Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
pelampiasan


__ADS_3

Lanlan dan dua suami masih berada di pantai tanpa bergerak hingga dua jam kemudian.Mereka tiga tubuh tapi satu pemikiran yang sama. Sedih..


Siapa Ibu yang mau berpisah dengan buah hati yang masih kecil dan imut.Siapa ayah yang bisa berpisah dengan darah dan daging di saat sedang sayang sayangnya ini.


Sun Yat tidak pernah membayangkan sebelum nya akan memiliki bayi sendiri. Dia membesarkan mereka dengan penuh kasih di telapak tangan.Apapun yang bagus pasti lah dua belahan jiwa ini yang selalu di pikirkan terlebih dulu.Keberadaan mereka seperti mimpi yang jadi nyata.Dua bayi lucu yang selalu menyambutmu jika pulang ke rumah.


"Ayah.. ayah...batu kecil mau pipis"


"Ayah... bintang kecil lapar, mau di suapin ayah hiks.. hiks.. "


"Jangan bintang kecil, aku aku.. lebih imut kan, ayah...


" Ayah.. ayah.. batu kecil sayang ayahhh...


"Ayah.. bintang kecil minta kalung warna biru, baik? "


"Ayahhh, muuuahhh.. cup.. cup.. cup"


"Ayah....


" Ayahhh....


Banyak kenangan indah yang bertebaran di benak Sun Yat. Jantung nya terasa diremas dengan dua tangan. Rasa nya penyakit lama nya akan kambuh sekarang.Pada akhir nya Sun Yat tersungkur di pasir putih seraya menepuk nepuk dadanya yang terasa sempit sekali.Kemudian dia berkata dengan dirinya sendiri dalam hati.


"Tenang Sun Yat, tenang. Anak anak menunggu mu menjemput mereka pulang anak anakku, ayah.. ayah tidak berguna...! "


"Tenang lah. tenang... ! "Sun Yat memegang dadanya yang terasa sakit dan sempit jika menarik nafas panjang, ini sakit.. uh.


Lanlan dan Sun Qie tidak melihat keanehan dari Sun Yat. Mereka berpikir ini hanya tekanan ringan akibat perpisahan sama seperti Lanlan sekarang.


Di sisi Sun Zie ,dia juga mengalami delusi, kapal tiba tiba berbalik arah.Dua bayi nya kembali dan tertawa lucu.Dulu mereka begitu jelek hitam dan keriput. Tapi siapa sangka dalam tiga tahun mereka tumbuh menjadi bayi boneka tampan yang di buat dari surga.


"Putra putra ku kembali..


Dua bayi berlari dari atas geladak kapal dan berteriak dengan keras. Berlari dengan kencang ke arah Sun Qie.


" Ayah ayah.. huhuu ayah..


Tangan Sun Qie bergegas ingin menyambung kedatangan dua bayi tapi..


Sun Qie tiba tiba sadar jika itu hanya lah angan angan saja. Dua bayi nya telah pergi jauh dan tidak akan kembali dalam waktu dekat. Sun Qie orang yang kuat tapi sekarang matanya tidak bisa menipu. Matanya berkabut dengan tiba tiba saja.


Lanlan masih duduk di pasir putih tapi sudah sedikit tenang.Sekarang mereka harus tabah dan bertahan. Jika buruk maka tidak ada jalan lain.

__ADS_1


Turunkan Kaisar...


Naikkan Lah A long...


Lanlan memiliki perangkat-perangkat perang,bom senjata api, senjata kimia ,torpedo juga rudal jika mau bahkan sejumlah jimat berbahaya. Jangan lupa seni bela diri yang telah punah beribu tahun yang lalu.


Kaisar selalu berpikir buruk kenapa tidak lakukan yang pikirkan Kaisar. Makar....


Aku punya uang, aku punya koneksi, aku punya ilmu perang. Jika ini yang Kaisar mau maka jangan salah kan Lanlan untuk berlaku kejam. Menghancurkan Istana Negara, bagi lanlan ini hanya seujung kuku.


Ciptakan bom jarak jauh, hancur kan istana.


