
Bulan baru datang tanpa di sadari. Dalam kurun waktu itu, sebuah toko sudah akan di buka.Ada pemasukan tambahan dari kopi dan teh.Pihak rumah minum meminta tambahan beberapa kg lagi setiap minggunya. Sekarang kopi, teh dan susu bubuk juga di kemas dalam pot kecil dengan gambar timbulnya.
Adapun saos cabai dan lain lain sudah di kemas apik ke dalam pot pot kecil berbentuk botol era modern ini hanya untuk sekali pakai tak sama seperti plastik untuk meminimalisir harga produksi.Sabun batangan juga mendapat respon bagus di pasar. Semua akan di jual di toko yang sudah dipermak indah.
Pelanggan nenek sun sudah tau sebuah toko akan di buka hingga mereka menanti hari itu. Barang barang yang akan di jual kabarnya cukup lengkap. Hingga kita hanya perlu pergi ke satu toko untuk menemukan segala nya.
Lanlan juga sudah bekerja sama dengan toko kain tempat dia menjual barang "Berbahaya".Mereka bersedia menempatkan beberapa baju siap pakai.Satu Los khusus kain akan di buka, ikan hidup, ayam, bebek dan sayuran di Los lain. Ada juga beras dan berbagai saos, berbagai pilihan sabun, sampo dengan wewangi bunga yang berbeda.Lanlan juga membuat wewangian sasetan dari kain yang di isi bunga kering dan rempah yang di ekstrak.
Sabun mandi menduduki popularitas untuk kalangan atas karena harga nya. Namun lanlan optimistis dengan penjualan nya. Hanya saja ada kegiatan baru bagi keluarga ini untuk lebih sibuk sepanjang hari.Mereka memproduksi sendiri barang barang yang akan di jual di toko yang membuat kuantitas nya sedikit.Lanlan bilang hal yang sedikit ini akan jadi primadona baru di pasar.
Madu mulai panen namun jamur sudah tak menghasilkan meski demikian semua bunga sudah mekar, apalagi bunga pada buah.Mengakibatkan madu yang terhasil cukup bagus dan manis. Harga perpot nya mencecah 1perunggu.
Beras dan bulir jagung di jual dengan harga lebih tinggi dari pasar di kemas rapi menggunakan keranjang kecil yang di lapis gabah kering. Semua membuat cantik dan menarik namun harga nya lebih tinggi dari pasar.Ada juga kelas nya yang tentu saja datang dari ruang ajaib tanpa di ketahui orang lain.
Sementara buah di kebun belum menghasilkan Lanlan masih enggan menarik buah di ruangan nya.Kerahasian ruang ajaib harus terjamin.
Meskipun toko belum buka tapi saat ini kaleng uang lanlan pecah sangking penuh nua dengan uang perunggu ini. Permintaan di pasar bagus pada masih tahap promosi.
Benang sutra juga di bulan di sini bahkan berkat kerja sama dengan toko kain sekarang benang-benang itu mulai di bawah ke kota kota lain. Benang-benang ini cukup populer di kalangan para penenun karena kualitas benang-benang yang tak mudah putus di samping warnanya yang beragam. Lanlan memakai pewarna alami untuk ini. Meskipun pihak lanlan tidak masuk campur dalam hal ini tapi dia cukup bermurah hati dan tak mau memandang ke belakang.
Di pojok lain, ada rak makanan ringan seperti popcorn dan jagung bakar yang di bakar di tempat. Ada juga jagung susu yaitu bulir jagung yang di rebus dan di tambah dengan susu yang kental.Lanlan ingin membuat keju dari susu namun belum ada waktu untuk ini.
Karena masih musim panas makan ada eskrim jagung dengan tong brisik es.Ada juga berbagai camilan lain seperti kue kering dan kue basah hasil titipan warga. Sekarang toko lanlan layak di sebut supermarket kecil.
Hari ini lanlan keluar untuk membersihkan susu sapi dan membuat susu bubuk nya.Setelah hari semakin menjelma lanlan memeriksa stok untuk besok. Harus ada stok untuk toko. Jadi berbagai macam produk jadi sudah ada di sudut ruangan. Rencananya Lanlan hanya akan mengisi dua puluh pot di setiap macam barang yang akan di pajang di toko setiap harinya.Apalagi target yang ingin di capai bukan golongan bawah melainkan golongan menegah ke atas.
"Madu ada, cek. Susu bubuk ada cek, kopi kelas satu,Kelas dua..hmm..hemm. 1.2.3.4.5.6 bla.... bla.... bla.... bla... "
__ADS_1
"Sayang sudah? "
"Ya ini stok besok, pastikan barang di toko semuanya rapi ya"
"Baik, semua sudah di susun seperti yang kamu minta"Sun Zie dan lanlan adalah orang terakhir dari rumah selebihnya semua sudah ada di toko untuk peresmian.
"Yap kita berangkat"
Sun zie menunggu lanlan bersiap siap, ibu dan ayah mertua nginap di kota kabupaten tepat nya di toko karena toko yang awalnya merupakan sebuah rumah jadi di buat kamar kecil untuk beristirahat sejenak.
