Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
A long


__ADS_3

Semakin lama perut lanlan semakin besar, dia sekarang berubah menjadi ratu. Apa apa tinggal bilang.Seperti sekarang ini dia hanya berbaring di ranjang di samping sun yat yang sedang menjahit baju bayi.


Hohoho, sun yat benar benar bagis dalam pekerjaan rumah.Sejak berpisah dari keluarga lan, dia benar benar mengambil alih semua pekerjaan rumah tangga.Memasak di dapur dari bikin sarapan, makan siang dan makan malam .


Ketika senggang dia bahkan memikirkan membuat beberapa baju baru untuk keluarga sun.Ada dua helai baju dengan kain berkelas untuk masing-masing orang. Bahkan dia bisa menyulam di bantu oleh nenek sun yang senang hati melakukan itu.


Sekarang tidak ada pekerjaan di sawah dan diadang. Bahkan mereka tidak memelihara babi atau pun ayam. Jadi ada banyak waktu luang sekarang.Menjahit sekarang menjadi hobinya tersendiri. Dengan uang yang tidak bisa di sebut kan nilainya ini, ada banyak kain yang bisa di beli. Dari kain kasa yang kasar sampai kain satin yang lembut.


Kali ini sun yat ingin membuat selimut kecil yang hangat dan beberapa popok bayi. Dia bersemangat ketika membuat nya. Dulu ketika kakak ipar hamil dengan sun lie ataupun sun dani dia hanya menonton tanpa membantu. Bukan apa apa, itu semua karena mereka tidak memiliki kain yang cukup dalam satu waktu


Sekarang ada banyak pilihan, sun yat bahkan berani menggigit lidah demi menuangkan ide ide yang terpendam. Ini anaknya sendiri, hasil karyanya jadi dia harus memiliki sesuatu yang spesial untuk anak itu.


Sun lie dan grup nya berdiri di pintu kamar ketika dua orang itu asik di dunia nya masing-masing.Seperti biasanya, dua aduk. kakak itu akan tidur siang. Mereka memiliki kebiasaan mengucapkan selamat tidur pada lanlan dan akan menerima ciuman hangat sebagai bonus. Kebiasaan bagis hanya saja, a long sedikit iri. Meski lanlan mengizinkan dirinya, memanggilnya ibu tetap saja ada celah yang tidak bisa di pisahkan.


"Sayang mau tidur siang? " ketiga nya mengangguk cepat. Saat ini lan Bao tidak mengikuti mereka.Lelaki kecil itu pastinya ada di kediaman lan di belakang. Dia tau kalau keluarga ini memiliki. kebiasaan ini jadi dia bersikap manis mengundurkan diro dengan beberapa alasan.


"Ya bu" mereka senang sekali dengan lanlan. Mendapatkan ciuman hangat dari nya adalah hal. hal yang fu nanti kan. Apalagi sejak kehilangan Sun Zie, mereka kini hanya bergantung pada lanlan selaku ibu meskipun hanya ibu tiri.


"Oh.. sayang ku, ayo sini, muahhh.. Dan 'er juga. muuuahh.Selamat siang sayang "


"Selamat siang ibu! " jawab mereka serempak. Mereka bergegas pergi ke kamar masing-masing.Tapi a long berhenti karena di panggil lanlan. dia segera melirik lanlan hari hati.

__ADS_1


"A long apa kau tidak mau ciuman tidur siang mu? "


"Ahh aku... aku tidak.. hemm. se.. selamat siang ibu"katanya ringan malu malu hingga dia tersipu sipu.


Lanlan mendarat kan satu ciuman tabu pada lelaki kecil itu. Sebenarnya memang masyarakat akan menganggap ini tabu karena lelaki yang berusia delapan tahun bahkan sudah memiliki tunangan.Mereka di anggap sudah dewasa tapi bagi lanlan mereka masih anak anak. Jadi dia tak peduli sama sekali. Along tiba tiba lari cepat setelah mendapatkan satu ciuman manis di pipinya. Dia malu.


