Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Pulau lapin


__ADS_3

Pertemuan beberapa pihak dalam rangka membeli dan menjual gingseng, digelar di sebuah hotel yang tidak begitu terkenal.


Ruang pertemuan sudah diisi dengan beberapa orang yang berkaitan.Selain para calon pembeli ada juga beberapa pengacara terpercaya.Ini adalah urusan triliun bukan hanya dua atau tiga ratus ribu.Jadi supaya aman,mak beberapa tim


advokat di panggil.


Beberapa orang dari instansi pemerintah juga di panggil agar semuanya "halal"


Begitu kata Sun Qie. dia tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan undang undang setempat.


Di mana bumi di pijak di situ lah langit di jungjung (pepatah melayu)


Aku cinta indonesia....


Kembali ke topik.


Hari ini, Sun Qie di tunjuk sebagai pemilik dari semua Gingseng yang ada. sebenarnya hak kepemilikan ginseng ini sudah di identifikasi sebagai milik lanlan karena dia adalah pemilik rumah.


Tapi lanlan juga telah membuat perjanjian hukum dengan Sun QIE bahwa kepemilikan Gingseng telah berpindah tangan jadi secara resmi di acara pertemuan ini adalah antara Sun Qie dan beberapa orang calon.


Ada lima calon orang yang mewakili perusahaan besar yang ingin mengambil alih kepemilikan Gingseng ini dan semuanya berasal dari korea.


Mari kita sebut saja calon satu ,calon dua ,calon tiga dan seterusnya.


Dengan lima calon yang berminat Lanlan sudah berpikir jika tata cara pembangunan bukit lapin akan diterapkan di sini. Jadi dia secara sadar mengambil lebih banyak ginseng .Total yang berjumlah lima ratus buah.


Beberapa peneliti dari pihak instansi beserta beberapa penelitian lagi dari pihak para calon, sedang memeriksa keaslian ginseng sebelum rencana pelelangan dilakukan.


Sebelum pada peneliti mengesahkan keaslian Gingseng, maka mereka melanjutkan acara dengan berbicara sambil makan.


Di sinilah Sun Qie berniat menyatakan niatnya untuk membagi sama rata juga ginseng itu.


Tapi sebelum itu dilakukan ada seseorang dari pihak calon B berkata dengan sedikit keras. Jauh sebelum kedatangan mereka ke indonesia ,mereka telah melihat apa saja yang diinginkan oleh pihak Sun Qie. Jadi dia tahu bahwa Sun Qie sedang mengincar sebuah lokasi untuk bercocok tanam dan lokasi itu harganya tidaklah murah.


Dia berbicara dengan bahasa Inggris, ada penerjemah yang bersetifikat di sampingnya. Tapi itu tidak masalah .Zidane sudah mendownload apl penerjemah untuk Sun Qie.


Dia juga bertindak sebagai pengawal Sun Qie hari ini.


" jika kami terpilih dalam hak kepemilikan gingseng ini makan kami berinisiatif untuk membantu saudara Sukiman agar bisa secepatnya memiliki kepemilikan pulau yang d inginkan"katanya nya.


Takut keduluan.


" Tidak benar, kami juga bisa melakukan itu. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa instansi terkait untuk mempercepat proses kepemilikan pulau seandainya kita menjalin kerjasama ini "


Tentu saja Sun Qie berbinar mendengar nya. kepemilikan pulau itulah yang dia inginkan.


itu benar Sun Qie tidak menginginkan sebuah tanah biasa tapi sebuah pulau di negera xxx.


Ada kabar dari internet jika negara terkait bisa menjual sebuah pulau demi beberapa uang dolar. selain menjual mereka juga bisa menyewakan nya untuk dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan tapi Sun Qie tidak berniat menyewa, dia ingin membeli jika bisa.


Sekarang ada pihak yang bisa menyanggupi untuk mengurus masalah itu . Jika ini terjadi maka Sun Qie hanya perlu tinggal di rumah maka semuanya selesai.


Siip


Sebab itulah harga yang diminta sangat tinggi jika di rupiah kan ini berkisar sekitar belasan triliun. harga yang murah bagi orang berduit tapi bagi Sun Qie ini adalah seperti seseorang yang memakan daging nya .


Belum selesai sampai di situ, beberapa orang segera menengahi dan berkata bahwa mereka tahu dan juga bisa mengurus hal itu. Jadi Sun Qie bingung untuk memutuskan yang mana.


