Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Pergi


__ADS_3

Malam belum begitu larut tapi sejak makan beberapa orang mulai tidur.Makin lama suasana makin tenang dan tenang. Dan saat itulah pasangan licik mulai bergerak.


Diam diam Huangdi memasukkan jamur beracun kedalam sup liar.Bila ada yang bertanya bagaimana dia bisa melakukan itu jawaban nya adalah ibu mertua dan lan ting.


Mertua itu sudah di cuci otak oleh Huangdi sama seperti suami bodohnya.


Seperti yang di sepakati, bibi ke tiga bergerak bangun bersama lan ting.Mereka sudah merencanakan ini seminggu terakhir.


"Ibu.. ibu cepat lah ayo"


"Baik"


bibi ketiga bergerak cepat merogoh baju yang dia pakai oleh bibi pertama, dia tau ada beberapa perak di sana. Sementara lanting bergerak mencari di sekitar paman pertama dan ayah nya sendiri. Dari sini dia juga mendapat beberapa perak lain. Senyuman nya naik hingga ke telinga.


Lamcahay sendiri diam diam masuk. ke gerobak menggerayangi tubuh sun Qie yang masih koma. Dia sedikit lega menemukan dua koin emas di tubuh sun Qie.


"Bagus.. dua koin emas hahaha"


Pekerjaan kembali cepat, mereka cukup yakin akan sukses besar andai saja sun Zie tak terbangun akibat dari gelak tawa lancahay, entah mengapa penjahat selalu suka tertawa dan di sanalah letak kesialan nya.


"Hei.. kalian mau apa? "


"Hah.. kau masih bangun? "


"Apa, bangun? apa kalian melakukan sesuatu? "


"Tidak.. tidak.. itu.. aku ingin melihat apa ada sisa sup sayur lagi, aku masih lapar.. hehehe"Sun Zie memicingkan matanya curiga.


" Bagaimana ada sisa bukan kah itu hanya sedikit? "


"Oh.. iya.. ku pikir.. hemm kalian tidak akan memakan nya kan, sayur nya pahit hehehe"


"Ohh benar aku tidak begitu lapar jadi bagian ku sudah ku berikan pada ayah mu, dia pasti tidak cukup karena menarik gerobak sepanjang hari! "

__ADS_1


"Benar juga hehehe, lanjut kan tidur mu kak, aku akan kembali ke tempat ku hehehe"


Lancahay bergegas kembali dengan gugup tapi kembali tercengang dengan teriakan dari sebelah, itu lanlan. Dia terbangun ketika lanting mencoba mencari kepingan emas pada tubuhnya.


Lanlan segera di bungkam oleh bibi ke tiga dengan cepat.Beberapa tamparan tercetak di pipi putihnya dengan cepat. Lanlan lamban dalam berpikir karena ini hanya hitungan detik.Di detik berikutnya dia segera pingsan tak sadarkan diri.


Bagaimana pula ketika suara lanlan memancing tiga orang tua terbangun. Lancahay berpikir semua rencananya akan gagal total jadi dia segerakan mengigit gerahamnya dan meng gengam batu besar di tangan dan menghantamnya di pelipis sun zie dengan cepat.


"Buk.. buk.. bukk..


Hantaman cepat ini tak bisa di elak sun zie karena dia tak siap sama sekali.Dia pingsan seutuhnya. Gerakan sigap juga berlanjut kepada sun yat yang masih pulas. Lancahay tidak mau mengambil resiko. Seketika sun yat juga tumbang tanpa tau apa apa


Di sisi lain, lanlan sedang bertarung di tanah sementara para orang tua tercengang dengan mulut terbuka.


"Lanting.. ada apa dengan mu hah" nenek lan bangun meleraikan dengan menggigil, ini orang dengan darahnya sendiri.


"Nenek.. jangan dekat... jangan.. "


Tak di sangka lancahay bergerak memukul dahi pasangan tua dan kedua nya rubuh di tempat dengan darah di kepala,Itu jelas bocor. Nenek lan mau tak mau jatuh di tanah, jantung nya seakan berhenti berdetak. Nafasnya mulai tersengal sengal mengiringi bau amis darah dari luka dua pasang lansia ini.Air matanya mulai jatuh dan membeku seketika dan bergulir di salju yang dingin.


" Nenek.. berikan perak mu"kata lanting takut takut dia tak berpikir ini akan rumit. Dalam rencana awalnya semua orang seharusnya tertidur akibat jamur beracun.Sifat racun nya hanya membuat orang tidak sadarkan diri dan akan bangun beberapa jam kemudian.Tapi siapa sangka beberapa orang bahkan tidak menyentuh sup pada saat kelaparan ini.


