
Meskipun sedikit terdekat batin, dua saudara masih suka menemani beberapa gadis nakal yang berlaku. mesum. Walau bagaimana pun daging tetaplah daging.
Setelah bermain di pantai, para gadis segera manarik keduanya ke supermarket untuk berbelanja sepuasnya. Di sana para gadis benar benar putus urat malunya.
Mereka dengan gembira membeli beberapa barang bermerek bahkan ada yang limited edition. Dua saudara hanya diam mengikuti dari belakang.
"Kakak, bagus nggak kalau aku pakai ini? "meskipun sedikit nakal mereka masih bertanya karena uang itu adalah mulik dua pria tampan ini.
"Bagus kok" kata Sun Qie ramah. Zidane terlalu malas untuk menjawab. Tujuan sebenarnya hanyalah untuk mengambil kembali kredit cart kepunyaan Sun Yat. Tapi untuk membayar rasa bersalah yang tadi terlanjur berdosa, berani megang sana megang sini, jadi biarkan sajalah mereka bersenang-senang. Toh bukan uang miliknya kok.
"Jadi boleh ya"kayanya dengan cantik dia ingin di beliin sama kang tampan.Matamya sungguh berbinar energik penuh dengan kesenangan usia muda. Masih terpana dengan pria tampan nan kaya. Pernah dia bertemu dengan pria kaya tapi jelas botak dan buncit sudah tua lagi. Menjijikkan..
"Beli..
Zidane tidak sabar, bertanya mulu dari awal. Mau beli ya beli, jangan banyak nanya, pikirnya. Biar urusan cepat kelar.Bosan nunggu mereka berbelanja lama lama. Kalau perlu, beli saja supermarket nya sekalian.
" Ohh makacih.. muuuahh.. "kata gadis itu senang.Dai segera kabur untuk memilih lagi sebelum yang punya berubah pikiran. Astaga, dia ingin sekali membeli sepatu dengan merek tertentu. Tapi karena harganya yang tinggi dia mundur. Tapi sekarang kesempatan untuk memiliki nya terbuka lebar. ayo cepat..
Segera seorang gadis lagi datang dengan sebuah tas limited edition yang harganya seratus lima puluh juta. Tapi mana Zidane peduli.
" Beli...
"Kakak tampan, mau sepatu baru, boleh..
" Beli...
"Hp baru ya, hp ku udah lama sekali, udah bosan juga, kakak tampan..
" Beli..
Entah berapa banyak uang yang di habiskan para gadis tapi kartu kredit masih penuh . Setelah berbelanja sampai kaki pegal,para gadis akhirnya menyerah.Mereka kelaparan dan lelah seharian bermain dan berbelanja.
Setelah beberapa saat mereka sepakat untuk mencari sebuah restoran.Kemudian mereka pergi ke restoran bintang lima. Di sana para gadis kembali menggila. Mereka sengaja memesan menu andalan restoran yang pastilah harga nya selangit.
"Hai guys, kali ini kami makan makan di restoran bintang lima masih dengan dua bambang tampan yang cool abis.Tadi kami baru saja keluar dari hemm.. supermarket, hahaha senang nya di bayarin guys hahaha ketagihan emang" Sari masih tidak lupa dengan folowers nya. Di depan kamera dia berlaku sopan dan polos.
__ADS_1
Dia pikir dia menang banyak hari ini. Di temani dua cowok tampan yang tidak peduli dengan uang. Mereka santai melemparkan ratusan juta dalam sekejap.
"Yuhuuuu, sip guys, aku lanjutkan makan dulu ya, ohh ini ada daging wagyu jepang yang... bla.. bla... bla..
Tapi dia tidak bodoh untuk mengupload perilaku mesum di adan teman teman nya barusan. Jadi yang dia upload hanya lah perilaku bagaimana senang nya dia berbelanja dan bermain layak nya gadis yang polos. Kepura-puraan yang nyata tapi menghasilkan banyak uang.
"Masih siang, ayo ke pub"kata Sari pada kameranya.
" Tidak, jangan ke pub, ayo kembali, mungkin orang tua kalian khawatir!" tolak Zidane, mereka kelewatan, masih menolak untuk kembali. Gadis macam apa yang keluyuran dari pagi sampai ke malam.
"Hahaha, kakak tampan , jangan khawatir kami sudah terbiasa. Lagipula orang tua kami juga jarang bada di rumah. Mereka orang sibuk. Tapi aku masih tidak percaya kakak tampan begitu perhatian hahaha"kata satu gadis tertawa yang di sambut dengan gelak tawa daru gadis gadis yang lain.
Mereka pikir, dua pria di depan nya ini masih berlagak polos. Ataukah ada arti lain dari kata " pulang".Jika memang begitu, ayo lah kita pulang. Mau ke hotel, penginapan atau.. di toilet juga bisa. Lucu sekali.