Beberapa orang masih bertengkar ketika lima orang peneliti yang mewakili lima calon pembeli datang dan mengatakan sesuatu sampai berbisik .


ada seorang peneliti dari pihak pemerintah mengatakan keaslian ginseng dan mengatakan bahwa ginseng itu memang berusia hampir sepuluh ribu tahun.


Kemudian agenda berikutnya adalah menentukan harga untuk satu buah gingseng tua .ada beragam harga yang bdi sebutkan.Sun Qie tidak.ikut campur hanya mendengar dari samping. Dia tidak bisa menilai harga gingseng, karena itu sejujur nya adalah gratis.


Gingseng berusia seratus tahun masih tiga ratus juta,jadi berapa harga pas untuk gingseng berusia sepuluh ribu tahun. Huuff kaya mendadak.


Sun Qie tertawa di dalam hati nya dia sudah mengharapkan hal ini.


Kemudian kelompok ini,menjalani beberapa perdebatan panjang . maka ditetapkan bahwa ginseng ini berharga cukup mengejutkan.Jika di hitung dalam rupiah ini adalah enam ratus sekian juta .


Setelah mendengar harga yang disebutkan beberapa orang terdiam jika lima ratus buah gingseng dikalikan dengan enam ratus sekian juta,berapa duit.


Tapi beberapa orang memang sudah siap, barang Langka sudah seharusnya di hargai dengan mahal.Tapi tidak ada yang tidak berkeringat mendengar jumlah total nya.

__ADS_1


Setelah dipotong pajak dan biaya pertemuan juga para advokat maka harga bersih untuk Sun Qie masih ada enam ratus juta penuh


Masih mahal tapi tidak ada yang mau menawarkan.Harga menunjukan kualitas barang.


Ketika semua orang terdiam,Sun Qie angkat bicara.Lanlan hanya bertindak sebagai pendamping segera menyikut Sun Qie ,barulah Sun Qie sadar jika ini adalah waktunya.


"Khm..hmmm. halo..halo.begini semuanya" mungkin karena ini baru pertama kali dia berbicara di depan banyak orang kaya, maka Sun Qie sedikit gugup tapi mereka sudah merencanakan nya tadi malam.


Sun Yat tidak bisa datang karena dia kembali di sibukkan dengan urusannya. Jika dia ada, Sun Qie ingin memintanya menjadi juru tapi dia selalu sibuk .


" saya pikir ,tidak semua orang bisa membeli semua ginseng ini ,jadi saya akan membagi nya sama rata dengan lima perusahaan yang ada !"


Seketika terjadi keheboh di kelompok lain .Jika memang Sun Qie ingin membagikan hak kepemilikan ginseng ini sama rata , itu artinya masing-masing dari mereka ,masih bisa memiliki seratus buah ginseng. Dengan harga enam ratus juta per gingseng , maka harga ini masih bisa ditanggung.


Tapi Sun Qie masih belum selesai bicara ,dia masih berkata dengan menggunakan microphone.


" Saya orang kecil jadi saya tidak tahu soal uang di sini saya ingin mengatakan bahwa jika anda berkenan mengambil kepemilikan seratus buah ginseng tua maka saya tidak akan meminta pembayaran dengan uang melainkan sebuah jasa"


" silakan nona Lanlan untuk menyatakan masalah ini .Saya tidak bisa berbicara banyak lagi ,maka nona Lan akan melanjutkan nya"


Sun Qie tiba tiba menyerahkan nya kepada lanlan begitu saja.Lanlan melihat itu dan dia mendengus tapi dia tidak marah.Tsu jika Sun Qie sekarang gugup.


Lanlan hanya berdiri dan meminta seseorang mengulurkan beberapa beberapa dokumen yang telah dibuatnya dan menyerahkan nya kepada para calon pembeli.


" Di sini kami menuliskan bahwa akan ada dua kelompok yang harus menyelesaikan tanggung jawab untuk membeli pulau yang kami inginkan"kata lanlan. murah mahal itu ada urusan mereka yang penting surat menyurat haruslah sah dan transparan.


