Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Sun yat sen


__ADS_3

Di antara tiga suami, Sun yat adalah yang paling lembut dan banyak gombalan receh tapi dia suka itu. Dengan Sun Yat, dia merasa awet muda. Inilah yang dia rindukan pada sosok Sun Yat.


Hanya saja dia pernah di kecewa kan oleh prinsip Sun Zie. Karena itu jiga dia tau, jika Sun Qie memilih berkompromi dengan kakak pertama nya di banding dirinya sendiri.


Dia masih kurang penting.


Menurut nya Sun Yat itu sosok yang baik tapi masih akan tetap tunduk kepada Sun Zie. Jadi Lanlan tidak akan mau kecewa lagi. Singkirkan dengan cepat harapan yang baru tumbuh di hati selagi dia masih dalam bentuk benih.


Sun Yat masih orang yang paling mengerti dengan sikap Lanlan. Dia sedikit sebanyak tau arti dari raut wajahnya itu.


Sun Yat datang mendekati dan membelai rambut Lanlan seperti seorang kekasih sejati. Lanlan hanya terpaku seperti orang linglung. Ada apa dengan Sun Yat yang tiba tiba ingin bertindak dewasa.


"Tidak kah kalian ingin bertanya pada ku, kenapa aku ada disini?. " tanya nya seraya tersenyum manis. Dia terlihat sungguh tampan dan manis di saat yang sama. Ini lebih seperti... imut.. ooohh.


Selamat kan hati adek.. bang.


Sun Yat yang dulu tidak akan pernah mau meskipun itu sekedar memegang tangan Lanlan di depan dua kakaknya. Terkecuali itu di dalam kamar tidur.


Dulu Lanlan pernah bertanya, kenapa Sun yat tidak pernah meminta di layani seperti dua kakak. Setiap kali, Lanlan kah yang selalu menerobos duluan.


Dia akhirnya pernah bilang, jika dirinya hanya lah suami tambahan. Sebab itulah dia tidak pernah ingin berinisiatif bergerak terlebih dahulu.Hanya ketika Lanlan mengangguk barulah dia bisa leluasa melepas segala rasa yang dia simpan.


Bukan dia tidak cinta tapi dia tidak berani melanggar otoritas kakak kakak nya.Tapi sekarang dia akan melepaskan diri dari semua ikatan di masa lalu. Dia hanya akan menjadi dirinya sendiri.


"Hahaha Yat 'er. Hal pertama yang ingin sekali aku tau, adalah nama. Apa identitas mu sekarang. Pelajar atau anak yatim dengan banyak saudara?. " di hatinya dia tulus senang jika saja nama nya lebih membosankan dari namanya yang amburadul.


"Masih sama, namaku adalah Sun Yat-sen,hehehe"


"Apa? tidak mungkin benar, kau.. kau bohong kan?.'


" Tidak, itu benar, nama ku sekarang adalah Sun Yat Sen. Masih bagus seperti yang asli"

__ADS_1


"Hah.bagaimana bisa?. "


"Hahaha, makanya dengar kan dulu cerita ku, oke! "


"Ohh oke"


Cerita di mulai..


Ketika Sun Yat berada di dalam lingkaran kematian, dia masih tidak rela untuk pergi.Matanya masih ingin melihat Lanlan jadi masih terbuka lebar saat jasadnya di bakar untuk kremasi.


Jiwa Sun Yat masih di sana. Melihat secara langsung bagaimana tubuh nya terbakar menjadi abu. Tapi dia masih belum ingin pergi, Lanlan nya masih belum kembali. Bagaimana dia rela meninggal kan dunia yang tidak aman untuk nya.


Jiwa Sun Yat melayang-layang di langit mencari lanlan di sekitar bukit lapin. Tapi semakin lama kekuatan nya semakin melemah. Ketika abu tubuhnya di masuk kan kedalam pot setelah mendingin, jiwanya segera tersedot kedalam pot secara langsung.


"Tolong.. tolong... kakak ke dua.. tolong aku masih disini! " pekik nya seharian. Tapi dia masih bisa pergi sejauh seratus meter. Tapi semakin lama, jarak yang dia bisa pergi semakin pendek.


Sun Yat sangat sedih ketika itu, dia tidak ingin pergi. Masih tidak rela pergi begitu saja.


Suatu hari lanlan datang juga.


Lanlan akhirnya bisa menemukan dirinya, lebih tepatnya, pot abunya. Ketika itu, Sun yat bahagia sampai ingin menangis.Dia mereka bisa pergi kapan saja.


Tapi sudah sifatnya manusia yang serakah, dia maish berpikir ingin melihat bagaiman,foa fa fa Lanlan dan keluarga nya bisa lolos dari cengkraman maut. Jadi dia masih bekum pergi.


