Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Sun qie di jebak


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan tenang di rumah.Meskipun Toko sudah di buka, lanlan tidak sibuk di sana.Mereka mempercayai bibi han sekeluarga. Rutinitas harian lanlan adalah memeriksa stok toko dan membantu produksi beberapa produk. Nyata nya semua hal di lakukan oleh anggota keluarga ini sedang kan lanlan hanya santai sepanjang hari.


Saat ini panen sudah selesai tak perlu menunggu lama , sun Qie merekrut penduduk untuk membalikkan tanah dan menanam kembali padi yang katanya akan panen hanya dalam kurun waktu tiga bulan saja.


Jagung juga menggunakan tenaga bayaran hingga semua pekerjaan bisa lebih cepat dan cepat saja. Satu minggu di perlukan untuk ke tiga tanah milik pribadi ini. Sekarang padi sudah selesai, jagung sudah di tebarkan tak lupa satu kotak tanah yang awalnya di tanamkan ubi jalar kini di tanami bibit semangka manis tanpa biji.


Sekarang tanah keluarga sun ini sudah di isi benih maka tugas harian Sun Qie hanya lah menyiramkan air sumur ke ladang.Sun Qie bersemangat mengolah tanah di pagi hari dan mengolah "tanah" di malam hari.


Senyum mekar pada wajah nya menampilkan aura segar.Beberapa hari ini tanpa di sadari ada beberapa pasang mata yang menatap ganas pada pria dengan istri bersama ini. Ada beberapa keluarga yang mengirimkan mak comlang ke rumah namun belum ada balasan balik.


Li ana, gadis muda masih satu desa adalah salah satunya. Dia berusia 13 th dan dewasa sebelum waktu nya. Di usia ini biasanya mereka sudah ada mak comlang yang datang tapi gadis ini terlalu memilih hanya karena rupa yang sedikit menawan.


Dulu siapa yang mau melihat keluarga ini sebelum nya.Li ana adalah satu dari mereka yang tak pernah mau memandang namun kini meneguk ludah dengan keras.Ayo makan nasi putih...


Sun Qie yang sekarang kulit nya kecoklatan karena panas.Otot tubuh nya bergelombang dengan kotak perut.Dulu dia hitam kurus dan dekil tapi kemana orang itu pergi, berganti lelaki berisi berotot dan gagah.Meski ke ladang pakaian nya selalu di ganti dan sama sekali berbeda dengan kebanyakan petani desa yang hanya mandi beberapa hari sekali. Dia bersih hanya sesekali berbau keringat namun entah mengapa ketika keringat mengalir hanya perasaan ingin mencuci peluh nya lah yang ada di benak para gadis. Dia seksi.....


"Hem.. kakak Qie? "akhir akhir ini gadis ini selalu datang ke ladang melihat Sun Qie dengan alasan ingin meminta nasihat nya bagaimana cara nya tanaman padi untuk tumbuh subur dan gemuk.


"Ya? "


"Perlu bantuan? " Katanya malu malu selayaknya gadis desa biasa.Beberapa hari ini gadis ini memang sedikit lengket di ladang tapi Sun Qie terlalu polos tak mengerti tujuan nya. Dia sudah melewati berbagai cara agar lelaki ini mengerti apa maksud nya tapi dia sedikit bodoh hingga perlu sedikit dorongan jadi gadis ini berpikir licik untuk meraih naga.


"Oh terimakasih ini sudah akan selesai? "


"Kakak Qie sudah akan pulang? " tanya nya lesu, padahal dia baru saja datang terlambat.Ladang milik keluarga nya hanya beda satu petak hingga wajar mereka saling bantu bekerja di ladang. Warga masih suka bantu membantu bila ada waktu lapang.


"Sudah, apa ladang mu masih lama panennya? 'tanya Sin Qie polos.


" Hem. masih ada sebulan lagi, tapi apakah kakak bisa membantu kami memanen kelak? "

__ADS_1


"Tentu saja bisa, kabar kn pada ku bila kalian benar benar panen, baik? "


"Baik, hemm kakak Qie, kebetulan tadi aku membuat roti dadar, ayo coba" tawarnya, roti dadar adalah tepung polos yang di pipihkan dan di bakar di wajan.


Warga biasanya memakan roti dadar dengan sup sayur liar. Ketika bahan makan menghilang di dapur roti dadar ini bisa saja jadi hidangan makan malam sederhana.Li ana memaksa kan roti dadar ini pada Sun Qie untuk menunjukkan keluarga mereka mampu mengubah roti dadar sewenang-wenang demi mengambarkan kehidupan mereka yang lebih baik dari keluarga lain. Tapi dia lupa beberapa bulan lalu sun Qie makan nasi putih tiga kali sehari. Tapi demi kesopanan sun Qie mengambilnya dan tersenyum.


