
Dari jauh keliatan sekali jika balon udara Lanlan sedikit bergerak gerak tidak teratur. Semula beberapa orang agak khawatir tapi mereka berpikir ini ulah angin yang bertiup agak kencang.
Sementara itu, Lanlan sedikit tenang di kamar kecil nya. Dia berusaha tenang tidak melawan.Sesekali suara indahnya keluar terdengar jelas dari pintu.
Siapa sangka, di luar, Sun Qie sedang nguping.Dia tersenyum senang, Kakak nya pintar sekali membujuk lanlan hanya dengan sekali gerakkan.
Di rasa aman, dia melirik dua orang yang sedang bertugas mengayuh sepeda. Mereka dengar atau tidak, itu masa bodoh.
Yang dia pikirkan, orang yang sedang mengayuh lanlan di kamar kecil.Jika itu adik ya pasti dia tidak canggung untuk ikut berpartisipasi. Tetapi ini adalah kakak pertama yang agak emosian. Jadi tunggu giliran saja, hehehe.
Sementara di dalam, jangan bilang jika Sun Zie sudah berhasil membobol gawang. Saat ini Sun Zie yang di pikirkan oleh Sun Qie,sedang mengayuh bahtera cinta,tapi dia sebenarnya sedang membeku di tempat.
Lanlan melemparkan obat sejenis pelumpuh. Hanya tubuhnya saja yang kaku tidak bisa bergerak, selain itu semua nya normal.
Lanlan mendengus melihat Sun Zie yang ternganga tidak percaya.Lanlan melumpuhkan nya.
Jika saja ada obat untuk melumpuhkan ingatan seseorang, pastilah dia akan melemparkan bubuk itu ke arah Sun Zie tanpa berpikir. untuk sekarang dia hatus puas dengan obat ini.
Saat ini Sun Zie kaku bagaikan batu karang, tapi dia bisa mendengar dan berbicara seperti biasanya.Baru pertama kali nya Sun Zie di kalah kan. Itu pun oleh seorang wanita kecil.
"Lanlan, berikan penawarnya, cepat! "Pekik Sun Zie yang marah. Belum pernah dia di perlakuan oleh Lanlan seperti ini. Lanlan biasanya tidak pernah menolak dirinya. Tapi sekarang dia menolak dan memberikan nya racun yang kejam.
"Penawar, hemm ogah! "jawab Lanlan cuek. Dia bangun dan mengambil kesempatan ini untuk memperbaiki pakaiannya yang sedikit robek.
"Lanlan sayang, tolong?? "rengek Sun Zie lagi. Dia selalu menggagap kemarahan lanlan hanya lah sepele tapi sekarang tidak lagi. Ayo bujuk dengan lembut.
"Tidak, jangan harap, siapa suruh begitu kasar, emang enak di paksa"
"Sayang, Lanlan sayang, udah marahan nya, ya, penawarnya, cepat, pegal nih! "
Lanlan masih marah besar, dia segera merapikan lagi pakaian nya.Setelah itu dia memanggil Sun Qie. Ada bayangan panjang di pintu jadi siapa lagi yang akan ngintip jika tidak Sun Qie.
"Sun Qie... Qie'er"panggilnya
"Ya, ya sayang" otak Sun Qoe segera bekerja "yuhu.. ada rezeki hehehei "
Lanlan tersenyum nakal pada Sun Zie yang kaku. Dia ingin melemparkan Sun Zie keluar begitu saja, abis, bikin hati tambah kesal aja. Tapi fia mungkin harus mengakhiri semua nya cepat ataupun lambat. Jadi kenapa tidak sekarang.
"Masuklah"
__ADS_1
Sun Qie berbinar, segera pintu kamar kecil itu di buka dengan gembira. Tapi gambaran nya agak berbeda dengan yang dia bayang kan.
"Kakak pertama, lagi ngapain? " di pikirnya dia akan di ajak ke medan tempur tapi kenapa kakak nya begitu kaku dengan gaya yang tidak biasa.
"Lanlan meracun ku, Cepat mintakan penawarnya"matanya dengan Sun Qie yang belum. masuk. Maklum lah, gaya Sun zie agak aneh. Jadi lucu jika di lihat lagi.
Dia sedikit membukukkan badan tapi bagian bawah nya sedikit kedepan. Ini seperti postur ingin mendobrak langsung ke" goa utama. Pakaian atas masih lengkap tapi yang bawah hanya tinggal satu keping kecil saja.
Otot-otot nya terlihat jelas dan mempesona tapi bukan itu yang Sun Qie pikir kan, Lanlan telah melakukan sesuatu kepada kakak pertama nya ini.
"Sayang, kau..! "
"Jangan pikir aku mau membunuh suami sendiri, tapi aku lagi bosan. Ruangan ini tidak cukup dekorasi, jadi gitu deh"
"hah, Sayang, kasian kakak"kata Sun Qie pada Lanlan.
