
Apapun yang terjadi di luar sana keadaan di dalam kediaman keluarga sun berlalu dengan bahagia tanpa masalah. Semua berlalu mengalir bagaikan air sungai sampailah suatu hari lanlan merasakan sesuatu yang wajar pada tubuhnya.
Tiba-tiba dia merasakan sakit pada perut bagian bawahnya diperkirakan dia akan melahirkan dalam beberapa jam lagi.Lanlan memperkirakan sakit ini masih akan berlanjut untuk beberapa jam kedepan.Jadi dia memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa pun hanya merengkuk di kamar menahan sakit sendiri.Dia harus sabar menunggu sampai waktunya sementara itu dia telah menyiapkan beberapa botol air surgawi jadi dia meminumnya beberapa botol lagi.
Ketika waktu makan siang tiba dia juga harus makan lebih banyak untuk mencari kekuatan,lanlan memutuskan untuk makan siang di kamar nya. Sun Qie datang untuk mengantarkan tiba-tiba mendapatkan keanehan pada lanlan jadi dia bertanya.
"Sayang ada apa denganmu? "tanya Sun Qie ketika dia mendapati wajah lalan tidak baik
" Tidak ada apa-apa ini biasa "kata lanlan tapi keadaan lan lan memang sedikit menghawatir kan bagi semua orang karena itu sangat berbicara kepada ibunya ketika kata dia di ruang tamu
"ibu ku pikir ada sesuatu yang terjadi kepada lanlan"
"Ada apa? "tanya ibu
"kurasa dia sepertinya tidak begitu nyaman,lihat saja dia meminta makanannya diantar ke kamar"
" Benarkah? oh coba nanti lihat tapi sepertinya waktu dia akan melahirkan masih satu minggu lagi kan?"kata ibu mertua lan lan
Sun yat yang mendengar kata-kata itu ketika dia sedang mencuci mangkok dan sumpit di dapur menjulurkan kepalanya di pintu.
"Ada apa ibu? "tanyanya
"Kelihatannya lalan tidak nyaman di kamar dia meminta makanannya dikirim ke sana alih-alih makan bersama kita" kata ibu yang sedang menjadi selimut kecil.
"benarkah itu kakak?apa dia benar-benar tidak nyaman?" tanya sun yat kepada kakaknya yang tadi mengantarkan makanan lan lan ke kamar.
"Sepertinya begitu tapi dia hanya bilang baik-baik saja" Sun Qie kembali menyibukkan dirinya dengan beberapa kertas lagi. Sekarang dia sudah bisa menangani pembukuan sederhana.Sesekalibdia akan meminta lanlan memindai nya.
"ibu bisakah ibu menggantikan aku mencuci piring,aku akan melihat dia dulu "
"baik " kata ibu segera ibu bangun dari tempat duduknya menggantikan sun yat mencuci mangkok dan beberapa sumpit.
__ADS_1
Sun yat yang menjaga lan lan akhir-akhir ini bergerak cepat ke kamar.Benar saja dia melihat lan lan tidak dalam keadaan baik-baik saja sesekali lan lan memegang perutnya yang bulat. Lanlan berjalan prlan menyusuri dinding dengan wajah buruk.
"Ada apa sayang apa kau merasakan sakit? 'tanya sun yat khawatir
"Sebenarnya sedikit sakit sih"kata lanlan sesekali dia mengernyitkan dahi nya seperti menahan sakit.
"Sayang apa kau akan melahirkan ?"
"Seperti nya begitu rapi ini masih akan lama,jadi jangan khawatir dulu! "
Sun yat tiba-tiba panik dan berlari keluar memberitau ibu dan sun Qie. Segera mereka menyerbu kamar lanlan. Lanlan yang sedang menahan sakit sekarang terlihat begitu jelas. Setelah sun yat pergi ke liar tiba-tiba bagian bawah lanlan basah dengan cairan lengket.
"Ahh sudah di mulai.. ho.. panggil kan bibi dan nenek lan ke mari! " pekik nenek sun gugup.Mereka orang desa jika melahirkan hanya menggunakan bidan desa tapi di kota ini bidan untuk melahirkan sangat sulit di cari.Setelah memikirkan lama semua sepakat akan menjalaninya sendiri. Apalagi dua nenek dan bibi pertama sudah berpengalaman. Mereka berpikir akan baik baik saja.
Segera Sun yat berlari cepat bagai anak panah yang lepas dari busurnya.Sementara lanlan naik ke tempat tidur yang sudah di alaskan kain kain yang tidak layak pakai.