"Terima kasih, kamu baik sekali "


"Ohh.. hemm kakak Qie juga "


"Oh aku sudah terlambat aku pulang dulu"


"Kak Qie,,...


" Ya? "


"Aku.. aku... hmm..


"Aku....


Dari jauh li ana melihat beberapa orang lewat dan ide melintas di otak kecilnya.Entah kenapa, li ana tiba-tiba jatuh ke pelukan Sun qie dan sedikit menjerit keras.Suara nya menjangkau jauh ke telinga orang lain.


" Ahhhhhhhh.....


Sun Qie tersentak ketika tubuh lembut tak bertulang roboh menimpanya. Dia mencium aroma aroma penjebakan. Gadis ini licik tak seperti istrinya lanlan yang jujur dalam bertindak.Sun Qie muak....


Benar saja, begitu gadis muda ini mengeluarkan suara indah nya, ada beberapa petani yang kebetulan lewat. Mereka bergegas datang melihat kegembiraan.Aksi gadis itu tak sampai di situ, dia terus saja meronta padahal tidak dipegang oleh Sun Qie sambil mendesah desah ringan.Gerakan nya terlalu ambigu di mata warga dan ini terlalu vulgar.


Li ana dengan licik melepaskan diri dan duduk di tanah, tiba-tiba dia menangis lirih seolah olah tak berdosa.

__ADS_1


"Kakak Qie, kau... kau.. kakak... kakak. .. kau.. ahhh" Tangisnya menyatakan satu hal yang membuat orang berpikir buruk. Sun Qie membeku di tempat..


Gadis kecil ini masih saja menangis di tanah tak berdaya. Dia sesegukan liat, tapi sudut mulut nya tertarik puas tanpa ada yang menyadari.


"Qie'er, li ana, kalian? "


"Bejat...


" Ini memalukan, di tengah ladang begini. Sun Qie bukan kah kau sudah punya istri di rumah? "


"Ohh, jangan munafik bukan kan itu istri bersama. Bagaimana bisa melayani kebutuhan tiga suami sekaligus. Apalagi sekarang mereka memiliki banyak uang dan satu tokoh di kota kabupaten jadi wajar saja kan"


"Aku tak menyangka uang bisa merusak orang, ckckck"Keluarga Sun ini awalnya memang miskin tapi mereka di kenal sebagai pribadi yang sopan penuh kasih. Tapi sekarang perilaku nya sungguh tak bisa di percaya.Li ana adalah satu bunga desa yang manis, ladang mereka dekat, pertemuan mereka adalah wajar tapi sekarang Sun Qie bisa melihat gadis polos ini dengan tatapan bejat.


"Ayo ayo kita pergi ke kepala desa, masalah ini tidak bisa di biarkan.Masih banyak anak gadis di desa, apa kita masih akan mendiamkan nya begitu saja "Beberapa bibi juga marah dan mereka menambah minyak di api.


" Ya, aku juga punya anak gadis di rumah, jangan sampai putri kita di rumah juga akan jadi korban holigan ini" teriak wanita lain.


"Bibi.. paman.. dengarkan ...dengar kan aku, ini....tidak akan bekerja" sun qie mencoba menjelaskan tapi sia sia beberapa wanita yang marah berani menarik dan mencubit kulit nya. Jika ini lelaki pasti Sun Qie melawan tapi ini para emak emak yang tak berdaster.Memalukan...


"Ayo.. ayo.. Sun Qie ikut kami ke rumah kepala desa, ayo"Beberapa paman menarik sun Qie dengan marah, peristiwa ini tak pernah terjadi di desa mereka.Ada yang pertama maka akan ada yang kedua jadi ini tidak boleh di anggap enteng.


"Paman, bibi aku tak melakukan nya, dia sengaja jatuh dan aku tak berbuat apa apa"jelasnya susah payah di sela sela jambakan para wanita


"Kakak Qie, ...apa maksud mu, ...apa aku yang minta dipeluk tadi, kau yang tiba-tiba datang dah.. hiks.. hiks... kakak Qie.. kau... tega.. hiks.. hiks"Li ana gugup.


"Apa maksud mu li ana? kau membingkai ku? "tanya Sun Qie marah tapi dia sudah di pegang beramai-ramai hingga sulit bergerak bebas.


"Kakak Qie, kau tega hikss.. hiks.... " mata li ana memerah sedih. Dia benar benar takut bila semua yang di rencana kan nya hancur.Walaupun ini gagal, reputasi nya sudah hancur duluan. Dia harus sukses merangkak naik ke ranjang Sun Qie,harus, memikirkan itu dia memeras lagi airmatanya seolah olah itu air terjun yang tidak ada habisnya.

__ADS_1


"Ibu...... ibu... aku dianiaya.. hiks.. hiks..


__ADS_2