"Kenapa ting 'er, kenapa ahai? "


"Kenapa, kenapa?kakak bilang.. dia akan menemukan ku rumah yang lebih baik nek.. penjaga sipir juga bagus daripada suatu hari nenek hanya akan menjual ku.. kelak"


"Ting'er apa yang kau pikir hah? "Rupanya kisah lanlan menjadi pengajaran bagi lanting.Dia tidak ingin di jual sama seperti lanlan apalagi Huangdi telah berjanji tentang seseorang yang dia kenal di lingkungan sipir. Menjadi selir lebih bagus dari menjadi budak malah ketika dia pintar bisa naik ke posisi istri resmi.


"Ibu mertua, maaf silahkan uang nya


"kau juga menantu? "


"Ibu mertua aku akan berbakti pada mu di kemudian hari ketika kehidupan cucu cucu mu lebih baik maka kau akan menerima berkah bu"

__ADS_1


"Tidak mungkin.. kalian semua ini teracuni oleh Huangdi, oh ya dewa.. aku salah mencari menantu ohhh hiks hiks... "Nenek lan hanya bisa menagis ketika tubuhnya di geledah dengan kasar.


Apalagi lancahay cucu yang membuat dia menjual lanlan.Semua penyesalan nya datang tiba tiba dan hidup ini semakin pahit nenek lan tidak tahan.


Lanlan pingsan maka uang yang di jahit di tubuhnya segera berpindah tangan. Begitu juga dengan uang di tubuh dua lansia dan dua anak semua ludes dalam sekejap. Sun yat dan sun zie tak terkecuali. Semua pengeledahan terjadi di depan mata nenek lan hingga wanita tua itu tak kuasa menangis ditengah malam.


"Ibu mertua, pastikan kau selamat di jalan. Semoga kita bisa bertemu lagi. Katakan pada suamiku... aku pergi jangan tunggu kami untuk pulang" ucap ibu lancahay ringan. Di hati nya masih ada sekelumit rasa sayang namun masa depan putra dan putrinya tidak boleh di halangi. Keluarga Huangdi adalah kelompok yang menjanjikan di masa depan.


Hubungan dia dan suaminya tidak bersertifikat jadi begitu dia pergi, maka itulah pemisahan nyata.Nenek lan sebelum nya menyukai dua menantu perempuan ini karena bagus di tanah dan di ladang tapi kesusahan dalam perjalanan menghancurkan hubungan yang terbentuk beberapa tahun dalam sekejap.


Huangdi sebelum nya hanya lah otak dari kejahatan hanya duduk manis di tempat.Dia mulai menghitung koin koin emas ketika benda itu sampai di tangan nya.


"Ada begitu hanya koin emas, empat belas total nya wah ini bagus suamiku hahahaha"


"Peraknya bagaimana? "


"Cih.. keluarga mu hanya memiliki tak lebih dari dua puluh keping emas masih lebih baik keluarga sun mereka menyimpan sepuluh perak masing-masing"


"Kita pergi? "


"Ya bawa juga gadis kecil itu"


"Siapa? sun lie? "


"Ya itu, kita bisa menjual nya pada pengepul budak, masih bernilai beberapa perak juga baik? "kata Huangdi, lancahay rak bertanya segera memikul gadis mungil itu yang memang tertidur akibat lelah.


" Ahai.. tinggal kan dia, jangan bawa baik? " nenek lan memohon pada empat orang terdekat nya ini.Gadis ini adalah bunga di keluarga sun, tidak boleh bersalah terlalu dalam.Anak berbeda dengan uang itu adalah daging yang jatuh. Nenek lan sampai merangkak di salju dingin berharap belas kasihan dua cucunya.Tapi dengusan marah di dengar dari menantu pilihan nya, Huangdi.


"Tua bangka tak berguna, pergilah mati baik" pekiknya semabri menepis jari jemari tua nenek lan yang jatuh di ujung rok nya. Dia jijik karena nya.


"Nenek dalam perjalanan ini tidak tau hidup dan mati.Masih bagus bila merubahnya menjadi perak selain menjamin dia masih hidup " kata lancahay. Lan ting dan ibunya tak begitu peduli.Awalnya lan ting pasti akan di jual ketika waktu nya tiba jadi kenapa harus bias pada putri orang lain.


"Jangan ahai... kalian akan berdosa.. ohhh. jangan "

__ADS_1


Empat orang pergi tanpa peduli tangisan dan rengekkan nenek lan di keheningan malam. Bersama mereka sun lie juga lenyap


__ADS_2