
Ketika waktu berlalu tanpa di sadari, kandungan lanlan sudah mendekati batas nya.Dia hanya menunggu hari hari untuk melahirkan.Ini waktu yang cukup mendebarkan bagi lanlan.
Dalam dua kehidupan nya ini lah pertama kali dia mengalami hal ini.Jadi lanlan pelan pelan mencoba mengingat beberapa tutorial melahirkan yang pernah dia lihat dulu di internet.
Bagaimana cara menarik nafas dan sebagainya.Meskipun belum berpengalaman tapi dia rau wanita perlu kesabaran atas rasa sakit dan juga kekuatan eksra.Lanlan selalu menyisihkan sebotol air surgawi di sisi. Jika merasa kan sesuatu dia bisa minum kapan saja. Pengaruh air surgawi untuk kesehatan pasti bagus untuk melahirkan nanti.
Di sisi lain negara sedang bergejolak.Tanpa lanlan tau kaisar sudah mangkat dan kaisar baru segera di lantik.Kaisar baru ini adalah Putra Mahkota.Seorang pangeran yang katanya tidak pernah turun ke medan perang sama sekali.
Pihak pemberontak makin kejam dan membabi buta namun segera di hapuskan dalam kurun waktu satu bulan.
Para prajurit dari Kaisar baru tidak bisa melawan akibat kekurangan pasokan makanan. Namun karena pasokan bahan mulai bisa di atasi dari gubenur kota Xi, prajurit kembali masuk ke medan perang dengan perut terisi.
Kemampuan lanlan menyediakan seratus ton beras, seratus tun gandum dan seratus ton kentang juga seratus Ton jagung dan lebih dua seratus ton ubi jalar perhari sangat membantu sekali. Belum lagi ketersediaan minyak gula dan beberapa rempah lain yang selalu ada di gudang. Lahi lanlan memang hanya sebesar itu tapi hasil setiap klali panen sama dengan dua pulih hektare tanah sekaligus. Apalagi dengan kemampuan panen dua kali sehari. Hasilnya sungguh mencengangkan.
Kemampuan gubenur kota untuk mendistribusikan nya juga bisa di acungin jempol. Dia menjadwalkan satu kota berbeda setiap harinya.Pada hari ke tiga dan ke enam adalah hari gratis untuk para prajurit yang datang khusus untuk mengambil alih secara pribadi.
Sebagai sumbangan pribadi adalah ubi jalar mentah sebesar satu kilo perkepala bagi pengungsi di depan gerbang. Meskipun rakyat tidak bisa masuk gerbang masih mendapatkan ubi jalar mentah juga sudah bagus. Lagi pula masih ada beberapa ponApalagi anak anak juga masih dihitung. Saat hari di mana kulit kayu di rebus,bubur ubi jalar masih cukup baik. Mereka masih bersyukur dan mendoakan gubenur kota setiap kali ubi jalar di kirim.
"Semoga gubenur makin sukses.. horeee"seorang kakek berterimakasih untuk beberapa kg ubi jalar dan beberapa pon gula merah di tangan nya.Di samping nya ada istri dan beberapa putra lagi juga dengan ubi jalar yang gemuk. Mereka sudah lama tidak makan secara layak. Mendapatkan Ubi jalar dan gula merah membuat mereka ingin menangis bahagia.
__ADS_1
"Gubenur Kota.. semoga panjang umur.. horeee"Tiba-tiba beberapa orang berseru keras berharap besok masih akan dapat ubi jalar lagi hingga dia bersemangat.
"Gubenur kota.. makin kaya.. Horeee"
"Hidup gubernur kota .. horeeee"
"Hidup gubenur kota.. horeeee"
"Gubenur makin sukses makin kaya.. horeeee"Suara bergema di mana mana.Pada akhir banyak api di lapangan. Ada yang memasak nya menjadi bubur manis ada pula yang hanya membakar nya secara langsung.
