
Keluarga sun lanlan sekarang sudah kembali rukun dan damai.Beberapa waktu juga berlalu dengan cepat. Tak sadar musim panas akan berakhir dan musim dingin akan datang.
Sekarang ladang lanlan akan panen lagi dan kembali mereka menuai rasa iri dari para warga setempat.Suatu pagi kepala desa datang ke rumah lanlan untuk bertanya seputar usaha di toko yang berkembang baik.
Sekarang ini lanlan sedang mempelajari tentang pembangunan rumah baru. Bisnis yang berkembang menyumbang beberapa keping emas sekali di awal dan beberapa keping emas lagi di setiap bulannya.Kini keluarga ini bisa menyimpan uang dan mengeluarkan nya untuk pembangunan rumah baru.
Tak tanggung tanggung, lanlan siap dengan desain rumah empat tingkat sekali gus. Tingkat pertama adalah lantai untuk umum dengan dua kamar yaitu kamar penentua juga satu kamar tamu beserta gudang barang dan juga dapur umum.
Lantai ke dua adalah kamar keluarga dengan lima kamar. Satu untuk setiap orang.Sun lie dan sun dani akan menempati kamar yang berbeda begitu juga dengan kamar para suami tercinta.
Lantai ke tiga adalah milik lanlan seorang diri.Dia dengan egois nya mendesain satu lantai khusus untuk nya. Satu ruangan besar dengan beberapa kursi dan meja. Ada juga satu kamar dengan ranjang kang besar lengkap dengan kamar mandi.Di sini lanlan juga berusaha keras untuk bagaimana agar air bisa sampai ke setiap kamar dengan mudah. Sistim drainase nya masih harus di tinjau lagi karena pipa paralon belum ada tapi dia mengusahakan nya dengan bambu dan itu sulit. Tapi bila hal ini bisa di lakukan maka rumah lanlan akan mendekati rumah ala modern.
Lantai terakhir sengaja di buat lapang dengan atap setengah gedung, setengah nya lagi tanpa atap. Lantai ini di maksud kan agar keluarga bisa melihat bintang di malam hari atau ketika ingin tidur di alam terbuka juga akan nyaman nyaman saja.
Beberapa helai kertas yang di remas berserakan di lantai ketika bibir cai datang memanggil nenek sun.Suara nya tidak kecil sehingga lanlan terganggu tapi dia masih harus fokus dengan desain rumah nya.
Bukan saja bibi cai paman lanlan pun datang berbicara dengan bimbang.Dari suara mereka jelas ada masalah baru tapi lanlan yakin masalah ini tak begitu besar hanya saja nenek sun menghampiri nya di kamar dan meminta nya keluar. Lanlan keluar mendapati wajah cemas nya jelas terlihat membuat beberapa kerutan baru di dahinya.
Entah kapan kamar ibu mertua sudah ada para suami yang seperti nya di panggil pulang dengan dadakan. Sementara bibi cai dan paman pertama lanlan sudah berlari pulang.
"Ada apa ibu mertua? "Tanya lanlan mengerut kan dahinya
"Menantu perempuan, ada masalah besar di kota kabupaten sekarang"
"Masalah apa? mungkin kah ada masalah di toko kita? "
"Bukan demikian, ada kabar baru yang berhembus. Katanya ada pemberontakan di utara ada juga pengungsi dari daerah lain yang mengalami gagal panen tahun ini.Kabar nya lagi para pemberontak akan membunuh dan mengambil harta benda rakyat terdekat untuk biaya mereka.Banyak warga yang bergerak ke gerbang ciangsi saat ini"jelas ibu mertua, kabar ini sebenarnya sudah di dengar lanlan sejak seminggu terakhir tapi tak menyangka akan berkembang sedemikian rupa.
__ADS_1
"Tapi orang orang yang mengungsi sudah banyak mengalami kelaparan dan mereka banyak mencurigakan dan merampok di jalan jalan"ungkap sun Zie
"Aku ingat bagaimana beberapa tahun dahulu kejadian serupa ini terjadi. Ada banjir besar kalau itu dan orang orang tak bisa panen sama sekali memilih pergi ke gerbang kota mencari perlindungannya.Tahun tahun itu begitu mengerikan sekali. Orang yang memilih tinggal di rumah justru orang yang tidak akan selamat.Ada banyak keluarga yang berpisah dan itu buruk sekali"Tahun tahun itu nenek sun kehilangan keluarga besarnya dan sekarang hanya dia satu satunya keluarga yang tertinggal. Jadi dia tau betul bagaimana buruknya tahun tahun itu.