" Kemudian ada kelompok lain yang bertanggung jawab untuk membersihkan lahan di sana .Ini termasuk lah ,menebang pohon, membersihkan nya sehingga bisa cocok untuk ditanami kembali"


"Kelompok ke tiga ,adalah tim yang bertugas untuk membuat beberapa jalan agar di sana lebih rapi.Tim ini juga akan membuat kanal dan beberapa infrastruktur biasa.Pastikan saja bajetnya cukup.Kami tidak memerlukan banyak hanya melakukan hal-hal ini sesuai dengan jumlah uangnya saja"


" Dan kelompok terakhir akan diberi tugas untuk membangun beberapa fasilitas umum seperti rumah kediaman beberapa rumah pekerja, klinik kecil dan dua buah gudang,itu saja" kata Lanlan sebagai penutup.


Selain itu,Sun Qie mengatakan bahwa mereka bebas menentukan sendiri. Perusahaan mana yang mengambil tugas apa.Terserah yang penting selesai.


Karena tidak lagi ada urusan di sama ,kelompok Lanlan keluar dari ruang pertemuan. Mereka hanya akan di panggil setelah negosiasai selesai di lakukan.


Jika tidak ada kekurangan, mungkin tahun depan bukit lapin baru akan segera di bentuk.


Untuk selanjutnya, Sun Qie harus menjual lebih banyak bahan lagi. karena mereka masih harus membeli banyak furniture untuk mengisi bukit lapin. Ohh kali ini bisa di panggil pulau lapin,hehehe.


Jadi tidak ada gunanya memaksakan diri.Tunggu saja tanggal mainnya.


Lanlan dan dua matan suami berjalan ke arah restoran yg katanya masih milik Sun Yat.Meski dia tidak bersama tapi dia masih ingin keluarga ini memakan nasi miliknya. Sungguh calon suami yang baik.


Sampai di sana,mereka segera di arahkan ke sebuah ruangan khusus.Sun Yat telah meminta koki menyiapkan menu khusus hari ini.


Budha melompat tembok



Menu yang pernah Lanlan makan,ini bergizi karena kaya dengan seafood dan beberapa herbal dan baby gingseng.


Menurut gosipnya, menu ini diciptakan oleh seorang koki di zaman dulu.Sang koki ini ingin mengajak makan beberapa biarawan di kuil terdekat .Tapi mereka biasanya hanya memakan sayur dengan menu ini.


Menu ini adalah tantangan tersendiri untuk sang koki. Ketika strategi yang berhasil, maka di berilah nama "budha melompat tembok "


( jika salah,mohon maaf )



Ada juga bebek panggang dengan wijen.Dengan warna nya saja ini sudah menggugah selera.Perpaduan warna merah dan putih nya wijen.Hemm atimanyabotu lho...ohh jangan sebut.Air liur menetes hanya dengan melihat. ckckck



Masih ada disini sebagai pencucian mulut.Lanlan senag sekali hari ini.Melihat lagi menu di meja yang mereka makan,tiba tiba Lanlan ingat dengan Sun Yat yang begitu perhatian.


Jika dia ada di sisi pastilah Lanlan akan memberikan ciuman terimakasih.


Tapi jangan khawatir, ada ponsel kok.


Lanlan mengambil foto masakan di meja dan mengirimnya kepada Sun Yat.Entqh dia sudah makan atua belum.Terkadang Lanlan pikir dia sedikit berbeda dari Sun Yat yang dulu.


Dulu sesibuk apapun ,dia pasti akan mengingatkan nya untuk makan atau sesuatu yang remeh. Sekarang tidak begitu, padahal jika di pikir lagi dengan ponsel, anda bisa menelpon siapa pun dan kapan pun,benar..

__ADS_1


Hanya saja Sun Yat begitu sibuk sehingga melupakan kebiasaan lamanya.


Kasian Sun Yat ku sayang, sudah makan atau belum sih.


"Lanlan makan!" sun Qie melemparkan kerang ke dalam mangkuk Lanlan. Dia juga meletakkan lagi beberapa hidangan laut ke atasnya. Mungkin ini untuk ucapan terima kasih atas gingseng tua.


Lanlan melihat ke arah zidane yang masih fokus dengan layar ponsel nya. Entah apa yang dilakukannya pada ponsel itu, padahal mereka akan makan.Lanlan sedikit kesal tapi lagi lagi itu bukan urusan nya.


Mereka makan dengan gembira dan menyantap beberapa menu lagi.Kemudian tidak ada lagi dimsum yang tersisa setelah setengah jam.


