Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Perpisahan


__ADS_3

Langkah pelan Huangdi tak di sadari sun zie yang lagi menanamkan pukulan demi pukulan.Entah kapan wanita licik sudah dekat sekali tanpa ampun menaburkan segenggam bubuk jamur beracun ke wajah sun zie hingga suami pertama lanlan ini beku di tempat sebelum menyadari bagaimana stamina nya menurun dengan cepat, seketika dia merosot ke tanah seakan tidak lagi bertulang.


"Kau... kau..


" Hahaha bagus istri ku.. bagus hahaha "Tak mau lama keduanya mendekat ke arah dua saudara yang belum menyadari keadaan yang menghawatirkan saat ini.


Plakkk... plakkk


Serentak kedua nya mendapatkan segenggam taburan bubuk berbahaya.Dalam sekejap keduanya langsung rubuh ke salju tak bertenaga sama sekali. Pandangan masih jelas hanya lemah tak bertulang.Kondisi ini membuat sepasang suami-istri ini tertawa senang tanpa terkendali.


"Hahaha.. hahaha.. baiklah ayo pergi bu"kata lancahay menarik paksa ibu nya yang tak bergerak karena bingung. Tubuh nya terseret seret tanpa sadar.


"Hahaha aku pintar kan suamiku hahaha"di sisi lain Huangdi tertawa senang tanpa terkendali,dia bahagia


Sementara tubuh melemah semua anggota tubuh masih berfungsi dengan baik. Ibu lancahay tiba-tiba berbalik dan datang menatap pada suaminya, orang yang selalu ada di sebelah bantalnya.


Seharusnya dia menghargai lelaki ini tapi di mengingatkan setiap detik nya bagaimana dia tidak pernah makan sampai kenyang. Anak anak nya tidak boleh mengalami hal yang sama. Semua salah lelaki yang tidak kompeten ini,lelaki payah.


plakkk....

__ADS_1


"Aku mengembalikan rasa sakit yang kau berikan padaku tadi suamiku"ucapnya seolah olah mengeluh semua hal yang dia tahan sejak lama namun dia masih tidak puas jadi dia menampar lagi..


plakkk...


"Ini adalah tamparan karena tidak mampu menjadi suami yang baik hingga istri dan anak-anak tak pernah bisa hidup layak."


plakkk....


"Ini tamparan atas kebodohan mu tidak mau bergabung dengan kami, keluarga mu sendiri.Jadi pergilah pada keluarga payah mu itu. Aku telah hidup dalam kesulitan sejak menikah tapi aku berharap anak-anak ku menjalani hidup yang lebih baik tapi kau malah menolak ikut, nasib ku cukup buruk menjadi istri mu tapi jangan tarik anak-anak ku ke bawah bersama mu baik"keluhnya,dia turun ke tanah dan menangis sedih.


"Hiks.. hiks... suami ku.. maafkan aku tapi aku tidak akan menyesali ini.. hiks..lanting.. aku.. takut dia... dua akan bernasib sama dengan lanlan hiks... kau rau suami ku... hiks.. tidak mudah melayani tiga suami sekaligus,hidup akan sama buruk nya dengan di rumah bordil hiks.... hidup lanting harus lebih baik.jadi.. aku... aku.. terpaksa.. "


"Ayah tak ada gunanya berdiam diri, hanya pilih kami atau pun nenek di sana, ayo jawab dengan cepat kami sudah tidak punya waktu banyak"lancahay bertanya pada ayah nya hanya untuk melihat bagaimana ayahnya ini cukup bodoh dengan menggelengkan kepala.


Kebaktian seorang anak masih melekat kuat dalam pikiran tuanya, lancahay mau tak mau tertawa keras Ayahnya selalu keras kepala.


