
Dalam satu jam tiga lansia,empat anak,empat orang dewasa satu pasien plus satu kuda bergerak masuk melewati pintu gerbang.Rombongan ini mengundang rasa iri bagi yang melihat nya.Bahkan kilat yang notabene adalah seekor kuda perang pun berjalan dengan mata angkuhnya.
Awalnya dua paman sudah pasrah di tinggal. Namun entah bagaimana sun yat datang dengan kabar baik.Ada sejumlah koin emas demi menebus mereka jadi dua paman merasa berhutang banyak pada lanlan terutama.
Di sisi lanlan fia tak rau bagaimana pemikiran orang lain pada nya. Di hatinya hanya melihat lihat bagaimana kondisi kota saat ini.Dia harus memikirkan cara bertahan hidup dikota besar.
Mengeluarkan bahan makanan dalam kondisi ini pasti akan menimbulkan tanya jawab jadi dia harus bergegas mencari jalan pintas. Lagipun bekal yang mereka bawa hanya akan cukup untuk beberapa hari lagi.Keluarga kelahirannya tidak mungkin bisa mencari tempat tinggal lain jadi mengapa tidak mengambil rumah sewa besar dengan banyak kamar kali ini.Dua paman adalah tenaga kerja super murah dan pasti setia.
Pengawal itu berbaik hati membawa kelompok ini ke sebuah wisma, kemudian lanlan membayar kamar untuk dua pintu bagi satu malam.Setelah menyelesaikan urusan wisma mereka juga harus menemukan tempat tinggal permanen. Lanlan masih mengenggam beberapa koin lagi di tangan nya.
Sun yat sudah bertanya pada pengawal yang membawa mereka. Mereka langsung di arahkan pada penjual gigi. Penjual gigi di sini artinya adalah makelar serba bisa. Anda bisa membeli rumah bahkan membeli budak padanya.
Semua masalah di serahkan pada mereka bertiga.Meskipun begitu setiap kali penjual gigi menyodorkan beberapa Famplet sun yat dan dua paman melirik nya.Mata jeli sang penjual gigi pastinya tau arti dari gerakan mata ini, jadi dia langsung bertanya pada lanlan untuk menawarkan beberapa rumah.
"Nyonya, di jalan c ada satu potong rumah dengan dua pintu masuk.Ada tiga kamar dan dapur, harganya sewa nya cukup murah hanya sekitar tujuh ratusan koin perak sebulan"
"Bos ada baiknya kami langsung ke intinya saja, baik. Kami memerlukan rumah yang dekat dengan pasar.Ada tempat untuk kuda dan ada gudang makanan.Sungguh bagis bila ada lebih dari tiga kamar dan dua dapur"kata lanlan terus terang.Dia sudah begitu lelah menunggu seharian, dia merindukan kasur.Kebelakang ini dia merasa tidak enak badan selalu ingin tidur seharian.
__ADS_1
" Begitu kan, oh coba kita lihat dulu... hem.. ya, coba lihat ini, ada dua rumah dengan posisi yang nyonya mau. Satu rumah ada rumah bekas pejabat, mereka di sewakan dengan 10 koin setahun tidak kurang.Rumah ini memiliki halaman jadi bagus untuk menanam bunga "ucapnya, dia tak yakin keluarga ini mampu membayar. Pemilik nya menginginkan uang pas pertahun bukan perbulan.
" Satu rumah lagi di jalan yang sama namun tidak di sewa melainkan di jual seharga hampir 70 koin emas lengkap dengan perabotan nya, meskipun demikian masih ada sana sini "ucap ya enggan.
" Bagaimana jika kita melihat lihat dulu"kata lanlan.
"Oh mari pergi ini masih banyak waktu hehehe"Mereka bergerak ke arah pasar utama.Hany sepuluh menit dari pasar tukang gigi berhenti dan memutar kunci.Ini adalah rumah sewa pertahun.
Rumah ini besar karena rumah bekas pejabat. Yang paling penting ada sumur tak jauh dari dapur utama. Mereka memiliki kamar kecil yang biasanya di peruntukan untuk para budak. Rumah nya cukup besar lebih besar dari rumah di desa tempat mereka singgah dulu. Ada juga ruang baca untuk para bangsawan, ini agak memuaskan. Lanlan langsung memutuskan.
"Bos tak perlu pergi, saya suka rumah ini"ucap lanlan enteng, bila berhasil maka hari ini juga mereka bisa pindah.Tukang gigi menarik nya ke pinggir agar lebih jelas lagi pula tiga lelaki dewasa di belakang nya ini tidak ada hubungan nya jadi abaikan saja mereka.
"Secepatnya tapi bos, biarkan beberapa perabotan tinggal, berapa itu? "Menurut kata pertama si tukang gigi, harga sewa tidak termasuk barang.Pemilik rumah tentu tidak bisa membawa barang barang itu di jalan, bila masih bisa di tukar dengan koin bukan kah masih bagus.
"Perabotan?Oh.. kamu perlu menambah tiga ratus perak untuk perabotan nya, bagaimana? " Mata liciknya tergambar ketika dia mengosok gosokkan dua tangan nya karena gatal.
"Baik saya suka" jadi kali ini lanlan harus merelakan sepuluh koin emas dan tiga ratus perak plus limapuluh lagi untuk si tukang gigi. Sekarang lanlan langsung miskin.Tapi dia harus menggigit peluru.
__ADS_1
Tukang gigi senang kali ini dia untung besar. Ada pelanggan baik ini tidak boleh di sia sia kan.Dia tanp, ragu bertanya lagi "Oh nyonya apa ada keperluan lagi? "
Kebetulan lanlan memikirkan bagaimana uang yang dia taburkan akan kembali dalam waktu dekat. ini persis seperti orang ngantuk di beri bantal
"Oh begini, aku punya sedikit usaha jadi aku ingin tau bagaimana cara kita menemukan pemasok bahan makanan di kota ini. Aku ada sedikit keperluan dan entah mengapa aku percaya pada penglihatan bos"
"Pemasok makanan? ini sedikit sulit sebenarnya.Jumlah pasokan makanan agak sulit jadi harganya naik dua kali lipat dari harga aslinya. jadi.. "dia sedikit ragu bagaimana cara menolak nya, masalah bahan makanan adalah masalah besar saat ini.
"Oh.. jangan takut bos, kami memiliki koneksi dan jumlah bahan yang lumayan banyak jadi harap bantuan nya bos! "Lanlan menyelipkan beberapa koin perak lagi ke tangan tukang gigi hingga tangan tukang gigi pemih sekarang.
Benar begitu, oh kalau begitu aku punya beberapa orang kalau kau mau hehehe"
"Cukup satu saja tidak perlu ramai hahaha"
"Hahaha bagus, kapan kita ke notaris? "tanya nya ingin cepat cepat mengelus koin.
" Secepatnya kalau bisa, oh ini terima lah uang nya dan temukan kami di wisma nanti. Kalau bisa semua urusan selesai sebelum hari gelap "Semua setuju dengan satu kata, lanlan kembali ke wisma bersama sun yat dan dua paman. Mereka menunggu tukang gigi datang.
__ADS_1
Sejak awal kedua paman lanlan tidak banyak bicara, mereka lebih banyak diam namun hati tentu saja bertanya berapa keping lagi kah uang yang dimiliki keponakannya itu. Apa masih cukup untuk membeli beberapa bahan makanan lagi. Mereka tak cukup syarat untuk bertanya.