan datang dan menariknya ke dalam pelukan nya seraya menangis.
"Lanlan ini semua dosaku pada mu nak, huwaaaa.. "
__ADS_1
"Nenek ini bukan salah mu, ini adalah takdir.Hati manusia siapa yang tau kedalaman nya"bujuk.lanlan iba. Wanita tua ini di rasa tidak buruk pada detik ini.
"Ahai.. adalah biji mataku.. bagaimana dia bisa berpaling begitu mudah nya.. hiks.. huks.. lagi lanting dan ibu nya huwaaaa...
" Maaf nyonya sun,karena ini kami tak bisa berbuat banyak.Kami iklas menjadi kuda dan sapi untuk kalian kedepan nya" bibi kedua berbicara pelan dengan malu. Dia mendengar bagaimana keluarga ini berpikir akan membagikan bekal untuk mereka awalnya. Ini bisa di katakan niat baik, bukan kah karena urusan perut orang bahkan rela menjual anak.Jadi perkataan nya bisa di bilang wajar sebenarnya bila ini di realisasi kan.
"Mari kita do'akan sun lie di temukan dalam keadaan baik baik saja. Sekarang kita harus berbesar hati dan segera siapkan makan siang jadi ketika semua orang kembali makanan akan siap baik? "
"Ya mari "kata bibi pertama, meskipun dalam kondi yang tidak baik tapi dia masih bersemangat untuk masak yang baik sejak beberapa waktu kebelakang.Dia ingin makan kenyang.
Segera bibi pertama membuat api dan menarik beberapa genggam salju. Salju ini di anggap bersih dan itu masih berbasiskan air. Sementara itu bibi pertama menatap lanlan yang berlari ke gerobak san merogoh beberapa barang hingga air liur bibi pertama tercivit di salju dan membeku di tempat nya.
Segera lanlan menyapu beberapa daging kering dengan sejumput sayuran dari dalam ruangan namun di alihkan ke kotak rahasia di bawah gerobak.Ada juga beberapa roti kukus isi daging untuk masing masing orang.
Beberapa genggam beras di campur ke dalam panci bersama butiran salju, lemparkan juga irisan daging kering biarkan mendidih hingga besar hancur dengan cantik dan kental. Tunggu saja agak matang ketika sayuran di lemparkan bersama garam.Tak perlu melemparkan bumbu lain takutnya bau harum yang akan ter hasil mampu mengundang kejahatan lain. Jadi hindari bau harum merebak jauh.Cukup tambahkan beberapa saos ketika akan makan nanti sesuai selera masing-masing.
Posisi mereka kali ini jauh dari keramaian karena bahan masakan yang langka ini.Sengaja jauh dari orang lain karena rak mau mengambil resiko sama seperti sebelumnya.Ketika makanan matang mari tunggu beberapa orang yang pergi kembali pulang. Meski demikian lansia dan anak-anak mendapatkan jatah terlebih dulu bersama satu buah persik matang sebagai pencuci mulut. Agar aman mereka melahap semua nya dalam gerobak sementara orang dewasa duduk di luar dengan sabar.
Tapi bagaimana pun kenyataan tak sesuai dengan angan angan. Mereka memang pulang bersama dengan beban lain tapi ada satu sosok yang hilang di sana. Sun zie....
__ADS_1