
Keluarga bibi Han tinggal saat makan siang menunggu keputusan di buat.Sementara itu lanlan menyibukkan diri di ruang ajaibnya.Menyelesaikan pembuatan kecap manis dari kedelai. Ada juga kecap ikan dan kecap asin. Garam barang mahal tentu saja pembuatan kecap asin ini bagus masih ada beberapa kendala lain seperti botol saos yang belum ada.Jangan kan plastik botol kaca pun belum di temukan.
Lanlan tak pernah mempelajari bagaimana membuat plastik dan kaca.Di era ini orang orang selalu membungkus makanan dengan daun teratai atau kertas minyak.Jadi sedikit sulit namun bukan mustahil bila di pelajari.
Lanlan melakukan percobaannya dengan daun teratai di kolam ikan.Mengering kannya sambil mengoleskan beberapa tetes minyak kacang.Saat daun teratai kering lanlan memotong seukuran telapak tangan, kemudian mengambil sesendok kecap dan membungkusnya dengan di ikat rapih berharap kecap tidak menetes keluar. Beberapa produk kering di bungkus lagi, seperti bubuk cabai, beberapa kecap dan beberapa saos.Semua bahan di biarkan beberapa waktu untuk mengetahui jangka waktu pakai daun keladi kering ini.
"Bisakah anak itu membuat beberapa keramik berbentuk botol? "
Putra bibi Han memiliki keahlian membakar pot dari keramik.Saat ini beberapa keramik di gunakan sebagai beberapa barang dapur.Keramik tingkat tinggi bisa di gunakan sebagai panci, beberapa lagi di gunakan sebagai tangki air.Mereka cukup kuat di pakai beberapa tahun.
Lanlan membutuhkan beberapa pot kecil dan bhagia bila putra bibi han bisa membuat nya. Ini kecil namun layak di coba, siapa tahu akan ada prospek jual beli di masa depan.
Tiba tiba lanlan mendapatkan ide untuk di coba. Segera ide ini di tuangkan ke atas kertas. Gambar ukuran botol kecil dan beberapa keramik seukuran jari bayi. Pada botol akan ada gambar halus entah ibu gambar cabai atau pun tomat.Ada juga dengan gambar gula yang mewakili kecap manis dan garam mewakili kecap asin.Adapun kecap ikan dan kecap udang di poles juga.
Beberapa pot kecil dengan penutup juga akan memiliki beberapa gambar mewakili bahan yang akan di jual nanti. Lanlan puas dengan ide ini tapi ini masih ide kasar takut si anak tidak mampu membuat nya.
Mari buat ide lain lagi, lanlan menulis dan menulis lagi. Beberapa ide muncul begitu saja mengalir keluar bagai air terjun.Lanlan orang yang berbakat di era modern dia tau berbagai makanan cepat saji dan beberapa bahan obat.Jangan sia siakan berkah dewa, kelahiran kembali ini membawa beberapa jari emas.Kepintaran lanlan adalah satu keberuntungan di era ini tapi Lanlan hanya sedikit malas. Tapi otak akan mampu mengalahkan kemalasan ini.Ada tiga suami yang rela di eksploitasi kan.
Lanlan keluar setelah menulis ide idenya di ruang. Para suami di perkiraan akan pulang karena waktu makan siang akan tiba.
Benar saja tebak tebakan lanlan, makanan sudah mengepul di dapur. Sun Yat suami berondong yang semakin putih ini sudah menyelesaikan makanan siang dengan cepat karena di bantu bibi han dan ibu mertua.
__ADS_1
Para suami sudah di beri tau tentang masalah bibi Han yang malang.Mereka sudah ada keputusan namun akan menunggu pendapat dari lanlan.Mereka pikir lanlan sedang tidur karena aktivitas malam jadi membiarkan lanlan istirahat lebih lama.
"Sayang, makan dulu "
"Hem bagimana dengan bibi han mereka...
" Kami tau,mari makan siang dulu mereka akan makan di belakang.Setelah itu mari bincangkan di kamar ayah"Ayah mertua masih orang yang di pandang perkataan nya. Ayah mertua ikut merasakan pedih nya lapar jadi doa ingin membeli ibu dan anak hanya saja ayah mertua masih akan menghargai saran lanlan tentang pendapat bersama.
"Baik"La lan makan dengan patuh. Anak anak juga makan dengan sopan di meja makan. Karena ada tamu mereka makan dengan cepat.
"Ibu aku selesai"Kata sun lie bangun.Dia menyelesaikan makan siang nya dengan sadar
"Aku juga bu"Kata Sun Dani ikut ikutan. Sekarang anak ini sudah banyak bicara dan tersenyum. Lanlan mengambil dan mencium pipi masing-masing anak dengan senang.
Anak anak sopan pada lanlan lanlan memberikan satu kue manis yang tidak di beli Sun zie di pasar.Sunlie dan Sun dani tersenyum mekar semanis gula.Mereka keluar bermain lagi sebelum waktu nya tidur siang.
Tak lama mereka masing-masing pergi ke kamar ibu dan duduk di ranjang kang mendengarkan penjelasan ayah.
"Ayah pikir kita lebih baik membeli mereka, kita kekurangan kaki tangan sekarang. Beberapa waktu lagi uang akan terkumpul untuk memperbaiki rumah kita akan pikir kan lagi di mana mereka tinggal"Kata ayah mertua lagi. Dia sudah mengatakan nya pertama kali. Dulu dia miskin tapi sekarang masih punya kemampuan membeli budak.Apalagi ini masih kenalan lama.
"Ibu juga berpikiran sama dengan ayah kalian"Ibu tentu saja setuju tanpa jejak
__ADS_1
"Berapa? "Tanya sun zie singkat. Membeli budak bukan hal mudah masih banyak proses hukum yang perlu di buat.
"Hanya beberapa perunggu dengan dua kali makan"Kata ibu
"Setuju"Sun Qie berkata tanpa bertanya. Dia sudah memikirkan ini sejak awal.Pekerjaan makin banyak tiap hari jadi wajar bila butuh tangan lagi.
"Aku terserah Lanlan"Jawab Suami berondong malu malu.
"Lanlan? "Tanya ibu mertua berharap mereka satu pemikiran. Menurut kata lanlan keputusan akan di buat dengan suara terbanyak jadi jelas sudah hasil akhirnya.
"Aku tidak"Jawab lanlan tegas.
"Kenapa? apa kita kekurangan uang? "Tanya ayah meetua tenang,entah bagaimana dia selalu percaya pada pemikiran aneh menantu nya ini. Mari dengar dan pikirkan ulang.
"Aku sebenarnya tidak menyukai ide perbudakan ini tapi juga tak menentang nya"
"Tapi menantu, ibu tak bisa memikirkan jika mereka di pisahkan.Sepertinya bila di jual hanya bibi han dan si kecil yang akan di beli sisanya akan tinggal di rumah.Tidak bisakah kita membantu, ooh ibu punya uang nya, biarkan ibu membeli"Kata ibu. Sekarang mereka punya penghasilan sendiri, uang di tangan ibu sudah lebih dari cukup untuk biaya membeli budak. Dia mengeluarkan beberapa perak ini.
"Ibu mertua, sebenarnya aku punya pemikiran lainnya. Kalau itu ini bekerja maka tidak harus berpisah dan di jual juga. Bahkan kita akan dapat penghasilan lain kelak"
"Ide lagi? "
__ADS_1
"Tentu saja ada, sepanjang pagi aku membuat rencana bagus, coba lihat apa ini berhasil"
Beberapa sketsa lain.,.