
Di pagi hari dalam keadaan yang masih gelap empat orang lelaki kuat dalam keluarga lanlan berangkat pergi menuju ke bukit lapin.
Lanlan beserta keluarga yang lain melihat dari pintu depan.Bagaimana mereka pergi lebih awal, berharap perjalanan bisa aman dan damai.
Perjalanan mereka kali ini diiringi oleh rombongan pengawal yang besar jadi tidak ada kekhawatiran lagi dari pihak lanlan. Tanpa mereka tahu hampir lima orang budak telah berangkat tadi malam menggunakan beberapa gerbong besar.
Mereka diperkirakan akan sampai beberapa hari setelah rombongan pertama pergi.Jika anda bepergian ke bukit lapin menggunakan kuda cepat, maka rombongan anda akan sampai ke sana dalam kurun waktu satu bulan. Namun dengan kilat, mereka bisa memotong jarak hanya satu minggu lebih cepat.
Selain itu beberapa kuda harus diganti di tengah jalan namun berbeda dengan kuda kilat,dia bahkan tidak perlu istirahat sama sekali.Staminanya luar biasa, hanya beri tiga empat buah apel,maka dia akan bergerak lagi. Kilat memang berbeda dari kuda-kuda yang lain. Para prajurit sungguh ingin menukar kilat dengan satu kantong penuh kepingan emas.
Dalam perjalanan ini ada sesuatu yang istimewa dan sungguh tidak biasa. Dalam perjalanan ini Kaisar sendiri memberikan mandat kepada jenderal tian untuk mengawal kelompok ini sampai ke bukit lapin.
Masalah ini tidak diketahui oleh kelompok sun sampai lah mereka berhenti di jalan untuk memberi makan kilat.Dari pengawal mereka tahu bahwa ada Kaisar besar yang melakukan pengawalan ini.Jadi mereka sungguh amat terharu di atas kemurahan hati.
"Ayah apa sebaiknya kita bertemu jendral tian itu sebentar, tidak enak rasanya jika tidak menyapa? " Mereka seharusnya bertemu langsung dan berterima kasih tapi apa benar harus ragu begitu saja. Rasanya memang tidak baik.
"Ah.. tapi apa kita pantas? kita orang kecil nak, jangan sampai menyinggung orang besar.Pekerjaannya tidak mudah sama sekali"
Selain orang rombongan ini juga menguras langsung gudang belakang.Dengan ratusan orang di harap kan masih akan cukup sebelum lanlan tiba. Bisa di bayangkan bagaimana sulitnya perjalanan ini.Jangan pergi tanpa perbekalan yang cukup.
Jika tidak salah, kelompok lanlan akan menyusul dua minggu lagi.Yang artinya satu minggu lebih lambat dari para budak. Karena membawa bayi dan orang tua bisa di perkiraan perjalanan akan lebih lambat.Mungkin mereka akan bertemu satu bulan ke depan.
__ADS_1
Dermawan pasti masih menambah persediaan tapi bila tanpa lanlan itu mungkin tidak terjadi. Mereka harus bisa menghemat sumber makanan ini sebelum pasokan di tambah kemudian. Jika begitu rumit maka jangan ganggu sang Jendral.
Dua paman berbeda dengan mereka ayah dan anak.Mereka berbalik ke prajurit untuk bertanya kabar tentang tempramen sang Jendral.
"Jendral tian orang yang baik setau saya, dia baru setahun belakangan ini menjabat sebagai jendral. Kabarnya dia orang kanannya Kaisar sekarang.Begitu Kaisar baru naik jadi dia memanjat ke jendral besar"
"Jadi dia sebenarnya orang baru?"
"Ya saya juga tidak pernah mendengar di mana dia bertugas sebelum nya.Tapi sejak dia menjabat, banyak kemenangan untuk Kaisar berasal dari dia.Semua prajurit senang bekerja di bawah nya. Dia selalu punya rencana yang bisa menghindari korban di medan perang"
"Seperti nya dia memang orang yang baik ya? "Paman pertama masih menggali lagi lebih dalam. Lagipula perjalanan masih panjang mereka perlu topik untuk di bicarakan.
