
Dalam kurun waktu tiga hari, bukit lapin seperti di landa perang. Semua pabrik mengumumkan berita baru. Pabrik akan ditutup untuk waktu yang tidak diketahui.
Bukan hanya pabrik, semua lini yang ada memberitakan hak yang sama.Entah itu hotel hotel kecil, penginapan bahkan supermarket juga di tutup.
Pada hari ke dua, datang lagi kabar yang mengejutkan. Para budak di haruskan pergi ke tempat kerja masing-masing untuk menerima sertifikat perbudakan dan menjadi orang yang merdeka.
Tidak sampai di sana, mantan budak juga akan menerima sejumlah uang sebagai kompensasi dari bukit lapin sendiri.
Banyak yang tergerak tapi banyak juga yang menolak ide ini. Bukan kah menjadi budak di bukit setara dengan hidup layak nya seorang bangsawan di ibu kota. Bagaimana mungkin mereka akan berpisah dengan hidup yang mapan dan kembali ke masa masa yang sulit dulu.
Tapi itu tak lama ketika satu kabar lagi datang, bukit lapin akan di tutup di hari ke tiga. Dan akan tertutup sepenuhnya pada hari selanjutnya.
"Apa yang terjadi, apa ku mendapat angin?"
" Tidak, aku bahkan ingin bertanya pada mu, siapa tau kau akan bertanya terlebih dulu "
"Ada apa.. aku.. aku tidak mau pergi.. hohoho"
"Ibu.. ibu.. haruskah kita pulang ke desa bu, ini...hiks..!"
"Suamiku.. hubungan kita dengan warga desa tidak bauk, lalu kemana kita akan pergi... ada apa ini? "
"Ayo ayo ambil mutiara yang banyak, oh aku lupa masih ada perhiasan lagi di kantor, cepat cepat lah"
"Daging ku.. aku ambil daging kering.. anakku temukan lagi toples besar telur asin, baik?"
"Beras jangan lupa beras, ambil.. ambil...
" Sepeda.. aku mau sepeda...
"Ambil...
__ADS_1
" mie jagung, kain satin di pabrik...?
"Ambillll....
Banyak orang yang kebingungan ingin tetap pada kenyamanan ini.Tapi bukit lapin akan di tutup sementara.Jika mereka tetap pada status budak mungkin mereka akan punya jalan untuk kembali ke bukit lapin ini.
Sekelompok orang bergerak menjarah beberapa toko dan pabrik. Banyak barang bagus yang boleh di ambil selagi kau bisa membawanya. Ada begitu banyak orang orang yang rakus jadi pada hari itu suasana hiruk-pikuk dan banyak orang yang tidak henti henti nya berlari untuk mencari sesuatu yang berharga.
Keluarga Lan adalah kelompok pertama yang pergi di hari kedua bersama beberapa asisten yang ingin ikut serta. Sun Qie hanya menatap kosong ketika kelompok orang itu pergi.
Paman ke tiga membawa serta dua selir bahkan lanting dan keluarga Tong yang telah menjadi orang bebas. Dengan keluarga Tong di harapkan usaha keluarga Sun yang di titipkan akan berkembang pesat.Ini akan jadi modal bagi keluarga Sun untuk membalikkan keadaan.
Sun Qie masih setia dengan pot putih berisikan abu jenazah Sun Yat.Dia tidak berpikir untuk pergi kali ini.Setelah semua budak pergi, kediaman resmi benar benar kosong. ini adalah ruangan yang paling besar tapi kosong.
Sun Qie bisa melihat jejak jejak keluarga Sun di masa lalu.Dia pergi ke meja makan dan makan di sana dengan enggan. Di depan nya ada bayangan ibu dan ayah berkata "makan sup yang banyak, Qie'er"
Ada juga bayangan Sun Yat yang mengambil duri ikan untuk di sajikan pada piring Lanlan yang cantik.Lanlan tersenyum dan sedikit malas untuk mengunyah makanan karena Sun Zie memaksanya menggigit ayam rebus. Mungkin dia sudah kenyang tapi masih memaksakan diri untuk menggigit.
"Lanlan.. sayang.. kau di mana?? "
"Apa kau akan melupakan kami di masa depan, hemm?"Tanya Sun Qie kepada angin yang lalu. Lanlan begitu baik dan cantik bahkan sun Yat selalu memanjakan nya. Tidak sekali pun dia membiarkan Lanlan memegang pisau dapur.
