Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
gugup


__ADS_3

Sun Qie tidak bisa tidur sampai pagi dia bahkan tidak bernafsu untuk makan daging malam ini.Begitu pula dengan Lanlan,dia merasa gugup untuk bertemu suami pertama nya nanti.


Ketika dua pasutri ini pergi ke meja makan untuk sarapan, semua orang bisa melihat ada lingkaran hitam di mata mereka. Hanya mereka yang rau apa pemikiran orang bila melihat dua orang ini bergadang semalaman.


"Qie'er, biarkan Lanlan istirahat lebih banyak, jangan terlalu mengganggu nya, ingat dua sedang hamil putra mu"seru ibu mertua tak puas dengan perilaku Sun Qie.


Ayah mertua juga merasa begitu, dia juga pernah muda tapi tidak pernah melewati batas.Anak muda zaman sekarang masih tidak punya cukup otak. Kasian menantu perempuan. Ckckck.


"Ibu.. ibu sakit? " tanya Sun Dani prihatin. Dia juga merasa tidak enak melihat ibu nya tidak nyaman begini.


"Tidak sayang, ibu baik baik saja, hanya kurang tidur tadi malam, hehehe" Lanlan merasakan hangat di hatinya melihat semua orang perhatian pada nya.Dia menyempatkan diru mencium Sun dani yang sekarang penuh daging. Anak ini akan ke sekolah hari ini dan tidak akan kembali sampai makan malam tiba. Begitu juga dengan Sun Lie, tidak terasa dua anak sudah begitu besar untuk pergi keluar rumah.


Sun Lie nyata nya lebih bersikap dewasa du bandung adiknya. Di bergerak mengambil sepotong ikan asap ke mangkok Lanlan dan berkata


" makan yang banyak ibu"seraya tersenyum manis. Lanlan memilih mencubit pipinya yang putih dari pada mengacak acak rambut nya seperti dulu.


"Makasih sayang, ohh kamu memang jeket empuk ibu ya, hahaha"Puji nya yang berhasil membuat semua orang bahagia.Bayi perempuan yang kini memiliki sayap lembut untuk terbang, terkadang membuat dia merasa sulit. Putri di era ini harus menikah terlalu cepat. Dalam beberapa tahun lagi, Sun Lie sudah bisa bertunangan. Ohh bajingan mana yang akan memanen kubis manis ibu.


" Kakak juga makan ikan asap ini yang banyak,libur makan daging di malam hari, baik? "ucap Sun Yat sinis, dia meletakkan sepotong besar ikan asap di mangkok kakaknya.Di sini kata daging jelas menyindir Sun Qie secara halus.


Sun Qie mengerti semua orang akan berpikir salah dengan nya sekarang tapi dia sungguh tidak berdaya.Tapi dia punya kartu truf di tangannya.


" Apa makan daging, huh.Kelak kau juga akan sulit makan daging, jadikan biksu sepanjang tahun"dengus nya kasar.


"Kakak apa maksud mu" Sun Yat malah senang kakak nya ini di marahi semua orang, jadi dia masih bersemangat makan nasi dengan santai meminum seteguk sup ayam muda dengan banyak bahan obat.Sangkin santai nya, kakinya bergoyang di bawah meja. Sup ayam pagi ini sungguh harum dan bergizi. ini enak...

__ADS_1


"Kakak pertama sudah pulih malah sekarang sedang dalam perjalanan pulang ke bukit lapin. Paling tidak akan sampai penghujung bulan"


byuuur...


Sup ayam yang baru dihirup segera di semburkan lagi. Ada rasa sesak ketika dia menyemburkan sup panas ini. Sun yat menyapu dadanya berkali-kali agar lebih lega.


"Kakak pertama pulih? "Tanyanya pada Sun Qie yang mengangguk lesu.Sun Yat terdiam di tempat. Di pikiran nya dia sedang menghitung beberapa kesalahan yang dia buat dua tahun ke belakangan ini. Jangan sampai kakak pertama punya jalan untuk merebusnya.dia pura-pura mengambil sumpit dan makan lagi. Berusaha tenang.


" Sun Zie akan pulang, ohh bagaimana, kapan sampai? oh mari siapkan kamar untuk nya, hahaha sukurlah hahaha ini bagus "Ibu mertua merasa penuh semangat dia berkata cepat pada pelayan di sampingnya.