Lanlan meraung-raung sekuat hatinya. Menjerit agar hatinya lapang. Marah pada dewa dan ingin bertanya. Kenapa?


Kenapa dewa, kenapa????


Aku kuat, tidak lemah sama sekali, aku bahkan punya jari emas.Haruskah aku kejam dan berdarah darah? ohhh tidak...


Ada jutaan pertanyaan dan jutaan penyesalan di hati yang terbang mengikuti jeritan kuat di pantai yang tenang.Mereka tetap di pantai sampai siang bolong.Saat itu Sun Yat sudah tidak begitu sakit tapi dia masih merasakan masam di hatinya.


"Sayang ayo pergi, kita ke hotel saja, baik? "kata Sun Qie. Mereka terlalu lelah untuk pulang. Ada baiknya pergi ke hotel untuk istirahat sejenak. Inilah keuntungan jika kita punya hotel di mana mana.


Dengan berjalan kaki, mereka sampai di hotel pinggir pantai.Hitel yang indah dan mewah rapi sekarang kehilangan keindahannya di mata Lanlan.


Para budak hotel menyambut mereka dengan antusiasme tapi Lanlan gagal. mendengar kata kata mereka. Baginya kata kata itu tidak lebih dati nyanyian seekor nyamuk di telinga.


Setelah berbicara beberapa kata, Sun Qie pergi ke kamar atas.Di setiap hotel mereka memiliki empat kamar pribadi yang siap di gunakan kapan saja. Lanlan punya kamar yang paling besar dan anak-anak selalu menggunakan kamar itu jika ingin bermalam di hotel ini.


Pastinya bayangan anak anak masih ada di sana jadi kemungkinan besar Lanlan masih terkenangkan anak anaknya sekarang.


Memikirkan itu Sun Qie memilih pergi ke kamar Lanlan terlebih dulu.Dan benar saja, di sana lanlan menangis lagi.Dia meringkuk di ranjang yang biasanya di gunakan anak anak. Baginya bau anak anak masih ada di sini.


"Sayang? sudah lah sayang, semua akan kembali seperti dulu. Kita hanya perlu menunggu, baik? " Sun Yat memeluk Lanlan dan menangis bersamanya.


Dalam tiga saudara hanya Sun Yat yang berhati lembut. Dia tak tahan untuk tidak menangis sekarang. Apalagi Kesedihan Lanlan membuat dia tidak kuasa membendung perasaan nya sendiri.


Sun Qie hanya ikut duduk di ranjang dengan mata merah. Keduanya menangis sangat lama.Begitu lama sampai menu yang di minta tiba dengan santai di kotak kecil itu.


Sun Qie menyusun makanan di meja.Beruntung dia tidak meminta satu menu khusus di kamar nya tadi.Menurut nya mereka bisa makan bersama sama di kamar Lanlan.


Setelah puas menangis Sun Yat menarik Lanlan ke kamar mandi.Jika tidak ingin mandi maka cuci muka. dan gosok gigi juga masih bagus. Perut tidak boleh kosong meski pun sedih. Lihat lah bagaimana perjuangan mereka demi untuk mengisi perut.


Pada akhir nya Mereka bertiga makan siang di meja. Ini sudah lewat jam makan siang.Mungkin sekitar jam em sore. Begitu siang sekali untuk makan.

__ADS_1


Setelah makan Lanlan hanya berdiam diri dengan bingung.Merasa Lanlan perlu istirahat, Sun Yat melirik Sun Qie agar pergi ke kamar masing-masing.


"Sayang, aku pergi ya, tidur lah lebih awal, baik? "kata Sin Qie pelan.Dia.mencium dahi Lanlan beberapa sat sebelum melangkah pergi.


" Suami ku?bisakah kita tidur di kamar ini saja malam ini? kamar ini terlalu besar dan aku tidak mau sendirian malam ini"


"Hemm, baiklah, Adik ke tiga, kau tinggal"serunya


" Baik"


"Tidak, aku mau kalian berdua. Kita bisa tidur bertiga malam ini" kata lanlan ragu.