Gerobak sapi bergerak perlahan ke kota dan sampai di lokasi satu jam kemudian.Ketika itu seperti nya jam baik hampir sampai.
Lanlan melihat beberapa orang yang di kenal nya. Seperti keluarga sun inti dan keluarga lanlan lama. Mereka sibuk membantu mengemasi barang barang.Ada kepala babi besar di tutupi kain merah sebagai penanda hari baik.
Lanlan yang aslinya kurang tau bagaimana pembukaan sebuah usaha, hanya melihat dan sesekali tersenyum pada yang lain.
Gong.. Gong... Gong... Gong....
Tak ada petasan saat ini hanya sebuah gong besar di pukul dan sebuh suling khas untuk menambah kemeriahan dan beberapa keping wen di taburkan di jalan untuk kemudian di rebut anak anak.
Sunlie bermaksud pamer dengan mengajak anak-anak desa bersama nya. Sekarang dia dan adiknya ikut memburu kepingan wen di tanah dengan peluh di kening. Adegan merebut kepingan uang ini berlangsung cukup seru, para orang tua ikut menyemangati anak anak yang hadir seraya berseru lantang di pinggir jalan.
"Ayo rebut..... ayo....
" Uang... hore..... uang... hahaha..
"Cepat ling ling, itu ada di sudut.. ya itu.. itu.. "
__ADS_1
"Hahaha.. hahahhaha....
" Aaahh. punya ku... punya ku.....
"Dapat.. horeee aku dapat hahaha....
Anak anak berlomba-lomba untuk mencari kepingan wen di jalanan. Mereka senang bila mendapatkan satu dan di sinilah letak kemeriahan nya.
Ayah mertua yang duduk dengan punggung tegak membuka kain merah di kepala babi yang di rebus tanpa bumbu. Sedang seseorang yang katanya pembesar di kota dan kepala desa wang menarik kain merah di plakat di pintu. Seketika sebuah nama terbuka dan bisa di baca dengan jelas.....LANLAN MALL....
Lanlan tersenyum senang. Dia mengusulkan nama ini meski namanya sedikit aneh untuk mereka karena MALL belum pernah di dengar orang. Tapi hal hal baru di perlukan agar lebih misteri kata lanlan dan mereka percaya bulat bulat dengan patuh menggunakan nya.
Mall ini akan di jaga oleh bibi han dengan hitungan komisi. Di setiap barang yang terjual akan ada setengah wen untuk nya. Jangan pikir ini murah, bila di hitung sebagai bulan makan bagi bibi han bukan tidak mungkin satu perunggu akan di genggam di awal bulan. ini masih belum di hitung sewa rumah bukan kah ini masih lebih baik dari menjual diri.
Karena hitungan ini juga maka Lanlan akan konsisten mengisi tokonya dengan jumlah yang sama perhari. Keluarga Sun masih belum pintar berhitung dengan benar.Bila barang yang lalu tidak di hitung dengan benar maka bukan tidak mungkin mereka akan merugi.
Lanlan tak mungkin duduk di kasir juga karena lanlan yang asli adalah seorang buta huruf. Baik nya keluarga ini harus mengenal huruf dan angka terlebih dahulu dan Lanlan akan membuat alasan mudah untuk kemudian duduk di meja kasir.
"Selamat penetua sun, selamat atas pembukaan tokonya" kepala desa wang hadir untuk mengucapkan selamat atas pembukaan Toko baru mereka. Ayah mertua senang sekali dan senyum tak pudar dari bibir nya
"Terima kasih pak kepala desa, ini semua berkat lanlan hehehe"
"Terima kasih pak gubernur mau datang di acara kami ini" sun Zie menggenggam tangan gubenur kota yang kebetulan ramah ini. ada warga desa yang membuka toko adalah hal langka dan menurut gubenur ini akan menjadi saya tarik bagi orang lain untuk ikut membuka toko toko yang lain yang tentunya akan menambah pundi pundi pajak daerah
"Ya pak,terima kasih pak gubernur karena datang di tempat kami yang tak seberapa ini? "Ibu mertua juga tersenyum senang tapi mengapa lanlan hanya berdiri di pinggir tak masuk ke dalam kemeriahan ini. Jawab nya adalah Lanlan malas, biarkan dia berdiri di belakang layar.
"Saya selalu menyukai anak anak muda yang bisa menggali potensi desa.Kebetulan saya sangat menyukai kopi. Tak kusangka kalian lah penemu dari biji hitam yang lezat ini "kata gubenur
__ADS_1
"Ohh begitu, ya, ya pa gubenur, gunung adalah harta karun bila kita bisa mengolah nya, menurut kami masih ada ribuan harta lagi yang menunggu kita menemukan nya"tanggapan sun zie meladeni pertanyaan gubenur.
Lanlan sesekali berbicara dengan beberapa orang yang datang bertanya mengenai barang di toko. Hari baru di mulai....