Tapi di saudara tidak berpikir bengkok. Mereka tau jika dunia yang mereka pijak sekarang tidak lagi memegang tradisi lama. Bahkan cenderung melupakan nya. Tapi mendengar dan mengalaminya sendiri adalah hal yang lain.
Tiba-tiba saja dua saudara bergidik ngeri, para gadis ini seperti nya gadis kotor. Istilah aneh yang Zidane tau dari dunia maya Toilet umum...
Para gadis ini jenis yang aneh, beruntung sekali Lanlan tidak gadis dengan jenis ini. Dia masih tau menjaga dirinya untuk tetap perawan di usia tiga puluhan.
Dua saudara masih setia mengikuti, mereka pikir, inilah perasaan orang kaya yang berjalan jalan dengan gadis cantik. Membosankan memang,jika hanya menghabiskan uang untuk yang tidak berguna.
Mereka berdua menjadi bertanya tanya sendiri, apa kah jika berjalan dan menghabiskan uang untuk Lanlan akan berbeda. Pasti begitu, jadi ayo coba di lain waktu.
Meskipun begitu mereka harus sopan dengan para hadis. Menolak permintaan mereka pasti akan buruk buat hati. Lagipula hari sudah makin malam, tidak kah para gadis akan pulang ke rumah masing-masing.
Tapi kedua nya salah besar, para gadis sudah jauh dari rumah. Jadi mereka bisa tidur di hotel mana pun apalagi ada dua cowok yang akan membayar biaya hotel untuk mereka.
Mereka masih berada di pub sampai malam.Tapi para gadis sudah mabuk duluan. Dengan terpaksa mereka di tarik ke hotel terdekat. Karena mabuk berat, kredit card di ambil alih dengan mudah.Misi selesai..
Dua saudara masih berlaku sopan kepada para gadis. Mereka membayar dua kamar berbeda-beda .Biarkan para gadis bersama satu kamar. Mereka memilih satu kamar berdua.
Tapi setelah mereka mengatur para gadis di kamar nya, satu gadis masih berjuang untuk menahan mereka untuk pergi.
Gadis manis yang sebenarnya sayang untuk di sia siakan tapi apa daya. Mereka tidak tahan dengan baunya. Daging adalah daging tapi mereka tidak terlalu lapar sampai ingin makan daging sisa. Ini... ini menjijikkan sekali.
__ADS_1
Dua gadis masih dengan nakal, mencoba mencuri ciuman dengan tergesa gesa. Bahkan ada satu yang tidak malu melepaskan kain di tubuhnya. Dia berdiri tanpa sehelai benang pun.
"Kakak.. ayoo lah..! "
"Kakak.. cium...
" Kakak tampan, marilah, makan aku..
"Kakak tampan.. peluk aku kakak..
Dua saudara bukan nya bernafsu, malah bergidik ngeri. Di mata mereka para gadis tak ubahnya menjadi seperti mayat hidup. Yang kelaparan melihat daging.
Karena mabuk, jalan mereka sempoyongan tidak jelas. Bau tubuh mereka juga berbau alkohol yang menjijikkan. Benar benar mirip mayat hidup yang jorok dan menjijikkan. Pengen muntah.
Tidak sama seperti Lanlan yang keringat nya juga harum seharum bunga para gadis yang seharian di luar malah berbau asem.
Tadi Zidane sempat tidak sengaja mencium bau tubuh seorang gadis karena jarak mereka yang terlalu dekat. Ini jelas bau keringat. Baunya lebih menyengat ketika bercampur aduk dengan bau alkohol yang berat. Zidane mencoba mengindari dan menahan nafas untuk kesopanan pada wanita.
Gadis itu seperti nya sengaja untuk berdekatan begitu rupa. Dia mungkin berpikir dua saudara bisa tertarik untuk memakan nya di ranjang tapi tidak berpikir akan menjadi ilfil karena nya.
Sekarang dua saudara malah berpikir jika aroma segar yang awalnya mereka cium hanya lah bau minyak wangi atau sejenis nya yang tidak alami. Ataukah Lanlan nya yang harum
Hidung dua saudara sudah begitu sensitif jika berhubungan dengan bau badan. Lalu kenapa Lanlan nya selalu harum seharian meskipun tidak mandi.
Apa hidung mereka lah yang terlalu sensitif atau kah mati rasa karena reinkarnasi.
"Kakak pertama, mereka bau...
" Ahh kupikir hanya Lanlan saja yang berbeda. Ayo pulang "usul Zidane, dia tertarik untuk mencoba nyicip rasa tubuh Lanlan yang baru. Apa masih manis ataukah sudah asin.
"Pulang, kakak apa kakak tau alamat hotel nya?" Tau nama hotel tapi tidak tau jalan. Bisa cari taksi saja namun hari sudah begitu larut.
"Ahh tidak juga, atau kita bisa tidur di kamar kita dulu baru besok kita turun dan mencarinya." kata Zidane lagi. dia pikir tidak terlambat untuk pergi besok. Tapi tidak lagi berniat untuk pergi bersama para gadis gadis nakal.
"Oke..
__ADS_1