Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Tebak


__ADS_3

Kehancuran kekaisaran Qing, belum didengar oleh kekaisaran tempat lanlan bernaung. Bukan kekaisaran itu saja yang hancur dalam semalam, tiga kekaisaran sekutu lain juga mendapat pelajaran yang sama.


Hanya saja lanlan tidan menargetkan istana Kekaisaran mereka. Untuk memberikan efek jera, ada begitu banyak nyawa yang melayang. Tapi apa yang di ingin kan oleh Lanlan telah tercapai. Ancaman terbesar untuk Kekaisaran yang di pegang oleh A long, sudah tidak ada lagi. Jadi dia bisa pergi dengan nyaman.


Saat ini, Lanlan masih berjalan di balon udara.Tidak menolak berbicara dengan dua suami tapi mencoba menghindari percakapan yang membujuknya.


Malam hatinya, Lanlan bergabung dengan anak anak di luar angkasa, mereka bermain dan makan minum dengan nyama. Sesekali Ratu Sun datang dan ikut bermain dengan polos.


Meskipun sudah beberapa hari, tapi dua suami gagal membujuk Lanlan yang tetap pada pendirian nya. Dia ingin berpisah...


Tepat pada hari ke enam, desa mereka bisa di lihat dari kejauhan. Artinya perpisahan semakin dekat. Sun Qie menatap sedih kepada Lanlan yang keras kepala.


"Sayang, kita akan turun di kota. Tinggal kan balon kita di sana.Mari pergi ke penginapan dan pergi ke sana di pagi hati bagaimana? "


"Baik, carilah orang untuk mempersiapkan segala sesuatu.Aku mendengar kan mu? " lanlan sekarang tidak semanis yang dulu. Dia dingin seperti es yang tidak tersentuh.


Jangan harap ingin bisa makan daging, menyentuh jarinya saja dia menolak. Segitu kerasnya dia ingin berpisah dari mereka berdua.


Sun Zie geram dan marah...


Sun Qie.. patah hati.


Lanlan tidak peduli, dia turun dari balon dengan melompat santai, membiarkan tangan Sun Qie menggapai di udara.


Sun Qie malu, uluran tangannya tidak di respon baik. Tapi dia segera menarik wajah dan berjalan di samping Lanlan lagi. Sementara itu Sun Zie sibuk mengemasi balon udara nya dan melamar kamar di penginapan.


Agar lebih dekat, dia sengaja mengontrak satu kamar besar.Dia ingin lanlan mengubah pikirannya lagi. Siapa tau masih ada rezeki nomplok, bisa makan daging.


Lanlan bisa membaca niat jelek itu, tapi dia sengaja pura pura tidak tau, dia sudah punya kamar pribadi.


Tiga orang segera naik, melupakan dua balon udara di belakang. Beruntung ada pengawal yang bisa diandalkan diantara mereka.


Dengan bantuan bawahan Sun Zie ini, semua kamar segera dipesan.Taoi Sun Zie dan Sun Qie tidak memikirkan berapa dan bagaimana kondisi yang lain. Yang mereka pikir kan, rumah tangga nya sedang di ujung tanduk.


Ada pun dua lansia, sudah setuju, jelas meminta nya untuk membujuk lanlan tidak akan bekerja.


Lanlan segera masuk ke kamar yang di pesan. Kamar ini memiliki dua ranjang besar yang di satukan.Tidak ada kemewahan yang biasanya ada di hotel bukit lapin. Tapi lumayan lah untuk penginapan kecil.

__ADS_1


"Sayang, mau mandi? "Sun Zie segera menawarkan diri, dia sudah jatuh ke level Sun Qie.Dia harus mau mundur satu langkah untuk bisa maju dua langkah dua depan. Tapi rasanya agak berbeda jauh jika hal yang sama di lakukan oleh Sun Qie atau pun almarhum Sun Yat. Lanlan mungkin merasakan bulu roma nya tegak. Merinding abis..


"Tidak, pergilah duluan! "


"Ahh mau barengan?" Katanya lagi,Tapi mata Lanlan berputar mendengarkan kata kata itu. Jika dulu dia masih bisa tersenyum karena nya tapi sekarang entah kenapa dia merasa sedikit...


Jijik?...


Apa itu yang di rasakan oleh Lanlan sekarang? Lanlan sendiri tidak mengerti apa sebenarnya yang dia rasakan saat ini. Marah, benci atau hanya merajuk sesaat.


Biarkan waktu yang menjawab itu, yang jelas saat ini, Lanlan tidak ingin melakukan kedekatan apapun dari mereka.


Wajar jika istri marah dan merajuk tapi hubungan Lanlan saja sudah di bilang tidak wajar dari awal.Dia memiliki pernikahan yang berbeda daru kebanyakan orang. Seharusnya dengan perbedaan itu hak yang dia miliki juga lebih berbeda.