"Saat ini ada kekeringan di mana mana dan pemberontakan memicu kelaparan tidak aneh jika orang orang memilih pergi ke tempat aman"
"Bagaimana kemungkinan orang orang itu sampai ke kota kecil kita? "
"Ini tak akan lama, sudah ada beberapa orang desa yang mulai bergerak, takut nya kita tak sempat lari jika para pemberontak dan pengungsi datang" kata ibu mertua. Semua nya mendesah sedih. Mengungsi atau tinggal itu sama saja lagipula hidup baru saja membaik. Memilih pergi sama saja dengan memulai nya lagi dari nol. Dan itu tak mudah.
"Jadi bagaimana? "
"Lari atau tinggal? "
"Ibu bagaimana kalau kita tinggal dan berlindung di gunung saja, lagu pula jalan ke gerbang ciangsi akan memakai waktu beberapa bulan dengan kondisi ayah"Kata sun Yat yang menurut nya mengungsi tidak akan mudah mengingat kondisi ayah nya yang baru akan mulai berjalan selangkah dua.
"Tidak gunung juga tak aman sekarang, tak banyak daun di gunung akibat panas jadi para hewan besar di pastikan akan turun gunung mencari mangsa nya"Kata ayah
"Ayah mertua, Uang bisa di cari lagi tapi nyawa lebih penting saat ini. Berbahaya untuk kita tinggal di sini, bagaimana dengan keluarga sun inti dan keluarga kelahiran ku? "Lanlan bertanya lagi.
"Sialnya keluarga sun inti sudah berangkat dua hari lalu dan aku baru tau sekarang"Sun Qie marah dan hampir menepuk meja
"Apa? kenapa mereka tidak mengabarkan kita? "Ayah mertua semakin terkejut dan terlihat sedih sekali. Ini masalah darah yang lagi lagi memilih memalingkan wajah
"Ini tak lain karena perut,di saat saat begini makanan akan langka dan membawa orang lebih sedikit memungkinkan bahan makanan akan bertahan lebih lama"
"Lagi lagi masalah perut,mereka tetap memilih mengorbankan kita seperti dulu tak peduli dengan kebaikan yang kita berikan pada mereka ckckck"
__ADS_1
"Keluarga kelahiran mu akan berangkat besok, tadi paman pertama mu datang untuk mengajak kita pergi bersama sama bagaimana menurut mu? "tanya ayah mertua masam
"Ibu mertua bagaimana pikiran mu? "
"Mari kita pergi bersama mereka, lebih banyak orang lebih baik kan? "
"Ayah? "
"Apa baik baik saja, aku khawatir akan merepotkan jadi kalian pergilah tinggal kan aku di sini! "
"Suamiku benar, kami tak kuat berjalan jauh jadi pergilah "Ibu juga merasa akan menjadi beban untuk anak anak nya dia memilih tinggal.
"Ayah.. ibu.. kalian akan membuat kami jadi anak tak berbakti?kalau kalian tak pergi kami juga tidak"
"Hemm itu benar, mari kita ke gunung saja"
"Jangan ke gunung, itu akan lebih berbahaya nak" kata ibu khawatir.
"Jadi..? "
"Baiklah kita berangkat besok"Akhirnya pasangan tua ini mengalah dan tersenyum paling tidak putra putra nya adalah anak yang berbakti.
"Hem maka aku akan mengabarkan keluarga lan dulu"Kata sun Qie langsung kabur.
"Mari kita berkemas, kita bagi-bagi tugas.Bunuh semua hewan di belakang dan simpan di dalam beberapa daging di tong besar di gudang es.Tutup lantai dengan melemparkan beberapa kayu lagi. Kelak bila beruntung kita akan pulang dan masih punya daging kering"Kata lanlan. Dia menyadari pentingnya bekal di jalan juga tak ingin kerugian yang lebih besar.
"Lalu buat beberapa roti kukus yang banyak untuk bekal. Jahit beberapa keping perak dan emas di pakai dalam masing masing orang.Aku akan menyimpan hokou bersama ku"
__ADS_1
" Ayo buat gerobak kecil dengan beberapa ruang kecil di bawahnya. Ruang kecil ini harus nya tersembunyi untuk menyimpan beberapa daging kering. Di jalan aku pikir makanan akan menambah masalah jadi hati hati dengan itu. Gerobak juga akan membantu bagi ayah dan anak anak "Lanlan segera menuangkan beberapa ide lagi dan langsung di setujui tanpa keluhan.
"Bagus, ini saja mari kita bekerja. Sun lie dan sun dani harus pulang dan membantu"Ayo semangat buat bekal di jalan.