Sejauh ini lanlan adalah wanita pertama yang mencium nya. Ibu kandung nya saja. mungkin sudah tidak melakukan itu sejak dia ingat.


Sampai di kamar nya, A long mulai merenung dan mengingat ingat seperti apa wajah ibu kandung nya dulu.


Mereka anak dan ibu, tapi mereka jarang sekali bertemu muka. Hanya ketika makan malam saja mereka bertemu. Itupun tidak ada kata kata hangat hanya kata kata formal seperti" apa kabar mu hari ini"atau apa. "kau menyukai hidangan malam ini"


A long mendesah malas, dia berbaring di ranjang sesekali memilin milin ujung bajunya. Baju berbahan brokat biru muda tanpa sulaman bagus tapi mampu menusuk hatinya sampai ke dalam. Baju ingin di jahit oleh paman sun yat sendiri atas. permintaan ibu lan. Katanya dia dan dua anak lain tidak berbeda sama sekali. Yang satu memiliki baju baru maka yang lain harus memiliki nya juga.


A long tidak pernah lupa kata kata terakhir ayahnya itu. Lupakan....


Lupakan dirimu...


Lupakan.. identitas mu...


Lupakan masa lalu mu...

__ADS_1


Lupakan..


Lupakan saja tanpa tersisa.... tapi..


Benar kan begitu mudah untuk lupa semua yang terjadi sejak dua membuka mata ke dunia ini. Benar kah ayah. Terkadang Along mengenang ayahnya dengan cara ini. Dia akan bertanya dan berusaha mengingat wajah ayahnya.


Ayah yang begitu jarang bertemu namun pada akhirnya menyerah kan nyawa untuk nya.Dia melindunginya di saat terakhir. Tidak ada umpatan dan keluh kesah tapi hanya senyuman dengan menahan sakit di sertai darah di sudut bibirnya.


"Putra ku.. hidup..dan... lupakan..saja semua nya" dia masih tersenyum. Dia ayah ku ayah kandung ku yang mencintai ku sampai akhir.


Masih harus aku lupa tentang dia, tentang ayah yang menumpahkan darah nya ke bumi demi diri nya tapi di minta untuk lupakan..


Keluarga Sun adalah keluarga yang hangat. Mereka berusaha untuk hidup lebih baik dan lebih baik lagi. Mereka juga baik dengan dirinya tapi semua kehangatan itu hanya membuat dirinya ingat bagaimana suasana rumah yang berbanding terbalik.


Ayah memiliki tiga selir selain ibunya seorang istri utama.Ada banyak kamar di rumah. Semua orang memiliki kamar luas masing masing orang. Untuk individu masih ada sepuluh orang budak di belakang. A long lebih banyak menghabiskan waktu bersama para budak nya daripada dengan ibunya sendiri.


Ketika itu sang ibu selalu terlibat intrik-intrik di halaman belakang. Ibu kerap lupa keberadaan dirinya di sini. Apa yang di harapkan seorang ibu ketika dia mengandung dirinya.Apa hanya untuk status tanpa ada setitik kasih sayang. Bukan kah dia adalah daging yang jatuh dari tubuh nya. Kata ayah lelaki tidak boleh menangis tapi sekarang keinginan iyu tidak bisa di elakkan lagi.


Tiba tiba a long menangis pelan. Dia merindukan ibu. Ibu yang melahirkan nya ke dunia ini.Ibu yang...


Yang meninggal kan dirinya di saat saat sulit. Ibu kandung yang lupa dia ada di sisi tapi tetap memutuskan untuk pergi tanpa menoleh lagi. Ibu yang.... Akh..

__ADS_1


Kenapa ibuku tidak seperti ibu lanlan saja dia baik hati, hangat dan suka memeluk nya. Hanya di disaat sulit lah kita bisa mengenal siapa kawan dan siapa lawan. ibu lan orang asing tapi kenapa dia masih bersusah payah mengurus nya tidak berbeda dengan dua anak lainnya.


__ADS_2