" Oh ibu, bersabarlah ini masih lama"


"Akhirnya semua keluarga jadi lengkap kembali" ucap ayah mertua lega, dia selalu memandang Sun Zie dari jauh. Hanya bisa berharap agar ingatan nya cepat kembali.


"Ayah? ayahku? ibu benar kah begitu? "Lie'er agak melangkolis dia langsung menangis haru.


Tapi berbeda dengan Sun Yat yang masuk dalam mode gugup. Dia tidak tau berpikir apa yang pasti, selera nya untuk makan jadi hilang.Dia belum siap ketika Sun Qie melemparkan satu kata lagi.


"Dia bertanya, dua bayi milik siapa?"


Sumpit di tangan Sun yat langsung jatuh, tangan nya jadi dingin dan bergetar. Bagaimana jika kakak pertama marah.


"Be.. benar kah? "


"Yap"

__ADS_1


"Ada apa ini, bukan kah ini kabar bagus, jadi kenapa kalian begitu gugup alih-alih bahagia? "tanya ibu mertua heran.


"Ibu mertua, bukan begitu, hanya.. hanya..


" Semua orang berbahagia dengan ini bu tapi kami hanya khawatir kakak pertama tidak puas dengan kita.Sebelum nya dia adalah tulang punggung tapi sekarang kita membuat keputusan lain tanpa persetujuan nya kan,jadi... itu sebabnya"jelas Sun Yat terbata bata karena dia berbohong.


"Itu saja? "


"Ya itu saja ayah"


"Tapi apa hubungannya dengan si kembar? " tanya Ayah mertua lagi.


"Itu.. aku takut kakak tidak senang aku memiliki anak lebih dulu. Dia pasti marah besar nanti"jawabnya.


"omong kosong macam apa ini.Kenapa dia harus marah,bukan kah dia seharusnya senang.Ibu malah mendukung pengaturan setahun penuh ini.Begini ya, biasanya jika dalam satu keluarga memiliki istri bersama, mereka tidak pernah tau siapa ayah sebenarnya anak itu.Dengan pengaturan ini kita tau jelas siapa ayah anak yang di kandung Lanlan kan.Jika dia masih marah maka serahkan masalah ini pada ibu"ucap ibu mertua dengan serius. Dia sudah tua tapi yakin sekali, putra nya masih akan berbakti kepada nya.


Lanlan tidak begitu fokus dengan percakapan pagi ini, dia dari tadi banyak diam.Kulit nya terlihat agak pucat.Dia masih merinding sampai sekarang. Bukan takut dengan serigala lapar tapi dia sendiri sedang hamil, akan kah Sun Zie mau melepaskan nya.


"Kakak ke dua..aku memiliki pesanan besar. Jika tidak ada halangan aku harus ke luar kota dua minggu lagi, aku tidak sengaja melupakan hal ini" Sun Yat memang memiliki banyak pesanan tapi sebenarnya dia sendiri tidak perlu pergi jauh. Asisten nya sudah cukup mampu untuk di lepas.


"Ayah, ayo mulai pikirkan tugas untuk kakak pertama. Ada baiknya dia menjaga keamanan kota kita Dia sudah berpengalaman dalam bidang ini" kata Sun Qie mengalihkan pembicaraan. Sun Yat jelas ingin melarikan diri. Lari saja tapi mau sampai kapan.


"Ini bagus, sebelum dia sampai, semua dokumen terkait akan selesai dan menantu perempuan, ayah akan mengatasi Sun Zie untuk mu. Pikirkan saja cucu kami, baik? "Sebagai lelaki yang pernah muda dia tau apa yang jadi masalah sekarang.Tapi Sun Zie tidak cukup bodoh untuk membuat kerugian besar.


" Makasih ayah mertua"Lanlan terharu dengan janji ayah mertua nya ini. Dia akhirnya bisa tenang untuk memulai sarapan pagi.

__ADS_1


Lain hal nya dengan Sun Yat yang tidak bergerak sampai semua orang berdiri dan pergi dari meja makan. Kakinya sudah lembut bagaikan bubur.


Kakak.... tidak..


__ADS_2