
Kehidupan yang indah dengan bergelimangan kemewahan sekarang telah berganti rupa. Setelah berdebat dengan Ayah Kaisar, A long segera di lucuti dari posisi nya.Dengan alasan untuk memberinya pelajaran, A long bahkan di lempar ke istana dingin dengan kejam. Pada saat inilah Along mengerti apa yang di katakan Ibu peri nya saat itu.
Tidak ada cinta di istana....
Semua akan bisa di dapat di istana. Kehormatan kemewahan dan posisi bahkan wanita cantik. Tapi justru tidak akan pernah ada perasaan yang bernama cinta.
Sejujurnya Along telah membuka diri untuk menerima dan belajar mencintai tunangan nya. Dia adalah seseorang yang kelak akan bersamamu hingga ke akhir hayat.
A long mencoba meskipun sulit dan berpikir keputusan nya untuk menolak selir paling tidak akan membuat wanita ini merasa berharga.Tapi siapa tau dalamnya hati manusia.
Mereka lebih memilih kekuasaan dari pada kasih sayang yang tulus. A long segera mendapatkan kembali item pertunangan dua hari setelah kejadian. A long tidak punya perasaan lebih terhadap tunangan ini tapi setidaknya dia juga terluka karena nya.
Kekuatan keluarga mantan tunangan bisa di katakan terbesar setelah Sun Zie. Setengah dari mentri besar ada di genggaman nya. Tapi dengan lengser nya A long sebagai putra mahkota tidak akan menguntungkan bagi mereka sama sekali.Ketika mendapatkan tawaran yang lebih baik jadi kenapa tidak.Keluarga ini jelas ingin duduk di kursi panas melalui putri mereka.Terlepas dari siapa pun yang menjabat sebagai putra mahkota.
Dengan pemikiran ini, segera rumor beredar. Setelah penobatan Putra Mahkota yang baru, pernikahan akan di langsung kan.
Sebenarnya pangeran sudah pun memiliki permaisuri resmi, hanya saja latar belakang nya tidak begitu kuat.Dengan tekanan di sana sini, permaisuri resmi di turunkan posisi menjadi selir tingkat tujuh.
Seperti yang diperkirakan, kekosongan ini akan segera di isi dengan permaisuri resmi yang baru, mantan tunangan A long.
Ini lah rencana dari Ratu saat ini yang dengan mulus telah di realisasi kan. Rumor juga mengatakan ketidakmampuan A long sebagai putra mahkota yang tidak bisa menyumbang baik itu pemikiran ataupun tenaga bagi Kekaisaran.
Berbeda jauh dengan pangeran ke dua yang telah menceburkan diri ke arena perang sejak usia belia.Dengan rumor ini di pastikan pangeran ke dua mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.
Mendapatkan posisi yang di inginkan tentu seseorang akan bahagia tapi juga belum tentu orang itu akan berpuas diri.Seperti saat ini, ketika kaisar sedang terjebak dalam gejolak nafsu, Ratu berkata dengan nada sedih.
__ADS_1
"Pikirkan lagi keputusan kaisar untuk melengserkan posisi pangeran pertama.Sebagai seorang ibu, aku mengerti jalan pikiran nya tapi dia masih begitu muda dan naif.Jangan sampai dia berdendam dan mencoba menghubungi pihak bukit lapin. Ini bisa membuat kerugian yang tidak perlu"katanya seolah olah dirinya adalah seorang ibu yang penuh cinta.
"Hemm mencoba berpaling dia berani? "
"Jika itu pangeran pertama yang dulu mungkin tidak tapi kita tau dia sudah berubah sekarang. Kita tidak bisa menebak jalan pikiran nya"Dia sampai menitikkan air mata untuk menunjukkan rasa tertekan nya.
Pembicaraan terganggu beberapa waktu karena kaisar sedang sibuk mencubit dua kelinci putih yang menggemaskan. Mereka terengah engah dalam beberapa menit.
Setelah pelemparan selesai, pembicaraan masih di lanjut kan sampai mata tertutup kelelahan.Ratu begitu puas dan percaya dia berhasil.