Ketika itu dia tidak tau jika pot abunya di tempat kan di ruang ajaib lanlan. Dia setia menunggu di sana, menunggu Lanlan yang datang untuk curhat.


Tidak bisa melihat tapi dia bisa mendengar bagaimana Lanlan sibuk membuat sebuah balon udara yang katanya bisa terbang ke langit. Dia tiba tiba ingin melihat dan menaikinya juga. Dia egois lagi..


Tidak ada yang pernah menyangka juka jiwa Sun Yat masih mengikuti keluarga nya dalam peperangan itu. Ini termasuk lah Lanlan sendiri.


Tapi Jiwa Sun Yat bahkan tidak rau sampai sekarang jika pot itu di letakkan di ruang ajaibnya. Bahkan dua saudara juga tidak pernah berpikir begitu, karena Lanlan bersedia meletakkan pot abu yang sama persis dengan pot abu Sun Yat.Mereka bertiga tidak akan pernah tau.Jadi itu masih akan menjadi rahasia tersendiri untuk Lanlan.

__ADS_1


"Jangan katakan kau lahir lagi dalam keadaan bayi " tebak Sun Zie. Dia mati lebih awal dan seperti nya dia bersikap sangat santai dan nyaman, seolah olah dia sudah lama di dunia ini.


Sun Yat hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya yang putih


"Hampir benar, hehehe"kata Sun yat terkekeh kekeh. Dia masih saja memegang tangan Lanlan, menolak untuk melepaskan.


Tapi dia masih ingin berkata lagi, sesuatu yang pernah membuat nya kesal sepanjang hari. Setelah menyimpan nya begitu lama, sekarang adalah waktunya untuk melepaskan semua nya.


"Aku masih di sana kakak, ketika suatu hari lanlan kembali dan berbicara kepada ku. Dia bilang dia kecewa dengan kalian. Melalui apa yang di katakan, kalian telah melukainya terlalu dalam."


" Itu kakak pertama, bukan aku." bela Sun Qie. Dia tau dia salah, tapi semua berawal dari kakak pertama yang tidak berpikir panjang.


"Ya bukan salah kakak kedua, tapi dengan tidak melakukan pembelaan,kakak secara tidak sengaja telah melukai kami. "jelasnya.Dua tidak melihat tapi dia mendengar ketika Lanlan menangis seharian.Katanya dia lelah dan menyesal tentang pernikahan bersama.


"Kami, apa hubungannya dengan mu?. "Sun Yat bilang "Kami", bukan lanlan. Apa mungkin semua itu berdampak kepada Sun Yat yang masih dalam bentuk Roh kala itu.


"Kata lanlan, jika saja aku ada di sana, aku juga akan melakukan pembiaran dan memilihmu. "jawabnya kesal. Dia tidak makan nangka akan tetapi kenapa dia yang terkena getahnya.


"Itu... itu..


" Tapi aku jadi mengerti jika itu benar, pertama kalinya aku merasa senang jika aku telah mati lebih awal.Aku pasti akan melakukan hal yang sama seperti kakak ke dua jika aku masih hidup. "sambungnya ketika Sun Zie tidak dapat menjawab. Dia sedih sekali mendengar berita itu. Untung nya dia sudah mati, jadi tidak mungkin akan mari lagi akibat terkena serangan jantung.


"Apa yang salah dengan itu, semua adalah hal yang di perlukan untuk negara. "Kata Sun Zie yang marah besar. Dia di serang dua saudara nya dengan gigih.


"Itu benar sekali, tapi lanlan dan aku bukanlah seorang prajurit seperti mu. Paling tidak bertanya lah dahulu. Apa lanlan setuju untuk berkorban atau tidak. "Matanya menangkap jika raut wajah lanlan berubah ketika dia mengatakan itu. Di tepuk tepuk nya pungung.tampan Lanlan dengan ringan.


Sun Zie memerah, dia belum pernah di salahkan dalam mengambil keputusan di dalam keluarga. Kata kata Sun Yat memang benar tapi ini sudah melewati garis batasnya.


Dia pikir selamanya seorang adik harus nurut dan berlapang dada. Ini menyangkut kestabilan dalam keluarga. Tidak mudah untuk seorang pemimpin mengambil sebuah keputusan. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan. Jika ada yang terluka iri sudah biasa. Apalagi banyak nyawa yang harus di jadikan perbandingan nya.


Lagipula lanlan sekarang masih sehat tidak kurang apapun.Tidak ada yang di korbankan disini. Lalu mengungkit masa lalu itu apa masih perlu untuk bahas.

__ADS_1


__ADS_2