Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
pergi, sun Yat pergi


__ADS_3

Dari kejauhan Sun Qie bisa melihat keadaan Sun Yat yang telah bersandar pada asisten nya.Kondisinya lebih buruk dari terakhir kalinya penyakit bawaan itu kambuh.Jelas terlihat bagaimana bajunya telah basah kuyup oleh keringat dingin.


"Panggil,, panggil dokter cepat. ayo apa yang kalian tunggu-tunggu lagi. Cepat panggil dokter ke sini.Kau , bawa dia ke kamar nya dulu"pekik Sun Qie ketakutan.


Dia mengarahkan para budak dengan cepat.Seseorang benar benar berlari keluar kediaman resmi untuk mencari dokter yang biasanya meramu obat untuk Sun Yat. Mereka berlari begitu cepat sudah seperti terbang saja.


Asisten nya yang di panggil, bergegas bangun untuk menggendong langsung Sun Yat lalu kabur dengan cepat ke kamar pribadi nya. Dia tidak menunggu Dun Qie tiba.Sun Qie bergerak lebih cepat tapi sebenarnya belum secepat biasanya.


Ketika dia sampai ke kamar Sun Yat dia langsung jatuh ke ranjang dan meraba tubuh basahnya. Dadanya turun naik dengan cepat.Matanya berlari ke arah Sun Qie dengan pelan dan tidak bertenaga. Tangan nya berusaha menggapai dengan lemah.


"Kakak ke.. du.. a"


"Jangan, jangan bicara dulu, tunggu sebentar lagi, dokter akan tiba. Bersabarlah sedikit lagi"


"Kakak.. Lan.. lan. kita.. uhhuhuk.. Lanlan kita .. pergi.. kak.. "


"Kakak akan lakukan sesuatu nanti, jangan takut, dia pasti bisa kembali, baik. Sekarang kau..kau.istirahat lah dulu dan minum obat mu dengan baik. Setelah sembuh baru kita bicara kan bagaimana situasinya. hemm! "Sun Qie memeluk Sun Yat yang lemah. Dia sedikit takut sekarang.


" Kakak.. aku.. aku.. tidak kuat.. kak. aku...


"Jangan bicara, kau dengar aku. Jangan bicara. Diam dan istirahat saja"


Air mata Sun Yat mengalir dan Sun Qie bisa merasakan panasnya aliran air mata itu mengenai kulitnya.Hatinya yang terluka sekarang berdarah lagi.


Di mata Sun Yat, bayangan orang tuanya yang tersenyum dan tertawa seolah olah menjadi nyata.Mereka sudah tua sekarang tapi masih kuat dan terlihat sedang menggali tanah di ladang gandum.


Sun yat seperti kembali ke masa lalu, dia datang ke ladang membawa katel air dan beberapa potong ubi jalar panggang yang masih panas sebagai makan siang ke duanya.


"Ayah, ibu,kakak ke dua, ayoo berhenti dulu,makan siang"Dia berkata seraya tersenyum manis.Kakak ke duanya sedang menabur benih di ladang.


Sun Qie datang bergabung di bawah pohon besar dan minum dengan senang hati.Tak lama Sun Zie datang menggendong kelinci panggang yang harum.


Di bawah pohon besar, mereka makan dengan gembira. Tanpa beban tanpa kekhawatiran terhadap dunia.


Sun Yat tersenyum dalam sakit nya meski pun rasa sakit di dadanya menekan nafas tapi dia seperti melihat surga.


"Adik.. adik.. tarik nafas mu ayo..lah.. " seru Sun Qie pelan pelan. Sun Yat makin memburuk tapi dokter belum sampai.


Mendengar kata kata lamat dari Sun Qie, Sun Uat seperti di tarik lagi ke dunia nyata. Dia bahagia di dunia itu tapi sekarang mengerti itu hanya mimpinya saja.

__ADS_1


"Kakak.. ke.. du.. a, Ayo. pulang ke des.. sa"


"Baik.. baik lah, mari pulang ke desa, kita jadi petani lagi. Menanam padi,ubi jalar juga Tapi kau harus sembuh dulu ya"kata Sun Qie lagi.


"Hemm.. ka.. kak... aku mau makan ubi.. ja.. lar.. panggang.."


"Kau.. cepat pergi Bakar ubi jalar dan bawa kesini, pergilah" Sun Qie tidak tau lagi siapa yang dia suruhnya kali ini. Yang dipikiran nya hanya lah Sun Yat yang ingin makan ubi jalar panggang.


Seseorang kabur ke belakang dengan cepat. Sementara Sun Yat yang lemah, nafasnya semakin pendek saja.


Dia melihat Lanlan kecil yang lewat di depan rumahnya. Gadis yang beberapa tahun lebih muda dari nya ini, menatapnya dengan penuh cinta. Dia pergi menggali sayuran liar dengan dua anak.


Sun Yat berusaha mengikuti Lanlan dari belakang.Tapi Lanlan kabur lebih jauh ke dalam gunung.


"Sayang.. sayang.. kau di mana?"


"Suami ke tiga.. aki di sini. oh cepat lah datang. Bantu aku menarik sayuran liar ini. Di sini banyak sekali sayuran nya. Cepat lah" Lanlan tidak ada tapi suara nya bergema di penjuru gunung.


