
Dua api unggun di buat dengan cepat,Satu api kecil di letaknya dibawah gerobak agar penghuninya hangat.Gerobak ini di huni oleh sun Qie dan ayah mertua yang kesehatan nya makin menurun terkena radang dingin.Kali ini lanlan membantu para bibi untuk merebus sayuran liar. Kebetulan para paman menemukan lagi sayuran liar hanya saja lebih sedikit dari kemaren.Daun hijau agak sulit di cari karena tumpukan salju di tanah. Hanya saja daun daun ini bahkan tak cukup untuk makan.
Lanlan segera mencair kan salju di atas api dengan masuk kan setumpuk salju di dalam panji.tanpa sadar lanlan segera menganti sayuran liarnya dengan setumpuk sayuran liar lainnya yang telah bersinergi dengan aura ruang.
Cuci dengan air salju yang sudah mencair kemudian potong seadanya.Ketika air di panci cair lagi dan mengelegak lemparkan sayuran liar nya dan suntikan sepanci sup daging dari ruangan ketika para bibi lengah.Pastikan tidak ada daging di sup hanya kaldu nya saja untuk menghindari kecurigaan tak lupa beberapa tetesan mata air surgawi sebagai pengganti nutrisi yang bagus.
Setelah sup siap agih kan ke beberapa mangkok untuk masing-masing orang dan makan malam hangat siap di santap. Meskipun tak ada yang bertanya yang jelas mereka merasakan perbedaan antara sup sayur liar siang hari dengan sup sayuran liar di malam hari.Tapi pemikiran polos hanya pada keadaan lelah yang bikin segala nya menjadi nikmat.
Lanlan segera kembali ke gerobak menyerahkan mangkok pada kelompok nya tak lupa dengan"botol air panasnya".egois.memang tapi kerahasiaan adalah hal utama apalagi lanlan belum mempercayai kelompok lan apalagi dia tak begitu senang dengan Huangdi dan sepupu nya itu.
"Ibu mertua makan lah duluan aku mau ke gerobak untuk memberi makan suami ke dua"Dua suami lainnya tertunduk lesu mendengar itu. Ayah mertua lanlan telah turun dari gerobak bersama anak anak untuk makan malam
"Pergilah menantu"Wanita tua ini hanya mendesah dan menyesap sup di botol air panas.Matanya sedikit berkabut tapi lelaki tua di sebelah nya menepuk bahunya untuk memberikan semangat.
__ADS_1
Lanlan masuk ke dalam dan berpaling pada dua suami seraya berkata lagi.
" Suamiku, jangan ada yang masuk dulu ya, aku mau bersih-bersih sebentar baik? "meskipun tak ada jawaban lanlan tau semua akan mengerti dan akna mengawasi.Jadi diamasuk ke gerobak dan menarik tirainya agar sedikit tersembunyi.
Dengan satu tarikan nafas lanlan membawa sun qie ke ruangan.Sejatinya tak ada mahluk hidup yang bisa di bawa dan lanlan tak yakin sun Qie bisa masuk tapi dia tetap mencoba yang terbaik dan tak percaya itu berhasil. Mungkin karena sun qie dalam kondisi koma yang memanipulasi ruangan nya lanlan tak begitu peduli.
Sun Qie direndam dalam bak mandi yang di penuhi mata air surgawi.Sementara itu lanlan membuat bubur encer dengan kesadaran nya.Tanpa di sentuh daging sapi di lumatkan menjadi bubur kemudian di beri garam.Nasi yang di masak lembut kemudian di campur kan dengan bubur daging dan di tambah dengan beberapa irisan gingseng yang juga di haluskan. Tambahkan lagi garam dan daun bawang juga sebagai pelengkap.
Lanlan menyabuni tubuh kaku sun qie sekalian keramas untuk nya.Matanya yang tertutup terlihat tenang bagai orang tidur.Kulit nya makin memerah dan kenyal akibatkan reaksi mata air surgawi.Rambut nya yang tadi kusam juga sudah wangi dengan haruman lavender. Tak ada lagi keresahan di wajah nya hanya damai dan damai. Andaikan lanlan tak melihat bagaimana dadanya turun naik maka lanlan pasti akan mengira sun qie telah pergi.
Mata air surgawi yang tercampur dalam bubur daging entah bagaimana lolos begitu saja mengalir dalam tenggorokan sun Qie.Hanya setengah jam kemudian bubur habis di cerna lanlan senang.
Lanlan kembali ke gerobak dengan sun Qie yang sudah makan dan bebersih.Dia juga telah memakai baju yang sudah dibersihkan.Tak.mau lama lanlan segera keluar lagi. Meskipun lanlan telah pergi hampir satu jam tapi di dunia asli ini hanya lah lima menitan jadi dia bebas tanpa khawatir. Lanlan duduk santai di dekat ibu mertua yang masih menyesap sup panas.
__ADS_1
"Lanlan, kita bisa makan ini masih bagus tapi bagaimana dengan keluarga lan lainnya. Wajar kal ki berbagi, mereka cukup adi pada kita" kata ayah mertua yang merasa sedikit tidak nyaman.
"Ayah mertua ibu mertua, aku tau itu tapi aku masih enggan karena tak yakin dengan Huangdi.Kalau temperamen paman dan bibi aku percaya tapi mereka tidak.Aku takut serigala bermata putih"
"Huh.. kau benar sayang,Ku pikir bila suami istri itu tau tentang perbekalan kita bukan tidak mungkin meminta nya tanpa sisa.Lihat saja bagaimana kerusuhan yang terjadi hingga menyebabkan saudara ke dia jadi begini!" ucapan sun yat masuk akal, dia juga tak menyukai wanita sombong itu. Sungguh individu yang merepotkan sekali.
"Benar juga tapi ibu hanya melihat nenek mu saja, sejak kerusuhan dia hanya berdiam diri tak mau lagi bicara. Ada juga lanbao yang masih muda"ucap nenek sun. dua suami dan ayah mertua menganguk setuju. Sun lie menatap lanlan untuk melihat bagaimana reaksi ibu tiri.Dia kenyang tapi masih ada anak lain di kelompok yang lapar seharian. Sun lie juga menyukai lanbao tapi masih ragu berbagi makan karena orang dewasa tak melakukan hal ini.
Lanbao masih berusia delapan tahun tapi bersikap dewasa demi keadaan. Dia tak rewel malah ikut membantu mencari sayur dan ranting pohon.Anak anak perlu gizi yang cukup agar tumbuh besar tapi kondisi nya makin kurus sejak perjalanan ini dimulai.Tak sama dengan sun lie dan sun Dani yang masih berenergi karena masih cukup makan.
"Ibu mertua kurasa kau benar, akan ku pikir kan caranya.Ayo dekati nenek lan, bicara dam cari tau mengapa dia sedikit menghindari kita"
"Baiklah, ibu akan ke sana sebentar baik? "
__ADS_1
"Hemm ide bagus, cobalah membujuk dia agar dekat ke kelompok kita lalu cari cara agar kita bisa berbagi sup. Lihat lah sup kita masih bisa bertahan beberapa minggu lagi dalam suhu ini"Bagaimana pun nenek lan menyimpan kasih pada lanlan asli dan sebagai penumpang di tubuh ini lanlan masih harus berbakti kepada keluarga lan mau tak mau.
Perjalanan ini tak mudah bagi semua orang terlebih lagi orang tua dan anak anak. Hanya harapan yang tinggal untuk masa depan yang lebih baik.Jalan masih panjang.....