
Masih berlama lama di beberapa toko, para tamu pada akhir nya bergegas menemui beberapa kepala departemen untuk negoisasi bisnis.Sedangkan Lanlan berputar arah untuk kembali ke kediaman resmi nya.
Sun dani dan kakaknya di bebaskan untuk berlarian ke mana saja hari ini. Hanya saja kali ini mereka juga bisa bersenang senang dengan Lanbou tapi Lanlan meminta agar along di biarkan sendiri tanpa di ganggu.
Adapun putra mahkota telah menempatkan diri sepenuh dalam lautan ilmu yang mungkin busa di terapkan di masa depan. Dia kembali di "temani" oleh Jeneral tian alias Sun Zie.
Kembali ke kediaman resmi,Lanlan memilih bermain dengan dua bayi nya dengan nyaman.Sekarang dua bayi sudah begitu besar hingga bisa mengenal lanlan begitu dia sampai.
Batu kecil dan bintang kecil adalah bayi gemuk berkulit putih.Mereka cukup baik dalam ukuran anak anak.Tidak pernah rewel bahkan jika mereka jatuh sakit.Mungkin mereka membawa sifat ayahnya yang pendiam.
"Aaaa.. aaaa"
Bintang kecil segera meraih ujung baju Lanlan dengan semangat. Mata kecilnya penuh dengan cahaya yang menenangkan.Gapai.. gapai.. eeee. aaaa
Segera batu kecil tak mau kalah ikut memanjat tubuh Lanlan dengan manja.Pengasuh segera menarik nya karena Lanlan terlihat kewalahan dengan dua bayi di gendongan.
"Ohh biarkan saja"
Segera pengasuh kembali ke tempat dan berdiri diam hanya memerhatikan. Dua pengasuh ini sengaja di pilih dari golongan budak tanpa anak.
Mereka memiliki nya di masa lalu tapi sayang anak anak mereka tewas di masa masa gelap.Meskipun demikian Lanlan berpikir, kasih sayang seorang ibu masih hidup jauh di dalam hati mereka jadi posisi ini bagus untuk mereka di samping mereka memang berpengalaman dalam hal ini.
Apalagi si kembar juga selalu bisa di dampingi oleh ayah mereka, tapi sejak Sun Yat juga memiliki kesibukan anak anka jadi sedikit terabaikan. Hanya bedar dengan pengasuh nya masing-masing.
Jadi hari ini Lanlan berniat menebus semua kesalahan lagipula sekarang dia memilliki banyak waktu. Ketika kota berjalan di jalur nya, Lanlan bisa menemani anak anak lebih banyak. Biarkan para suami mengambil alih beban kota Lanlan hanya akan melihat lihat dari balik layar.
Jadi lah ibu...
Kediaman sekarang kosong selain para budak yang sibuk.Beberapa budak juga ikut mendampingi tuan nya masing-masing.Di kembar juga lebih bersemangat bermain bersama ibu mereka hari ini.
Dua jam kemudian dua bayi telah tertidur di kang mereka.Batu kecil tertidur dengan mengigit jarinya sendiri. Sedangkan Bintang kecil lebih suka menggulung kan nya selimut seperti kepompong. Baru hari ini Lanlan tau tentang kebiasaan tidur anak anaknya sendiri.
__ADS_1
Setelah menyerahkan dua pengasuh, Lanlan kembali ke kamarnya sendiri.Tubuhnya begitu letih karena belum. beristirahat sejak pagi.
Nafsu makan nya juga belum kembali sejak sibuk dengan hari pembukaan. Sekarang sudah selesai mari ke ruang ajaib.
Di ruang ajaibnya , pemandangan padi dan jagung sudah hilang.Mendapatkan tanah sebesar bukit lapin membuat Lanlan sedikit mengendur. Dia telah mengirimkan benug unggul dari ruang ke area pertanian dan pasti hasilnya cukup memuaskan.
Mereka bisa di panen dalam kurun waktu tiga bulan saja.Ada juga rumah kaca yang di khusus kan untuk menanam sayuran di luar musim. Jadi lanlan tidak akan menanam sayuran lagi di ruang melainkan membuat sebuah penelitian besar dengan beberapa alat berteknologi tinggi yang di hadiahkan oleh ruang sebelumnya.
Sejujurnya dia lebih menyukai ini dari pada bertani. Tapi di masa lalu dia tidak punya pilihan namun sekarang dia punya waktu dan ruang untuk itu.