Sebagai lelaki dia lebih sering berhadapan dengan api di tungku dapur.Dulu dia bahkan selalu terluka akibat terkena percikan api. Jika mereka pulang dia pasti akan cerita dengan nada sedih.
"Kakak kedua.. aku terbakar..! "
"Ohh, apa sakit, mari kakak obati dulu biar tidak meradang, baik! "
"Hemm" sun Yat muda memang selalu ceria dan berbicara dengan ramah. Dia tidak akan sembunyikan apapun jika dia merasakan sakit.
Tapi sekarang Sun Qie masih ingat bagaimana tubuh adik bungsunya terbakar di atas kayu. Itu benar benar terbakar habis sampai tubuh nya berubah menjadi abu yang setiap saat busa terbang di hembus angin.
__ADS_1
Tidak kah dia merasakan sakit, mengapa tidak menangis?
Sun Qie pergi ke kamar Sun Yat yang sudah di bersihkan.Dia tertidur di sana, menikmati aroma obat yang selalu ada pada tubuhnya.Aroma yang kian samar karena pengguna obat telah pergi...
Sun Qie bangun pada hari ke empat, di perkiraan kota sudah benar benar kosong saat ini. Jika pun masih ada orang dia juga tidak akan peduli.
Masih ada sisa sup kemarin tapi belum di panaskan. tidak tau apa masih bisa di makan. Sun Qie melirik apel dan menggigit nya beberapa buah sebagai sarapan pagi.
Setelah sarapan, dia bangun dan berjalan keluar dari kediaman resmi. Ada satu kuda tanpa gerbong yang sengaja di tinggal.
Tanpa berpikir dia naik dan melaju ke area bendungan. Area ini cukup besar, dia perlu berlari beberapa jam untuk sampai ke sana.
Hal pertama yang di lakukan oleh nya di bendungan adalah menyiramkan satu tong minyak ke sana.Setelah dia melemparkan api maka bendungan terbakar dan membesar dengan cepat.
Sun Qie benar benar akan membakar bendungan yang menjadi pusat sebenarnya bukit lapin.Dia berdiri diam melihat kobaran api yang membakar habis bendungan yang dengan susah payah di buat ini.
Tidak menunggu api habis, Sun Qie turun dari bukit. Dia menemukan kayu bakar yang memang telah di susun sedemikian rupa ke segala penjuru oleh para asisten sebelum mereka pergi.
Tanpa ekspresi apa pun,banyak pohon yang masih berbuah lebat sekarang di jilat api yang marah.Tidak itu saja, semula banyak padi gandum dan sebagai nya yang dia bakar di sepanjang jalan.
Sun Qie tidak lagi merasakan emosi yang meledak ledak sekarang. Tapi dia bergerak mantap ke area pabrik dan membakar segala nya.
Semua yang ada di bukit lapin tidak luput dari sasaran nya.Ketika dia memulai ada sekelompok orang tidak di kenal yang mengaku sebagai bawahan Sun Zie mencoba menghalangi tapi setelah itu mereka berkompromi dan membantu membakar segala nya tanpa terkecuali. Baik itu Tambak ikan peternakan dan kebun binatang. Semua habis di makan api, hanya asap hitam pekat yang terlihat di mana mana.
Setelah kesana kesini,Sun Qie kembali ke kediaman resmi. Melihat api dari kejauhan.Bangunan bagus yang dulu di minati banyak orang sekarang tidak kebih dari kayu bakar.
"Kaisar.. hahaha Kaisar.. ambil.. ambillah.. ahahha" Kediaman resmi sekarang menjadi satu-satunya bangunan yang masih utuh. Sun Qie seperti orang hilang akal duduk di tangga memegang pot abu dan berbicara sendiri sambil tertawa.
"Adik.. Yat'er. lihatlah... lihat... kau tidak terbakar sendiri. Kakak ke dua mengirimkan bukit lapin untuk menemanimu hahaha.. adik.. adik.. apa kau dengar? bukit lapin sekarang milik mu di akhirat hahahaha"penjaga bayangan hanya diam memperhatikan perilakunya yang tidak wajar ini. Mereka masih harus mengirim nya ke jendral besok pagi
Hanya di hari ke lima, kota bukit lapin menjadi kota lautan api.
__ADS_1