Masakan yang sebenarnya itu begini indah dan mengenyangkan. Menarik dan juga penuh dengan gizi.


Hanya saja ada yang kurang,tidak ada nasi...


Orang indonesia tidak akan pernah bilang sudah makan jika tidak makan nasi.Begitu juga dengan Lanlan. Dia akan cepat lapar jika tidak ada nasi.


Tapi bisa di bungkus tidak ya,hem.hem...


Setelah memesan minuman dan meresap nya sebentar, mereka kembali lagi ke area pertemuan. Beberapa orang bahkan belum makan siang hanya untuk membahas masalah Gingseng.


Ketika Lanlan dan dua mantan suami datang lagi, kesepakatan sudah di lakukan. Sekarang hanya tinggal Sun Qie yang perlu menandatangani dokumen kerjasama.


Sebagai penutup acara pertemuan ini ada beberapa pidato yang disampaikan oleh berbagai pihak.


Seperti seseorang yang berjanji akan mempercepat kepemilikan pulau yang diinginkan oleh Sun Qie. Tidak lupa berterima kasih dan mengatakan puji-pujian akan sesuatu yang menurut lanlan itu sangat membosankan dan membuang waktu.


Beberapa waktu kemudian mereka saling serah terima ginseng dan bersalaman salaman untuk akhirnya berpisah.


Sun Qie akhirnya bisa tersenyum lebar,cita cita nya untuk pembangunan kembali bukit lapin sudah setengah langkah.


Itupun dengan ..gratis.


Didalam mobil yang melaju untuk kembalinke viila,Lanlan menyempatkan diri untuk menelpon Sun Yat.Ini sudah lewat waktu makan siang. Mungkin Sun Yat sedang istirahat, jadi ini adalah waktu tepat untuk telpon telponan dengan pacar berondong.


tut...tut..tut..


Lanlan menunggu beberapa waktu tapi telpon tidak diangkat.Coba sekali lagi,tapi masih gagal.


hanya setelah pemanggilan yang ketiga ,suara Sun yat terdengar.


"Halo..apa sudah makan?"suaranya sedikit terengah engah. Seperti orang yang baru selesai berlari.Tapi aneh saja sih,biasanya kata pertama nya adalah "Sayang " tapi sekarang hanya ..halo?


"Sayang ku,sudah makan siang belum,tadi kami ke restoran mu..bla..bla..bla.."


"Hahahaha belum sempat makan siang,masih sibuk.Tadi ponsel nya masih di meja,kelupaan sih.Begitu mendengar suara panggilan terpaksa berlarian. Duh capek !" kata Sun yat di seberang.


Secara tidak langsung dia menjelaskan mengapa dia terlambat menjawab dan ngos ngosan.


"Ohh kasian sekali pacar berondong ku,udah pergi makan dulu sedikit. Biar jangan terkena maag,oke" kata Lanlan yang kasian mendengar Sun yat bahkan belum makan siang.


"Hahahaha, oke lah.ohh bagaimana dengan pertemuan nya?"elak Sun Yat


"Tidak masalah,sesuai dengan yang kita harapkan"


" bagus lah"


Mereka berdua masih berbicara beberapa patah kata lagi ketika di sisi Sun Yat ada suara wanita yang menyela.


"Kakak...jadi ke mall?"


"Hah?"


Jelas sekali sun Yat gugup,mungkin ndia khawatir jika Lanlan berpikir buruk.Telpon di jauhkan sebentar mungkin untuk berbicara dengan wanita tersebut. Kemudian suara Sun yat terdengar lagi.


"Maaf Lanlan tadi itu sekretaris ku, rencananya kami akan ke mall untuk pertemuan bisnis "


"Hahahaha, tidak apa apa,sayang itu wajar.Nanti usahakan makan dulu di mall ya.hahaha aku bukan wanita yang mudah untuk cemburu begitu" kata Lanlan lagi.Sun Yat yang jauh akhirnya merasa lega. Dia takut Lanlan akan kabur lagi jika dia marah.


Kemudian mereka bicara yang tidak penting beberapa waktu sebelum telpon di tutup.Lanlan masih merasa lucu.


Apa dia semudah itu untuk marah..


Lanlan tersenyum dalam waktu lama padahal di kursi sebelah,Sun Qie menatap nya dengan sejuta rasa.

__ADS_1


Nano.... nano...


__ADS_2