Di desa asalnya, ketika wanita akan melahirkan. Mereka hanya akan melapisi ranjang dengan rumput rumput kering.Nanti ketika semua selesai rumput hanya akan di bakar di luar rumah. Cukup mudah san hemat kain.
Saat ini ranjang lanlan sudah agak nyaman.Ketika dua wanita lagi masuk mereka segera mengusir para lelaki untuk keluar.
Sekarang dua keluarga duduk raoi di depan pintu kamar lanlan dengan seribu pertanyaan.Para wanita memang berpengalaman dalam melahirkan tapi mereka bukan ahli di bidang ini.Lagipula ini pengalaman pertama bagi lanlan. Semua khawatir dan gugup bersama.
Sementara itu di kamar tiga wanita sama gugup nya.Mereka telah mempersiapkan ini jauh jauh hari tapi kenapa masih saja gugup.
"Ini.. ini. gimana.. aduh.. ah.. aduh"keluh bibi. Dua nenek yang sama bingung nya ini juga tidak bergerak. Lanlan mencoba bertahan dengan mengigit bibir nya.
" Oh.. ya.. ambil nafas dan dorong.. ayo cepat dorong lanlan "pekik nenek sun
"Ya dorong begini.. hu.. uuuukh"Nenek lan memviba mengajari dengan aktiv tapi lanlan hanya menahan sakit tanpa ikut mendorong. Dia belum merasakan dorongan dari dalam.Belum saat nya.
" Ayo lanlan, dorong yang kuat.. ayo "
__ADS_1
"Belum ibu.. mari.. kita tung.. gu sebentar lagi. hukkmm"lanlan masih menolak mendorong anak itu keluar.
"Tapi.. cepat lah dorong yang keras. Seperti ini. ikuti nenek. hukkkkknhg.. begitulah caranya.. ayo.. hukkkkknggg"
Tapi lanlan menolak lagi. Dia tau ini belum waktu nya. Mendorong sebelum waktu nya hanya akan merusak tubuh. Lagipula kekuatan akan terkuras habis ketika waktu itu datang. Masih bisa.. ayo bertahan..
Hanya sepuluh menit kemudian lanlan merasakan dorongan dari dalam. Segera lanlan mulai mendorong kuat seraya mengambil nafas panjang.
Proses melahirkan memang begini.Ketika kekuatan dorong dari dalam si ibu harus aktiv mendorong dari luar jadi ada proses kerja sama antara anak dan ibu yang samar di sini. Banyak orang tidak mengerti tapi lanlan jelas tau.
Ambil nafaa panjang dan dorong lagi..."Huukkkkkkkkkkkkkkkk"Usahakan dorong sampai nafas terakhir. Jika di lepas sebelum kepala bayi terlihat maka harus di ulang lagi dari awal.
Untung nya lanlan berhasil dalam satu kali percobaan.Kepala bayi terlihat dari pintu istana dengan sedikit dorongan lagi maka bayi gemuk keluar dengan selamat.
"Uweeeeekk.. owee...... "
Suara rangis bayi pertama lanlan segera terdengar keluar. Semua bahagia mendengar nya. Yang paling bahagia tentu saja tiga wanita yang ada di kamar menemani lanlan. Mereka menarik nafasa lega. Segera bayi di tangani oleh bibi pertama. ini adalah lelaki kecil..tapi...
"Bibi.. bibi.. banti aku lahi.. sepertinya ada satu.. lagi.. ohh"Dua nenek terpana tak percaya. Hanya saja mereka tidak bisa membantu ketika lanlan mencoba menarik nafas lagi dan mendorong lagi dengan semangat.
"Hukkkkknhg gghhhh"wajah lanlan memerah menahan nafas dan....
"Oweeee... oweeee.... " satu lagi bayi dengan kelamin berbeda lahir dengan satu tarikan nafas.
"Ohh dewa... hahaha. ada dua.. hahaha" Semua orang di kamar sibuk membersihkan bayi bayi baru lahir ini.Mereka tersenyum bahagia. Kelahiran yang lancar dan terkendali. Jadi ketika dua nenek keluar dengan dua bayi di gendong masing masing semua orang yang ada di luar terkejut.
"Hah.apa yang dua? "kakek sun terkejut tapi senang. Sekarang ada dua anak sun yat. Ranting nya makin rimbun.
"Lanlan punya dua bayi.Hahaha bayi naga dan phonix haha" nenek segera membawa bayi yang telah di bersihkan pada kakek sun di sisi lain sun Yat yang hampir menangis bahagia. Tapi di sisi lain sun Qie tersenyum masam. Hati nya penuh iri dan dendam.
"Dua ya.. hehehe lain tahun aku pasti bikin tiga bayi sekaligus, huh"
__ADS_1