"Efeknya akan hilang dalam delapan jam, jadi santai saja, baik"
"Sayang, sudah lah, penawarnya tolong!! "jerit Sun Zie, dia tidak meninggikan suara seperti semula. Tapi merendahkan nya seperti suara lembut Sun Yat. Membujuk dengan lembut.
"Sun Qie, duduk, aku mau bicara "Kata kata Lanlan bernada perintah, Sun Qie tidak sadar tapi Sun Zie menyadari itu dengan cepat. Hatinya tiba tiba merasakan firasat yang buruk.
Lanlan memandang ke dua nya bergantian, semakin lama dia melihat dia semakin kecewa. Jika kemaren hatinya masih memiliki ruang untuk berbalik, tapi dengan perlakuan mereka berdua kali ini, Lanlan telah yakin seratus persen.
"Sayang? "
"Tidak, dengarkan aku, jangan banyak bicara, baik"kata Lanlan lagi. Dia telah duduk dengan posisi anggun di atas permaidani.
"Baik"kata kedua nya serentak.
"Sudah berapa tahun kita menikah? "
"Lima atau enam tahun mungkin? "jawab Sun Zie
"Mungkin? hahaha, aku berharap banyak pada kalian berdua tapi hanya untuk kecewa, ckckckck. Aku telah buta selama ini" keluhnya pada diri sendiri.
"Apa begitu penting nya hitungan itu, lupakan saja, tidak penting" kata Sun Zie dengan acuh tak acuh. Yang dia pedulikan hanyalah bagaimana akan membalas kan kenakalan Lanlan nanti.
"Tidak penting untuk mu, tapi penting untuk ku! " suara Lanlan meningkat tajam.
__ADS_1
Dia mencoba memenangkan jantung nya yang berdetak tidak menentu. Dia sempat ragu tapi ini layak di lakukan.
Matanya menatap Sun Zie khusus nya, dia berkata "mari kita berpisah"
"Apa? apa katamu? berpisah? tidak mungkin! "jawab Sun Zie lantang.
"Kenapa tidak bisa?"
"Kita sudah menikah dan sah di mata negara. Tidak akan pernah ada perpisahan, hanya maut yang bisa memisahkan kita, kau dengar? "
"Dengarkan aku, Sun Zie....
Nama Sun Zie di ucapkan dengan arogan. Terkesan begitu meremehkan sekali.Sun Zie menahan rasa tertekan di dalam hatinya. Dia tidak berpikir Lanlan akan marah sampai berniat untuk berpisah.
" Sun... Sun Zie.. Lanlan, kau serius? "
"Ya, aku serius, aku tidak meminta izin mu untuk perpisahan ini. Taoti aku memberi tau.Perjalanan ini adalah perjalanan terakhir kita sebagai suami istri. Setelah abu Sun Zie di kuburkan dengan itu, hubungan kita akan berakhir"
"Tidak bisa,tidak sayang,aku.. aku tidak terima,ini tidak mungkin,katakan kau bercanda,iyakan sayang? "Sun Qie menggeleng kan kepala nya dan memeluk Lanlan dengan cemas.
Tapi Lanlan sudah mulai dan tidak akan mundur lagi.
" Aku tidak akan mundur, aku adalah orang yang tidak penting untuk kalian kan.Hanya komoditas pelampiasan nafsu kalian kan.Aku menolak dengan keras.Pergilah keluar, cari wanita yang banyak dan puaskan keinginan kalian sepuasnya jangan libatkan aku"
"Sayang, kita tidak pernah berpikir begitu, kita..
" Tidak, tapi apa yang kau lakukan tadi jangan bilang kau hanya ingin tidur barusan"potong Lanlan. Dia begitu emosi.
Lanlan yang merasakan kecewa, tiba tiba memuntahkan semua yang dia simpan selama ini.Dia terlalu kecewa dengan lemahnya prinsip yang mereka pegang.
Dirinya bisa saja akan terluka lagi di masa depan jika dia terus di samping mereka. Bukan tidak mungkin suatu hari, seseorang yang berkuasa dari negri asing, mengancam Kekaisaran dan meminta dirinya sebagai tawanan perang.
Apakah Suami ini menyerah kan dirinya dengan mudah demi Kekaisaran yang dia cintai. Jika pilihan nya istri atau negara,pastilah Sun Zie akan menjawab yang kedua.
Sekarang di benua ini, banyak Kekaisaran yang mulai menginginkan teknologi bukit lapin.
Bukan tidak mungkin akan ada peperangan antar negara. Kekaisaran ini terbilang kekaisaran baru dan teknologi belum menyeluruh ,jadi sebenarnya Kekaisaran ini begitu rentan akan serangan dari pihak luar.
Itu belum bisa dipastikan, tapi lanlan bisa tahu dari desas desus yang dia dengar di sepanjang perjalanan menuju perbatasan.
__ADS_1
Kekaisaran ini sedang di incar oleh banyak pihak. Dan sasaran nya adalah putri Lanniang.Pencipta dari seni teknologi bukit lapin.