
Perjalanan dua kelompok dalam satu gerobak sapi masih di liputi dengan kecanggungan yang dalam.Semua orang merasa tak begitu nyaman saat ini,walau bagaimana pun hal ini tak dapat di elakkan lagi.
Masih aman di jalan hingga sampai matahari tenggelam.Dua kelompok ini bergegas turun di tempat lapang.Ada ratusan orang di sini semua nya berniat bermalam di tempat terbuka.Lapangan penuh dengan lautan manusia, ada juga beberapa api unggun di sana sini.
Segera para lelaki bergegas keluar mencari segala sesuatu yang bisa di bakar karena malam makin dingin. Lanlan ikut turun memutuskan akan tidur di tanah bersama para suami.
Lain hal nya dengan para orang tua dan anak anak yang tidur di dalam gerobak. Gerobak sapi ini kondisi nya lumayan tertutup jadi para orang tua tidak akan terlalu kedinginan.
Dari awal memang keluarga lanlan telah menetapkan mengingat kesehatan ayah dan ibu mertua yang tidak baik maka gerobak sapi akan di sulap jadi kamar tidur untuk mereka dan anak anak sedang kan yang lain akan tidur di tanah.
Di awal Huangdi sudah membuat ulah lagi, dia meminta hak tidur sendirian di dalamnya namun lanlan dengan tegas menolak nya.Dia bibi yang mendengar hanya saling pandang di antara mereka.Entah takut atau takjub dengan pemikiran keluarga baru ini. Kalau tidak berpikir dia akan bermanfaat memesan kursi di rombongan gubenur maka tak siapa yang sudi memberi dia wajah.
Perilaku nya sudah bagai bangsawan tapi tak sadar dengan kondisi sendiri. Di rumah dia enggan masuk ke dapur meski hany sekedar mencuci piring. Meskipun demikian porsi makan nya dua kali lebih banyak dari wanita yang telah bekerja keras seharian. Ingat juga tentang telor yang jadi prioritas nya sejak menikah.mendapatkan dia sungguh sia sia bila ingat kehadiran nya dengan menukar lanlan yang sebenarnya pintar mencari uang. Tapi saat krisis ingin rupanya sampah cantik ini ada gunanya beruntung mereka belum pernah mengasarinya sejak awal. Tapi lanlan jelas tak. akan memberi muka padanya sama sekali.
"Maaf, hanya anak anak dan orang tua"tolak lanlan
"Tidak mungkin aku tidur di tanah, jangan bercanda?"kata Huangdi menghentakkan kakinya dengan marah. Orang orang rendahan yang tak tau berterima kasih sama sekali.Apa itu gerobak sapi.. cuih...
"Kita yang muda dan kuat harusnya masih bisa bertahan di angin dingin, pakai saja beberapa baju lagi agar hangat"kata lanlan acuh tak acuh.
" Hah tidak mau, kalian orang rendah mungkin bisa tapi aku tidak, kulit ku bisa gatal nanti.Meskipun tua mereka juga sudah terbiasa di tanah kan? "Bantah Huangdi lagi. Ini benarkan mereka semua orang lumpur yang terbiasa berguling-guling di tanah yang menjijikkan itu jadi sekarang apa masalahnya.
"Itu gerobak sapi kami ya terserah kami.Mau ikut terserah mau tinggal juga nggak masalah"jawab lanlan ketus dia sungguh tak peduli dengan manusia tak rau malu yang satu ini. Lanlan terus saja membersihkan tanah dan menyebar kan beberapa barang sebagai alas tidur. Tinggal tunggu api di buat setelah nya ayo makan malam.
__ADS_1
"Hai ****** kecil, baru punya gerobak sapi juga sudah sombong. Lihat saja bila ketemu dengan rombongan ayah ku huh"
"Terserah "
Huangdi mengerucut bibir nya dan bergumam tak jelas seraya berdiri di samping gerobak sapi sampai lah suaminya datang dengan beban kayu kering. Huangdi kembali mengeluh dan mengucapkan beberapa kata tak menyenangkan lainnya. Mendengar beberapa patah kata dari istri nya suami bodoh ini bergegas datang ke arah lanlan.
"Lanlan biar kan istri ku datang tidur di dalam. Kulit nya sensitif dan tak tahan dingin! "Kata lancahay langsung tanpa aba aba.Dia tak begitu menyukai lanlan entah mengapa. Saat ini emosi nya naik sejak pagi dan sekarang tidak bisa di tolerir lagi.
" Ehh?"tiga suami terkejut mendengar lancahay membentak istri mereka.Mereka saling pandang dengan dua paman lanlan yang kembali bersama sama. Yang pasti mereka menghampiri kedua nya.
"Ada apa sayang?" tanya sun Zie
"Tuan putri Huangdi di ingin beradu di gerobak sapi,meminta para orang tua dan anak anak tinggal di tanah hanya karena dia sensitif" ucap lanlan dengan nada menghina yang jelas tanpa di tutup tutupi.
