
Suasana di rumah Lan dan di rumah Sun inti sama sama berada di lingkungan heboh. Mereka berjuang untuk maju namun masih berpikir bagaimana cara nya agar tak melibatkan wanita dalam hal ini.
Ada bisnis yang baik untuk di kembangkan namun terhalang oleh wanita tersebut tidak kompeten. Pada dasarnya pemikiran Ortodoks selalu melekat di benakmu. masing-masing orang. Anggapan tentang lelaki adalah penguasaan bagi wanita adalah pemikiran wajar dan sudah lumrah tapi mengapa keluarga Sun ini memiliki pemikiran berbeda hanya setelah berhasil menghasilkan beberapa perunggu.
"Katakan pada Sunxilan, aku menganggap ide benang sutra adalah milik kami pribadi suka ataupun tidak, sebagai lelaki bagaimana bisa wanita di depan. Dimana wajah nya di simpan kelak.Aku masih hidup tapi putra ku di intimidasi di rumah sendiri oleh wanita muda, apa dia lahir tanpa otak? " Amarah penetua Sun inti yaitu Sun Tzu.
Sun Tzu adalah ayah kandung Sunxilan yang notabene adalah nama asli ayah mertua Lanlan. saat ini usia nya mencapai 75th.Dia masih sehat meski sesekali terkena sakit pinggang dan radang dingin.
Amarah nya memuncak mendengar putra nya yang sakit-sakitan itu merendahkan diri pada menantu barunya.Apakah dia tidak bisa berbicara mewakili keluarga nya sama sekali. Di mana harga diri nya sebagai lelaki. Bahkan cucu lelaki nya juga lemah terhadap gadis muda itu. Pengajaran tentang adat dan sifat kesopanan dalam keluarga jelas nol besar di sana. Benar benar sia sia.
"Kakek aku sudah bicara dengan paman ke dua rapi seperti nya kita harus menyerah untuk hal ini. Masalah ini tak bisa di tunda sebenarnya karena ulat sutra tidak bisa menunggu lagi"
"Pergi ke sun zie, bila ayahnya bodoh tak mungkin putra nya berlaku sama" Nafas lelaki tua itu tersengal sengal karena marah. Menurut nya keluarga itu harusnya bersatu dan saling bantu untuk hidup yang lebih baik. Ada darah yang sama di dalam nadi setiap orang.
Seperti nya dia lupa akan kasus pemisahan keluarga ketika putra nya dalam keadaan membutuhkan keluarga. Keluarga memilih meninggalkan mereka dalam lubang neraka sendirian. Alih alih neraka kini mereka hidup di surga tapi kini menolak menarik keluarga ke surga bersama.
"Baik" Sun Quan, putra pertama sun adalah paman langsung Dari para suami Lanlan. Dia menerima senyum cerah di bibir tipis nya.Kelaparan tak hanya ada di kelurahan sun tapi ini juga terjadi pada keluarga sun inti.Kemiskinan hampir merata di setiap desa. Berpikir bijak melakukan perpisahan rapi saat ini lebih condong ke arah penyesalan nyata.
Berpisah tak langsung putus hubungan hanya saja tanggungjawab kepada orang tua secara timbul balik akan hilang tapi dua puluh kg beras setiap panen dan 3 perunggu setahun di kenakan sebagai sarat kesolehan anak pada mereka.
__ADS_1
Hanya saja tidak mengira uang ini akan begitu kecil bagi mereka pada akhirnya. Andai waktu bisa balik lagi pastinya akan mengenakan setidak nya 50 perunggu paling tidak. Akan ada dua puluh kg beras setiap dua bulan sekali. Ini menguntungkan tapi sudah terlambat.
Lain lagi di rumah Lan, semua diam membeku tak bisa bicara. Yakin akan di tolak mentah mentah oleh pihak sana. Harapan kian pudar hanya karena salah dalam melangkah. Andai saja.....
"Bu ada baiknya kita anggap ini angin lalu tapi aku pikir masih untung menjaga babi serta unggas lain nua sekarang. Ada banyak tenaga di rumah mari. kita mulai berbenah membuat kandang dan kolam ikan"
"Itu benar kak, jangan kita bahas masalah ini lagi mungkin kita belum sampai pada gilirannya "
"Hmm tetap saja ibu kesal,ini terserah kalian ibu tak punya pemikiran lain lagi" nenek Lan mendesah risau.