Kabar pembagian ubi jalar dan gula merah secara gratis di pintu gerbang kota Xi membuat orang orang yang sebelumnya bertebaran di mana mana jadi bersemangat untuk berkumpul di sana. Mereka datang dari berbagai kalangan. Meskipun tidak mungkin dapat masuk ke kota tapi jaminan dapat pembagian gratis sudah cukup bagi orang yang kelaparan.
Setiap hari bahan makanan selalu rutin di angkut dari kediaman Sun. Bahan bahan ini bergerak ke penjuru negri tanpa lanlan tau.Bahkan keluarga sun juga tidak tau hal ini.Yang mereka tau adalah bahan makanan di gudang selalu habis dengan jumlah kepingan emas yang rutin setiap hari nya.
Ketika mereka hidup dalam ketenangan dan kedamaian namun di luar tidak begitu sebenarnya.Banyak mentri yang bertanya tanya siapa dan bagaimana bahan di dapat kan.Mereka serakah ingin memonopoli segalanya dengan rakus.Ketika identitas keluarga sun sudah masuk ke administrasi negara segera masalah ini di angkat pada rapat istana dipagi hari.
Suatu hari ketika pertemuan pagi di aula istana negara. Mereka mendesak seorang Menteri untuk turun dan melakukan inspeksi mendadak dan bertugas mengambil alih bahan makanan langsung dari pihak Sun.
Namun yang tidak terduga, kaisar menolak mentah mentah ide ini. Kaisar baru masih lah seorang lelaki muda yang gagah. Meskipun tidak pernah turun ke kancah peperangan namun dia adalah orang yang memakai strategi. Tidak buruk untuk bekerja di belakang meja.
__ADS_1
Pada akhirnya para menteri di larang keras memikirkan monopoli beras sun. Siapa pun yang melanggar akan di hukum mati dengan tujuh keturunan.Para mentri langsung mundur tak berjejak. Meskipun mereka tidak puas tapi mati tanpa meninggalkan bibit sungguh mengerikan.
Setelah rapat pagi bubar, kaisar muda segera pergi ke kamar bacanya.Dia masuk dan duduk di meja dengan anggun dan berwibawa.
Mata nya yang besar dan bulat kembali terpaku pada lembaran surat yang dia terima beberapa minggu ini. Kembali jari jari ramping nya membuka lembaran lembaran yang agak kusut itu. Dia membacanya dalam hati dengan senyum kecil yang langka.
Sebuah surat yang membuat dia memblokir pemikiran para menteri yang egois. Surat dari seorang bocah kecil.
Di surat nya dia berbicara tentang kebaikan keluarga Sun terlebih lagi kepintaran seorang wanita desa dalam mendorong keluarga miskin menjadi keluarga dengan status baru.
Beberapa surat bahkan menulis tentang kebijakan negara yang bersifat rahasia.Anak itu berpikir lebih luas setelah mengalami keadaan hidup dan mati. Dia berubah dari bangsawan dengan ideologi kenegaraan menjadi sosok yang berusaha mengenal rakyat dari dekat.Dia bahkan berani mengkritik beberapa kebijakan Kaisar terdahulu yang menurutnya tidak relevan untuk rakyat. Katanya pajak negara harusnya di tulis ulang agar kemakmuran dapat di rasa secara merata. Betapa naif nya pemikiran itu. Dia masih bocah padahal sudah begitu besar...
"Berikan surat ini padanya" Kaisar menyerahkan sepucuk surat balasan pada kasim pendamping.Kasim segera menundukkan kepala dan bergerak pelan ke depan dengan hormat. Dia mengambil surat itu dengan hari hati seakan-akan itu emas yang langka.
"Tuanku, apa pangeran akan kembali? "
"Tidak dia menolak untuk pulang"
"Tapi kenapa yang mulia? "
__ADS_1
"Pangeran ku menemukan rumah yang lebih baik, dia bahagia jadi biarkan saja. Ketika semua aman baru kita akan menjemputnya.Untuk sekarang semua ini harus di rahasiakan dulu" Kaisar muda menghela nafas.Dia seharusnya ikut senang karena putra nya masih hidup tapi keengganan nya untuk pulang membuat dia sakit hati.