"Ayah di'er tak pernah tidur di luar ini pertama kalinya.Ayah pikir bila dia sakit nanti apa kata ayah mertua ku nanti, apa kita masih bisa masuk ke kelompok itu nanti nya? " kata lancahay yang membuat Huangdi percaya diri.Bibirnya agar miring ke atas dan menyeringai sombong.
"Hai apa kau pikir kami peduli itu? kami saja belum pernah membentak lanlan jadi apa hak mu?"
"Kak Qie ini masalah rumit, mari kita pikir kan dengan kepala dingin, baik? "rayu lancahay lagi. Masalah ini harus di selesai kan jangan sampai menganggu ketenangan dalam perjalanan ini. Tapi sikap ini tak diterima tiga suami lanlan.
"Tidak dan tidak kau dengar? " Sun zie marah namun tak ingin menyinggung siapa pun.Juga tak ingin istri tersayang nya di marahi sewenang-wenang.
"Lancahay kau jangan bicara di sini, sudah baik keluarga sun mau memberikan tumpangan jangan berlebihan"bela paman pertama dan dua bibi juga angkat bicara karena ini mereka tak memihak tapi warga tua harus di prioritas kan ini juga benar ada nya.
__ADS_1
"Sudah sudah,biarkan aku turun, Huangdi ayo ambil tempat ku saja, baik?" nenek lan turun dari gerbong dan mengalah pada Huangdi. Namun ini bukan niat Huangdi yang sebenarnya. Dia ingin memonopoli satu gerobak sapi sendirian saja jadi dia belum puas.
"Aku ingin sendirian saja di sana, banyak anak anak banyak kuman penyakit huh"tukasnya kesal.
"Huangdi kau....
" Kalian harusnya berterimakasih padaku tapi demi gerobak sapi bau ini saja kalian perhitungan. Apa kalian pikir ayah ku akan memberikan kalian wajah bila dia tau nanti, aku tak yakin ada tempat di sana jadi jangan salah kan aku"tambah nya lagi dengan nada mengancam. Lancahay sedikit takut dan kembali membujuk tiga saudara
"Kakak Qie kakak zie yakin lah,kita akan baik baik saja di kelompok gubernur nanti"
"Tidak akan "kata lanlan tegas, debat kembali tarik menarik dan ramai hingga menarik perhatian orang lain.Suara bising memecah keheningan malam, orang orang sudah lelah seharian berjalan jadi senang dapat hiburan gratis. Banyak juga yang mencibir Huangdi yang sombong sampai ke kepala.Tapi Huangdi acuh tak acuh pada pandangan orang miskin lain nya. Dia adalah permata di antara batu sungai.
"Lanlan sudah lah,tambahkan api lagi agar tidak dingin baik?" ayah mertua berkata akhirnya membuat semua diam dan senyum sombong Huangdi makin mekar dan mekar lagi.
Kali ini ayah mertua angkat bicara, dia tak ingin pertengkaran lagi jadi mari mengalah.Meskipun lanlan tak suka tapi dia harus menjaga wajah mertua di depan orang banyak jadi dia diam mengalah dan menelan kekecewaan.
Tiga anak serta tiga orang tua turun dengan tertib dan segera bergabung di api unggun.Lanlan segera pergi le gerobak sapi mencari selimut tebal dan meraih botol panas untuk masing masing orang.Semua hal yang di dapat nya dari luar angkasa tapi di samarkan seolah oleh barang itu dari gerobak sapi.
Selimut tebal lanlan di minta juga oleh Huangdi tapi lanlan segera memoleskan sedikit kotoran sapi di selimut jadi Huangdi jijik seketika.
Satu api unggun untuk satu keluarga jadi keluarga lanlan sedikit nyaman untuk makan malam.Ada kopi hangat di botol panas juga susu hangat untuk dua anaknya.Sementara roti kukus isi daging untuk semua dan roti kukus isi sayuran untuk lanlan.Mereka makan dengan lahap untuk kemudian berbaring di bawah langit.
Dua anak di apit nenek dan kakek nya sedang kan lanlan di apit oleh Sin zie dan sun Qie.Sun yat duduk berjaga jaga di api unggun untuk sementara sebelum posisi nya di ganti oleh sun Qie di tengah malam. Selimut yang tebal dan hangat di sertai botol air panas membuat tidur sedikit nyaman. Lanlan juga memiliki botol air panas hidup sendiri jadi dia juga nyaman dan tidur dengan pulas.
__ADS_1
Di kelompok keluarga lan mereka berbisik takut memikirkan kondisi Huangdi seharian dan tak nyamy semalaman. jangan pikir bagaimana Huangdi dan suami bodoh nya tidur dengan hamparan selimut yang hangat seperti di rumah dalam gerobak sapi.Huangdi puas.....