Hasilnya bisa di lihat ketika di siang hari A long di giring ke istana dingin. Tapi dengan perlakuan ini, Kaisar jelas tidak akan menyangka sama sekali,hati A long juga mendingin untuk nya dengan cepat.
Tidak ada lagi rasa hormat yang tersisa untuk Ayah kaisar.....
ini adalah kejadian pada hari yang sama ketika Lanlan bergabung dengan Sun Qie dan berpikir tentang balon udara.
Biarkan Lanlan istirahat sebelum mereka berangkat..
Sekitar jam sepuluh, Sun Qie kembali dengan beberapa menu di tangan nya. Dia tau Lanlan pasti belum makan sejak pagi.
Terkadang Sun Qie kagum dengan performanya sendiri,Lanlan cukup manis sampai Sin Qie berharap dua putaran lain. Tapi sekarang situasi nya cukup mendesak.
"Sayang.. ayo bangun, kita akan berangkat sebentar lagi" seru Sun Qie. Lanlan membuka mata nya dengan malas tapi dia juga tidak mau membuat segalanya sulit. Mau tak mau dia bergegas bangun dan bebersih sebelum makan.
"Kita berangkat? "
__ADS_1
"Hemm.Aku telah membeli gerbong kereta kuda jadi jika kita berangkat sekarang kita bisa sampai sebelum hari gelap"Kata Sun Qie yang memeluk pinggang ramping Lanlan dengan gemas.
" Baik, ayo pergi! "Sun Qie mencium bibir Lanlan lagi sebelum pergi.Dia tau setelah ini,ada serigala berbulu yang lapar menunggu daging untuk di makan. Jika saja keadaan lebih normal, mungkin bisa main berengan.. 3P.
Di depan penginapan telah menunggu sebuah gerbong dengan dua ekor kuda.Kali ini perjalanan akan lebih mudah karena pihak kaisar tidak akan menyangka mereka akan di sisi ini dengan cepat.
Saat ini beberapa penjaga bayangan kaisar telah menyisir bukit lapin dan daerah sekitar nya dengan tekun. Tapi mereka tidak berpikir jika tikus sudah pergi ke sarangnya.
Perjalanan yang cukup nyaman dengan gerbong kereta tapi Lanlan tertidur lagi di dalamnya. Ketika terbangun mereka sudah tiba di lokasi.
Lokasi ini sebenarnya adalah sebuah desa kecil tanpa banyak penduduk.Sebuah lokasi yang bagus untuk sembunyi.
Beberapa prajuritnya berpakaian compang-camping layaknya petani biasa. Tapi jika seseorang melihat dengan jelas, akan ada tubuh kekar di balik baju dengan banyak tampalan itu.
Kedatangan Lanlan segera di sambut dengan antusiasme yang tidak biasa.Selain mereka tidak pernah bertemu dengan nyonya jendral mereka juha heran kenapa kelompok ini bisa sampai secepat ini.
Sun Qie langsung memeluk Sun zie dengan perasaan haru. Sekarang di dunia ini hanya tinggal dua saudara saja lagi. Sun Zie lebih tangguh, wajah nya tidak berubah sedikit pun. Terlihat datar tanpa senyuman.
Suasana berlangsung agak mengharukan, setelah itu Sun Zie menatap Lanlan dengan pandangan tidak tertebak. Matanya yang besar jatuh pada sebuah pot di tangan Lanlan. Pot abu jenazah Sun yat.
"Sayang, pergilah istirahat, kita akan berkumpul nanti malam" katanya penuh arti. Matanya berkilat penuh cerita. Ada sedih dan duka di sana tapi dia jelas sudah terbiasa melihat sebuah kematian. Hanya saja baru kali ini dia di paksa untuk melihat saudara termuda nya menjadi abu di pot putih. Rasanya ingin menghancurkan seluruh dunia untuk pelampiasan.
Semua ada waktunya, tunggu lah aku..kaisar...
Lanlan mengerti dan pergi mengikuti seseorang yang di tugas kan untuk menunjukkan jalan. Sun Zie menarik Sun Qie untuk menceritakan segala sesuatu yang terjadi di bukit lapin.
__ADS_1
Malam makin sunyi tapi beberapa hati sudah terbakar dendam kesumat..