Sun Yat masuk lagi mencari arah suara, tapi suara blain membuat dia diam di tempat.


"Ayah.. ayah... kemarilah.. ayah...


" Ayah.. kau dimana.. aku mau ayah.. huwa..aaaa"


"Ayah.. ayah.. cepat lah kesini.. ayah..


" Ayah.. aku.. aku.. sayang ayah.. cepat lah kemari.. "


Suara anak anak yang hampir sebulan pergi, sekarang terdengar lebih dekat lagi.Tapi suaranya sedikit menyedihkan. Mungkin mereka sedang dalam kesulitan.


"Anak-anak.. ayah di sini Kalian di mana?"Sun Yat hampir berlari ke arah hutan karena dia melihat gerakan di sisi lain.


Segera pemandangan indah tersaji di sana begitu dia berhasil maju.Lanlan bersama dua anak anak nya sedang bersembunyi di balik bunga bunga yang indah.


Mereka tertawa dan mungkin menertawakan dirinya yang lamban menemukan mereka.


"Hahaha.. ayah.. berhasil.. hahaha.


" Horee.. ayah. ayah kesini lah. Tangkap aku. ayah.. hahaha "

__ADS_1


"Suami ku.. aku..


begitu Sun Yat datang mendekat, tiba tiba Lanlan dan anak-anak menghilang perlahan lahan ditelan kabut.1 Kebun bunga berganti menjadi tebing tinggi dengan jurang yang dalam.


" Lanlan.. lanlan sayang.. kau dimana? anak-anak.. ayolah jangan sembunyi lagi..Lanlan aku.. aku takut. Ayoo kita pulang "Seru Sun Yat lagi. Dia tiba tiba merasakan sebuah ketakutan yang teramat sangat.


Lanlan menghilang, anak-anak nya juga pergi. Ayah ibu.. kakak kakak nya juga tidak ada.Di sini dia sendirian tanpa seorang pun di sisi.


"Sun Yat.. Sun Yat.. adik.. bangun lah.. ayo... ayo makan. Ini lah ubi jalar panggang yang kau minta tadi Ayo makan selagi panas, baik"


Tiba tiba saja dia melihat Sun Qie yang menyodorkan sepotong ubi jalar panggang yang panas ke mulutnya. Dia berusaha sadar dan melihat sekeliling.


Dokter di samping nya telah meramu obat dan memaksanya minum.Sekarang ada sedikit udara di paru parunya. Dia sudah bisa menarik nafas lagi.


Aroma ubi jalar panggang yang harum menggugah selera nya. Mungkin efek dari obat ini bisa membuat dia lebih baik dan dia mulai menggigit ubi jalar yang entah kenapa begitu dia inginkan.


"Ayo makan,makan lagi, adik. makan yang banyak"seru Sun Qie yang lega melihat adiknya membuka mata.


Sun yat melihat sekeliling lagi dan mendapati, Lanlan tidak ada di sana. Seketika dia teringat akan dekrit dari Kaisar Yang membawa Lanlan pergi.


Tiba-tiba dadanya sakit lagi, sekarang sakit nya langsung menusuk tajam ke jantung tanpa ampun.Lanlan dan anak-anak adalah dunia nya dan sekarang dunia nya sudah pergi jauh.


Apalagi yang tinggal.. aohhh... sakit..


Dada Sun Yat berangsur-angsur melemah dan semakin lemah. Sun Qie ketakutan dan berteriak-teriak agar dokter memeriksanya lagi.


Dokter dengan cepat bertindak dan bergegas memberikan akupuntur.Seketika Sun Yat kembali bernafas..


"Kakak.. maaf.. akuu.. anak-anak ku.. Aku ti.. tidak kuat lagi..Kakak.. ma.. aff.. "


Setelah itu dada Sun Yat berhenti bergerak.Dia menjadi kaku dalam sekejap.Dokter segera memeriksa lagi tapi dia menyerah dan melirik Sun Qie yang malang.


"Dokter.. apa yang kau. lihat, cepat lah bergerak.Mana jarum mu. cepat lah.. kenapa kau diam saja. Apa kia tuli? 'Sun qie bahkan ingin menampar dokter yang menurutnya lamban itu.


Tapi sang dokter hanya menggeleng lemah, setelah nya dokter berjalan keluar kamar dengan lesu. Dia adalah budak yang telah belajar kedokteran di Akademi di bukit Lapin. Dia sama seperti para budak lainnya. Mereka menyukai keluarga Sun ini tapi sekarang keluarga ini sayang nya sudah tidak utuh lagi.


"Tidak.tidak.. Ahhh Sun Yat kau sialan.bangun lah.Ohhh adikku.. kau... kau belum habiskan ubi panggang mu.Ayo bangun.. kakak akan membakarnya lagi nanti. Yat 'er. hiks... bangun lah.. hiks.. adikku.. bangun.. !"


Tidak seorang pun yang tidak menangis di kediaman resmi. Bahkan dokter yang tadi mengobati nya jatuh terduduk di lantai dan menangis tersedu sedu. Semua dalam keadaan berkabung. Sun Yat .. saudara termuda telah menutup mata...

__ADS_1


Huwa......


hiks... hiks... 😭😭😭


__ADS_2