Setelah bersam begitu lama, mereka tidak pernah melewati malam dengan lebih dari satu suami. Kecuali pad a malam pertama Lanlan sampai ke era ini. Dia sampai dalam kondisi sedang di gempur tiga saudara dalam satu masa.


Tapi malam ini Lanlan tidak ingin sendiri.Sangat ingin bersama dengan dua suami nya sekalian. Tapi hanya tidur tidak lebih.


Menanggapi permintaan Lanlan, kedua nya tidak menolak.Mereka ber bergantian pergi ke kamar mandi dan bersiap siap istirahat menemani Lanlan yang meringkuk di ranjang.


Tadi Lanlan pergi ke ruang ajaib nya untuk berendam di mata air surgawi nya. Dia juga keramas dengan shampoo beraroma bunga lavender.Karena waktu yang berbeda. ketika Lanlan keluar dari ruang ajaib nya, rambut nya sudah kering hanya meninggal kan aroma wangi di setiap helai nya.


Sun Qie tiduran di sisi Lanlan dan datang memeluk nya dari samping.Hidungnya mencium aroma lavender yang akrab.


Lanlan berbalik dan membalas pelukan nya yang nyaman.Hanya segitu sampai Sun Yat sampai dan ikut tidur di sisi lain.Lanlan berbalik arah untuk kabur di. pelukan Sun Yat.Tidak marah tapi Sun Qie memeluk Lanlan dari belakang. Jadi Lanlan dipeluk dua lelaki sekali gus. Perasaan yang tidak pernah aneh sebelum nya. Aneh tapi nyaman.


Lanlan berinisiatif mencium bibir Sun Yat taoi juga menarik tangan besar Sun Qie dan menuntunnya untuk menggenggam dua buah terlarang itu. Sun Yat paling suka dengan permainan lidah jadi dia masuk tanpa berpikir kakak nya ada di belakang.


Suara decak lincah tarian lidah beradu, mengema tak terkendali. Lanlan hanyut dengan cepat apalagi tangan Sun Qie ikut merangsang nya dari belakang.


"Suami ku?" lanlan jarang memanggil suamiku tanpa embel embel urutan jadi sebenarnya dia memanggil siapa. Tapi Sun Qie menjawab dengan mata tertutup. Dia sedang menikmati permainan tangan nya sendiri.


"Hemm? "


"Makan aku"


"Hah? " Sun Qie membuka mata dan terkejut. Lanlan tidak pernah meminta di makan selama ini.Sun Qie senang tapi siapa yang dia minta. Sun Yat atau dirinya. Dia keenakan sekarang jadi dia sedikit enggan.


"Makan aku, tapi aku mau kalian berdua, bolehkah? " Sun Yat bingung tapi Sun Qie senang.Sebenarnya dia sudah lama membayangkan ingin makan daging bersama sama. Hanya sayang kakak pertama absen.


Tapi dia menyambut dengan aksi.


Di langsung on dan bergerak lincah.Sun Yat yang bingung langsung bergerak menyerang bagian depan.Sensasi berbeda tapi juga menantang.


Tak lama Lanlan menyesali kata katanya sendiri.Dua saudara menggali nya tanpa akhirnya di separuh malam dengan semangat.Sun Yat yang biasanya tidak begitu aktif jadi semangat bertempur. Pikirnya dia sedang berguru dengan sang kakak. Mereka berdua menggali dan menggigit ladang Lanlan tanpa ampun. Kerja sama antara dua saudara kandung yang membuat udara panas dan makin panas.

__ADS_1


Tapi Lanlan juga tidak kalah aktiv nya. Dia melayani sekaligus di layani. Melayang layang tinggi ke angkasa. Melupakan semua masalah dengan melampiaskan diri menarik dan mengigit stik daging super besar dengan rakus. Dia terus meminta lebih lagi dan lagi. Menjerit kasar sepanjang malam lalu bangun dan makan stik daging lagi dengan perasaan lapar. Malam panjang yang tidak dapat di pastikan siapa yang kalah dan siapa yang menang.


Pelampiasan yang menyenangkan sekaligus meletihkan....


__ADS_2