
Sun Zie dan Sun Yat berdiri di depan pintu kamar pribadi Lanlan.Kedua nya tidak memiliki perasaan yang sama.Sun Yat ingat bagaimana parahnya kondisi Lanlan jika kakak nya sudah mengambil alih.Ada beberapa jejak kebiruan di sekujur tubuh kecil Lanlan dan dia terkadang tidak bisa bangun di pagi hari juga pasti melewati waktu sarapan pagi.Seharusnya kakak pertama tidak perlu begitu kasar, dia hanya perlu 'berhemat' sedikit.
Di sisi Sun Yat, dia lebih menghawatirkan kehamilan Lanlan yang sudah masuk bulan ke tujuh.Dia begitu senang bisa menjadi ayah secara 'pribadi'.Demi buah hati, dia bahkan berlaku hati hati ketika ingin daging. Bahkan tidak malu bertanya pada dokter, posisi apa yang tidak melukai janin nya.
Mereka adalah hal yang paling berharga jadi harus di lindungi sejak awal.Inilah yang selalu harus di lakukan oleh seorang ayah dan dia bersikap sebaik mungkin untuk tidak serakah tapi kakak lelaki nya berbeda, dia terkadang acuh bahkan terkesan tidak peduli jika menyangkut urusan makan daging.
Sun Qie terkadang ingin bertanya dengan mantan kakak ipar, apa dia memang sosok yang rakus sejak dulu. Ohh mungkin juga mantan kakak ipar kabur karena tidak tahan di makan bersih setiap malam.Ckckck.
Beberapa pernikahan dengan istri bersama selalu mempunyai masalah yang sama, mereka tidak dapat memastikan ayah biologis seorang anak. Hanya memberikan nama tidak penting, seperti Ayah pertama, Ayah ke dua dan seterusnya. Tapi Dengan Lanlan mereka bahkan bisa tau dengan tepat dan yakin jadi tidak perlu berebut pengakuan pada anak yang salah.
Bagaimana Sun Qie tidak sakit hati dia mendengar suara Lanlan semakin tipis dari waktu ke waktu, Ini luh mirip dengan suara kucing kecil yang menyedihkan.Kakak pertama ..kasihani lah putra ku..
Di Dalam kamar pribadi nya, kondisi Lanlan sama seperti seorang pesakit di meja operasi.Tidak berdaya menolak tapi sedikit khuatir dengan kondisi kehamilan nya.Serba salah...
Jika bukan suami, Lanlan dengan mudah bisa kabur ke ruang ajaib nya.Dia wanita tapi tidak lemah, hanya ingin mengikuti pergerakan zaman.Kebetulan sekali, zaman ini adalah sebuah kebiasaan membuka harem.
Ada lelaki yang memiliki dua istri dan empat selir. Namun ada juga wanita dengan tiga atau empat suami sekali gus. Yang pasti posisi wanita yang paling tidak di untungkan.
Jika menjadi istri dengan tambahan selir, maka akan ada perang tidak berkesudahan fi kamar belakang dan itu terkadang berlanjut sampai ke anak anaknya.
Jika posisi nya seperti Lanlan, juga tidak bagus. Mereka harus bekerja di dapur dan di Ladang di siang hari juga harus melayani beberapa suami di malam hari.Hanya sedikit orang yang mau bergilir hari selebihnya mereka tidak ambil pusing dengan itu. Sama seperti antrian di meja kasir.Dengan kondisi ini banyak wanita yang memilih kabur atau bunuh diri karena tidak tahan.
__ADS_1
Tapi Lanlan berbeda, dia mendapatkan waktu giliran yang tetap untuk setiap suami.Bahkan suami suaminya menghormati dan menghargai dirinya selayaknya istri resmi lainnya. kedepannya dia bahkan tidak akan melihat selir dan anak anak dari selir lain.
Lagi pula Lanlan selalu menyukai "servis" para suami. Ada perbedaan yang nyata di setiap layanannya.Seperti jika kita makan dengan menu yang berbeda setiap minggunya.
Tapi sekarang tidak ada yang tersisa pada Lanlan, ini... enak tapi melelahkan?Dasar serakah tingkat tujuh belas!!!
Satu putaran?
Bajingan busuk, satu putaran sudah lebih dari satu jam
Lanlan seperti di lempar dari neraka ke surga lalu ke neraka dan balik ke surga lagi begitu seterusnya. Ini... kapan berakhir nya... ahhh. uhhh
Tolong,. berhenti.. ahhh.. stttt. berhenti.. cukup.. ahh. ahhh.. ooh..
"Kakak pertama, ganasnya! "Seru Sun Yat, dia ingin belajar banyak dari kakak pertama nya. Kagum..
Sun Qie ????
Bingung mau ngapain, Sun Qie berlari ke kamar orang tua nya.Dia mengetuk pintu dengan tidak sabar.Ketika pintu di buka, ibu ingin bertanya ada apa tapi Sun Qie. menarik nya dengan cepat.
Semula ibu akan marah tapi ketika dia berdiri di pintu dan mendengar suara kotor dia mengerti bahkan merinding dan tidak nyaman sama sekali. Anak pertama... ckckck
__ADS_1
Ketika tidak ada lagi suara, pintu di ketik pelan dan ibu berkata. "Zie 'er, keluar sebentar nak? "Panggil ibu pelan. Dan ini adalah panggilan yang ketiga kalinya.
Sun Zie yang baru berbaring ingin istirahat mendengar itu dan bangun dengan malas.Dia melirik Lanlan yang lemah di kang. Pemandangan yang selalu dia impikan sejak dalam pelarian. Putri Lanniang yang pasrah tanpa sehelai benang tapi perut buncit nya tidak masuk hitungan. Ohh memikirkan kan ini, tiang bendera tegak lagi. Seperti nya dua belum sepenuhnya kenyang.
"Jangan pakai pakaian mu dulu,aku ingin tambah satu putaran lagi, tunggu di sini"ucapnya pada Lanlan yang bahkan tidak bisa mengangkat tangan nya. Dengan kata lain Lanlan akan melihat surga dan neraka lagi dalam lima menit.Lanlan tidak menjawab hanya menarik botol air panas dan meneguk nya dengan rakus.
Ketika pintu di buka dia melihat ibunya yang melotot tak jelas. Seperti nya dia telah membuat kesalahan yang tidak termaafkan.
Tiba tiba...
Kriett...
Telinga nya di pelintir keras,jantung Sun Zie berdebar keras.Dia seperti anak enam tahun yang kedapatan mencuri dan di marahi ibu ketika dia kecil dulu.
"Ibu.. ibu ini ada apa? "Telinga nya memerah karena di tarik. Tapi dia tidak tau salahnya di mana.
"Ada apa-apa, apa kau bilang? ingin tambah? Tidur di kamar mu, jangan kembali ke kamar Lanlan"Ibu menarik telinga nya dengan berjalan cepat ke kamar khusus Sun Zie.
Jika bawahan nya melihat ini pasti mereka muntah darah. Seorang Jenderal besar yang gagah berani menumpas kan pemberontakan dengan mudah kalah di tangan wanita tua.
Dengan ringan Sun Zie yang katanya perkasa di lempar kan ke kamar dan pintu kamar bahkan di kunci dari luar. Seketika Sun Zie merinding, orang yang di takut kan nya bukan harimau ataupun kaisar tapi...
__ADS_1
jangan remehkan kekuatan emak emak, baik!!!