"Baik lah kalau begitu, ayah , hari ini aku memutuskan hubungan dengan mi. Entah susah atau senang kita tak bisa menoleh lagi dan ibu, ini terserah kau ikut aku atau ayah. Begitu juga lanting jangan bilang aku tak Tidak memperingati nya lebih dulu! "


"Aku ikut kakak, jadi ayah, aku juga tidak lagi mengenali ayah ini"Kata lanting tegas dia sudah tidak biaa berpaling lagi sekarang setelah memulai semua nya.

__ADS_1


" Ohh benar aku lupa satu hal lal kakak zie maaf soal sun lie aku menjual nya tadi pada pengepul budak. Tidak banyak hanya tiga perak dan 80 wen saja.Harus nya kalian berterima kasih pada kami karena paling tidak dia masih akan hidup di saat saat sulit ini. Para pedagang itu pasti tidak akan membuat diri nya rugi"Huangdi melemparkan kata tanpa rasa bersalah. Di benaknya kelompok itu harusnya tidak akan selamat sampai ke tujuan. Jadi posisi sun lie saat ini sama dengan membantu pihak lain. Awal nya dia berpikir membawa sun dani juga tapi siapa yang mau menerima produk cacat.


"Kalian bajingan akh.... kurang ajar! "Sun zie berusaha mencari kekuatan nya yang hilang namun dia belum berhasil sejauh ini. Kalau doa berkemampuan, lancahay pasti tidak akan di berikan kesempatan melihat matahari lagi.


Di sisi lain sepasang suami-istri berbicara dari hati kehati untuk memberikan pengertian satu sama lain namun negosiasi gagal total hingga lah satu kata terucap dengan sengaja


"Suamiku mari kita bercerai sekarang juga dan lupakan aku anggap saja aku sudah mati, baik? " Kata-kata itu mengiris hati paman ke tiga.Bagaimana semua orang yang dia sayang berpaling tanpa hati. Hati kecil nya mulai tergoda.


Di sisi ini ada anak dan istrinya namun di sisi lain ada ibu dan saudaranya. Tidak salah kalau lan ting takut juga tidak ada salahnya istrinya ini berlari ke pihak Huangdi. Semua kesusahan telah di terima mereka sejak awal, hanya dirinya lah yang tidak kompeten memberikan kehidupan yang layak bagi semua.Dia gagal menjadi suami dan gagal.Menjadi seorang ayah. Benar benar gagal dan nol besar tapi masih bolehkan dia gagal menjadi anak. tidak.. jelas tidak.


Seluruh tubuh memang lemah dan lunglai tapi kesemua indra lain n masih per fungsi dengan benar. Dia bisa mendengar bahkan berbicara meskipun agak pelan.


"Kau pergi.. lah.. Jika kita masih akan bertemu.. lagi. kau tetap lah istriku.Pergilah dan temukan suami yang pantas untuk lanting jangan biarkan dia bertemu lelaki petani miskin seperti aku, baik! "Hanya air mata yang mengiringi kata kata nya. Dia harus iklas berpisah namun bercerai,itu tidak mungkin. Istri yang telah mendampingi selama beberapa tahun depan setia pasti hanya linglung sesaat dan tergiur dengan bujukan menantunya itu.


Benar saja, sang istri memeluknya sebentar dan menangis sedih di dada kurusnya. Lelaki ini adalah sosok terbaik yang hadir dalam telah memberikan kasih sayang tulus hidup ini tapi kebaikan nya tidak mampu menopang hidup anak anak. Lalu bibi ke tiga mencoba bangun dan menghapus air mata nya dan berkata dengan tegar...


" Ya kau suamiku dalam hidup ini tidak peduli apa, setelah lanting menemukan rumahnya mari kita bertemu lagi lalu izinkan aku menjadi kuda dan sapi lagi untuk mu sampai mati baik? " paman ketiga hanya menganggu dengan mata tertutup.


Hatinya hancur seiring langkah kaki yang menjauh pergi. Sebagai lelaki dia tidak boleh menangis tapi kenapa air mata tak mau berhenti untuk turun.

__ADS_1


__ADS_2