Sekarang Lanlan ingin meneliti bagaimana benih plastik di buat. Plastik memang sedikit bermasalah tapi sangat berguna untuk beberapa item.
Kedepan nya jika Lanlan bisa membuat biji plastik maka akan hadir beberapa produk unggulan dari bahan ini dan kebetulan kota bukit lapin adalah satu satunya.
Di ruang ajaib lanlan langsung ke ruang penelitian dan sepenuhnya mengubur diri ke dalam nya sampai di luar sudah gelap lagi. Dia keluar ketika pintu kamar nya di ketuk seseorang.
"Sayang? "
"Ada apa? "
"Ayo makan malam! "
"Aku tidak lapar,masih kenyang" tolak Lanlan pelan, dia memang belum merasakan lapar.
"Cobalah sedikit, atau ku bawa ke kamar saja? " tawarnya
"Jangan jangan, ohh baiklah, mari pergi"Pada akhir Lanlan memilih keluar dari kamar. Lagi pula mereka sudah beberapa hari tidak makan bersama sama.
" Ayah mertua, ibu mertua? "sapanya.Dua lansia ini sidah hadir di meja bersama dua anak yang telah menyapanya duluan.
" Ayo makan malam"
__ADS_1
"Anak-anak di mana? "
"Ini malam terakhir along ada di sini jadi mereka masih ingin bersama tidur di hotel kota pusat"Terang ayah mertua yang telah memberikan izin pada dua anak itu.
Pandangan Lanlan segera menyapa seluruh ruang lagi dan dia tidak mendapati Sun Qie. Kemungkinan dia tidak pulang lagi malam ini lelaki itu selalu sibuk sepanjang hari. Sekarang dia lelaki besar dengan segudang tanggungjawab. Nanti dia bisa berbagi tugas dengan suami pertama juka dia sembuh. Tapi itu masih lama.
"Ya ibu dan ayah juga akan pergi lagi setelah ini,Kita harus mengantarkan tamu pulang besok.Ibu berpikir untuk menambahkan beberapa daging kering sebagai oleh oleh"Kata ibu mertua bersemangat di sambut oleh anggukan kepala ayah mertua.
Mereka merasa tubuhnya baik baik saja sekarang dan bisa memikul sedikit tanggung jawab di masa depan.Ini tidak merepotkan sama sekali. Dulu di kala muda mereka telah bekerja keras seharian meskipun begitu agak sulit tidur dengan perut kenyang. Mereka pernah mengeluh kapan bisa berhenti sibuk dengan perut tapi sekarang mereka malah yang mencari kesibukan padahal ingin makan tinggal bilang.
"Apa ibu mertua tidak capek? "
"Tidak tidak capek, tulang kami bisa berkarat jika di rumah seharian" jawabnya
"Ooh kalau begitu, aku tidak akan sibuk di luar mak a biarkan aku mengurus rumah lagi pula semua sudah adi jalur nya.Dulu ada suami ke tiga tapi sekarang dia juga sibuk di luar hanya aku yang bebas"
Sun Yat tidak tersinggung malah tersanjung dengan kata kata itu. Lanlan benar sekali, dia memiliki beberapa pesanan pertama nya.Ada satu tamu yang ingin barteran emas dengan mutiara nya.
Ada juga beberapa permintaan agar sebuah toko cabang di kota mereka. Ini masih di tolak karena pasokan set perhiasan belum cukup banyak untuk di jual ke kota lain.
"Itu benar Sayang, kau harus banyak istirahat di rumah bermain dengan anak anak. Kedepan nya aku pasti jarang di rumah, begitu sibuk"
"Hahaha sejak kapan suami ketiga begitu sombong" Suami berondong langsung memerah begitu Lanlan mencubit pipinya di depan dua lansia.
"Sayang! "
"Hehehe, Banyak pesanan? "Sun Yat mengangguk cepat, setelah makan dia harus menyerahkan beberapa dokumen jual beli yang di buatnya hati ini.
Suasana bahagia menyelimuti meja makan tapi ketika Lanlan merasakan perut nya bergejolak dan ingin muntah dia segera berlari ke kamar mandi.
Sun Yat dan dua lansia langsung mencibir melihat perilaku Lanlan itu.Siapa pun bisa berpikir apa yang terjadi. Dalam dia bulan ini sang Kakak jarang melewati waktu makan daging jadi ini mungkin hasilnya.
__ADS_1
Hueekkkk..