Dia seharusnya memiliki tiga lapis keamanan dan kenyamanan dari wanita yang lain Tapi dia sekarang rapuh bagaikan kerupuk di kasi air,melempam.


Sun Zie sejak hari itu jarang sekali membuka mulut nya, dia lebih banyak melihat dari jauh dan bersembunyi di balik bayangan kakak nya.


pada akhir nya, dia mengerti jika Lanlan benar. Dia lelaki besar tapi dengan ambisi kecil. Seharusnya dia bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Lain-lainnya terluka. Tapi dia memilih untuk patuh pada sang kakak terlepas itu baik atau pun buruk.


Sekarang dia mungkin cinta pada Lanlan yang cantik tapi kenapa cinta ini tidak begitu kuat di bandingkan dengan persaudaraan. Mengalah pada kehendak kakak dengan mudah tanpa mau bertanya apa itu pantas atau tidak. Jika kakak sudah berkata, maka kata kata itu akan lebih berkuasa di banding dengan Kaisar sendiri.


Mungkin cinta nya tidak sekuat itu.


Sun Qie akhirnya mengerti kenapa Lanlan begitu kecewa padanya. Lelaki yang tidak bisa menyelamatkan wajah istri, apa pantas di sebut lelaki.


Lelaki yang hanya gagah di tempat tidur.


Jadi dia tidak lagi ingin membujuknya. Hanya ingin dia melihat keberadaan nya saja. Dia mengakui cinta nya tidak sekuat itu..


Maafkan aku Lanlan..


Jika Sun Qie menyerah, sun Zie tidak. Dia masih ingin berusaha lagi sampai detik-detik terakhir. Fia juga nerasa buruk tapi semua yang dia lakukan adalah untuk kesejahteraan semua orang. Dia tidak bersalah dalam hal itu. Tapi dia juga tidak bisa meminta di anggap pahlawan karena jasanya "melemparkan istri sendiri ke ranjang orang"


Tapi ini demi negara ,demi tanah air , demi hidup jutaan orang banyak. Salahkan Sun Zie.


Setelah berbicara beberapa kata lagi, Sun Zie berbalik dan berkata "Lanlan aku melakukan nya demi negara ini. Jika negara ini meminta nyawaku, maka akan aku serahkan juga tanpa berpikir ulang"

__ADS_1


Lanlan hanya menatap Sun Zie yang lelah membujuk nya. Tapi lanlan segera berkata "Banyak jalan lain untuk menghindar perang tapi kenapa jalan ini yang terpilih, apa nyawa ini tidak berharga menurut mu? "


"Tidak ada yang lebih berharga di banding dirimu, tapi jika di ubah kepada negara?"Lanlan langsung tau jawabannya. Satu nyawa di banding ribuan


"Jika kau ada di tempat ku sekarang, apa jawabannya?"


"jika itu aku, aku akan mempertahankan suami ku bahkan jika itu artinya menghancurkan satu negara adidaya sekalipun"jawab Lanlan tegas


" Kau punya metode lain, tapi hanya pergi memilih jalan singkat.Tapi adakah kau pernah sekali saja pergi untuk mencari jalan untuk mempertahankan aku? "


Pertanyaan Lanlan langsung pada intinya. Sun Zie belum sekali pun bergerak mencari jalan untuk mempertahankan Lanlan selain berdebat di persidangan pagi.


Banyak cara tali dia hanya kalah di persidangan pagi, hanya itu saja...


"Usahakan dulu, kalah menang belum tau. Mungkin jika kau bergerak aku akan memikirkan ulang, tapi kenyataan nya, sungguh mengecewakan! " kata Lanlan sinis.


Sekali saja Sun Zie pernah berencana untuk mempertahankan nya, hati Lanlan mungkin meleleh tapi tidak.


Ini yang membuat dia kecewa.


Sun Zie adalah seorang jenderal yang terkenal dengan taktik yang meminimalisir kerugian. Dia tidak menampik sekalipun jika langkah ini adalah langkah yang paling aman.


"Kehilangan satu istri, dua lagi akan masuk, hahaha pemikiran hebat, hahaha" Lanlan bertepuk tangan beberapa kali.


Plok... plok.. plok...


Lanlan tertawa tapi ujung matanya menetes setitik air bening. Dia tidak berharga di mata suami sendiri.


"Tapi...


" Jangan takut jendral, negara tercinta mu sekarang aman. Bahaya dari luar sudah di singkirkan istrimu yang murah ini. Tapi konsekuensi nya tetap sama. Kau kehilangan istri mu.Terima itu! "


"Apa maksud mu telah berakhir? "Tanya Sun Zie heran. Berakhir.. berakhir.. apakah..


Lanlan hanya melirik dengan kesal.Dia ingin pergi saja sekarang. Dua suami yang tidak berguna. Tapi lanlan hanya bisa mengatakan satu hal sebelum pergi je ruang ajaibnya.


" Tebak...

__ADS_1


__ADS_2