"Hohoho itu tentu sekali.Mati di medan perang adalah wajar. Tapi katakan siapa yang ingin mati muda.Meski pun dia selalu menang dengan strategi tapi juga selalu kembali dengan dengan personil lengkap.Hanya beberapa kali pihak kami memiliki korban dan itu sudah bagus. Taukah anda kalau prajurit yang masuk ke kelompok jendral tian merasa memiliki jaminan untuk hidup"
"Hahaha itu juga benar hahaha" kata prajurit itu senang tapi dua paman berpikir lain. Apa mereka tidak malu menang dalam cara tidak jantan. Lelaki dengan beberapa bekas luka di tubuhnya akan di kira seksi bagi banyak wanita muda dan mereka juga akan lebih di sukai oleh banyak petinggi negara. Tapi ini hanya kembali pada pemikiran setelah individu.
"Apa dia sudah punya istri? "
"Belum tapi kudengar dia juga akan menikah tahun depan dengan putri mentri Gu"
"Oh.. sudah tunangan rupa nya?" Dua paman menggangguk kan kepala mengerti namun sebenarnya tidak mengerti juga.Tapi di desa lelaki dengan usia yang sama sudah memiliki beberapa putra dan putri jadi jendral tian ini bisa di katakan terlambat. Mungkin karena pertempuran dua pangeran dia belum melangkah jauh, sekarang keadaan aman jadi sudah ada waktu untuk membentuk sebuah keluarga kecil.
__ADS_1
"Jenderal tian selalu memikirkan prajuritnya. Dia banyak menghabiskan waktu di barak.Setau saya dia orang tapi tanpa keluarga jadi dia lebih menghargai nyawa meskipun itu nyawa prajurit kecil" sambung nya bangga.
Prajurit ini menyelesaikan makan siangnya dengan cepat. Perjalanan masih harus di lanjutkan lagi.Jika sampai di kota lain mereka juga harus mengganti kuda.Beberapa gerbong harus di jaga dengan ketat. Meskipun sekarang sudah lebih baik tapi masih ada perampok yang lahir dari kelaparan akut.
"Ohh bagus,kita berangkat sekarang "
"Kami harus pergi, mari lanjutkan ketika makan malam"
"Apa kita masih akan berjalan di malam hari?"
"Apa kuda kalian masih kuat, kalian belum berganti kuda di tempat sebelum nya kan? "
"Kuda kilat kami tidak apa apa, dia mampu berlari tanpa istirahat dalam satu minggu"
"Sebenarnya di mana kalian menemukan ku damba bagus ini.Dengan kekuatan yang dia milik, sangat bagus jika di gunakan oleh jendral kami" dengusnya iri.
Prajurit ini seperti bisa membayangkan jendral besar itu berlarian di medan perang dengan kuda besar hitam berkilat ini.Jendral yang gagah, masih cukup muda dengan tempramen bagus duduk di atas kuda besar yang juga gagah, bukan kan ini cocok.
"Hahaha seharusnya begitu tapi kami tidak punya andil di dalamnya "
"Tidak tidak aku hanya bercanda, tidak serius hahaha"
__ADS_1
Percakapan mereka berhenti ketika masing-masing. mereka bergerak kembali.Para prajurit melihat lihat dulu barang barang bawaan sebelum naik. ke kuda masing-masing.Sementara dua paman kembali ke gerbong dengan kuda kilat.
Mereka kembali ke jalan melanjutkan perjalanan dengan seorang jenderal gagah di depan nya.Sebenarnya jendral ini akan menolak. menerima. misi yang di anggap remeh ini.Seorang jenderal besar di arahkan untuk menjadi pengawal bagi para orang kecil ini.Tapi menolak tidak mungkin karena perintah di dapat langsung dari Kaisar.Jendral tidak bisa menolak walaupun dia mau.Ini sebenarnya misi yang memalukan bagi seorang jenderal tian.Memalukan.....