Lanlan memiliki banyak ide, tapi. mengapa baru setelah di jual murah ke dalam keluarga sun barulah dia menampakkan diri. Mengapa bukan dulu dulu nya. Andai dia berpikir sama maka keuangan keluarga akan lebih baik bukan tidak. mungkin Lanlan tidak akan di jual dengan cara itu. Ini menyebalkan...
Saat ini meskipun sulit tapi dia masih mendapat kan satu telur rebus di pagi hari. Telur adalh barang mahal di keluarga desa. Memelihara ayam tidak mudah, ayam terkadang mati sebelum besar karena pangan yang buruk. Ketika ayam besar masih ada berbagai musuh di luar seperti elang di langit atau Musang yang lapar.
Setelah pergi ke keluarga Sun rupa nya mereka memasang duri di sekeliling area ini juga sampai ke atas nya.Memerlukan beberapa hari mencari duri di gunung tapi ini cukup memuaskan bila berhasil.
Saat ini nenek Lan dan dua menantu sibuk menanam sayuran liar agar bisa di titipkan ke kota. Selain itu mereka masih bisa berebut harta gunung lainnya untuk di ubah jadi uang.Tapi menantu baru tidak bisa di ajak bekerja sama. Dia adalah boneka kecil di rumah kelahiran nya, tak pernah berkenan lelah berjemur di gunung. Namun dia masih mau membantu di dapur hanya saja sebenarnya kinerjanya juga tidak begitu memuaskan. Nenek Lan hanya bisa menang sendiri masalah ini. Ini adalah menantu pilihan nya.
"Apa rencana kalian? "Tanya nenek lan
__ADS_1
"Kami akan mulai membuat kolam lusa, Anak anak bisa mulai mencari anak kan ikan di sungai.Kami sedang mempelajari bagaimana membesarkan ikan di rumah sun setelah besok "jelas Lan xiu pada ibu nya.
Putranya yang baru menikah diam saja di tempat hanya hatinya yang bengkok menatap hidangan di meja. Rasa malu mendekati pada istri barunya, seandainya Lanlan selalu bisa mengirim nasi putih ke rumah.
Istrinya ini selalu bisa makan nasi ketika di rumah kelahiran nya,tapi lihat lah sekarang dia harus mau berbagi bubur jagung ini seharian,beruntung masih ada satu telur rebus setiap hari untuk nya.Lanlan yang berhati hitam tak pernah berpikir untuk membawa berkah kembali ke rumah lamanya.Seharusnya dia berpikir untuk pulang tapi dia tidak.
Dia yang lahir dan di besar kan di rumah ini tapi dia gadis yang tidak tau berterima kasih.Gadis itu bahkan tidak akan pernah memikirkan mereka sama sekali. Sinar kebencian dangkal memancar di mata sepupu Lanlan ini.Dia semakin membenci Lanlan karena mampu makan nasi putih sementara sekarang dia makan bubur jagung. Lanlan hatimu hitam... busuk...
"Hmm paling tidak kita masih bisa menjangkau sinar nya, ada baik nya kalian bergegas, masa panen akan di mulai"
"Ya ibu seperti nya keluarga lanlan alan memanen besok apa perlu kami datang membantu? "
"Terserah kalian saja, kita tak mau di bilang menjilat hanya demi ulat bulu menjijikkan itu"Saran nenek lanlan. Menjual Lanlan adalah penyesalan terbesarnya tapi dia tak akan mengubah nya bila waktu bisa di putar kembali.
"Tidak ibu, hanya akan pergi saat kami santai"
"Jangan buat masalah baru, selesai kan makan kalian" nenek Lan pergi ke kamar sementara semua nya masih bergumam tak jelas menghadap bubur jagung dengan tambahan parutan ubi jalar.
Di meja makan tak ada yang berani bersuara selain para lelaki.Mereka bahkan tidak berani meninggalkan meja sampai nenek Lan berdiri. Suara kembali hening hanya sumpit yang bergerak pelan di meja makan.
__ADS_1