
Dengan kepercayaan tinggi pada air surgawi, lanlan percaya kuda perang akan baik baik saja bahkan stamina nya akan meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya.
Ketika malam datang, semua orang makan sambil berbincang bincang tentang pemberontak bahkan pengungsi yang kelaparan. Malam ini tema debat bahkan lebih condong ke arah pemberontak yang menurut orang banyak perihal salah satu pangeran yang menginginkan tahta.
Sebenarnya pembicaraan ini adalah tabu tapi karena topik ini panas apalagi hanya keluarga yang ada maka mereka makin semangat saja seperti mereka tau akan arus politik, padahal hanya kotoran di kaki para penguasa.
"Kaisar memiliki ramai selir jadi tentu saja ramai anak, kenapa giliran anak berebut tahta jadi pusing sih"
"Kaisar adalah anak langit jadi wajar kalau semua orang ingin dekat apalagi para mentri yang memiliki putri cantik di rumah"
"Iya sih tapi beginilah resikonya, giliran susah kita yang di bawah duluan kena, coba giliran enak nya,siapa kita"
"Lanlan menurut mu bagaimana, apa pangeran pertama atau pangeran ke tujuh yang layak? "
"Hem , paman bertanya padaku? "
"Iya bagaimana? "
"Aku tak tau, dan tak mau tau. Siapa pun yang berkuasa kita tetap lah kaum petani dan pedagang.Bayar saja pajak dan selesai"
"Bibi kenapa kau tak peduli pada negara? bagaimana bisa bibi.Kita harus berkorban untuk Kaisar kan"tiba-tiba si bocah hilang yang kemudian di panggil dengan A long berbicara dengan lantang.Matanya seperti para prajurit yang terluka. Dia berbicara sampai berdiri dengan gemetar.
__ADS_1
Lanlan menduga identitas ayah tak biasa, mungkin seorang jenderal atau semacam nya.Dia masih muda tapi jelas telah di pupuk dengan ideologi tentang negara dari ayah nya. Apalagi ayahnya turut jadi korban belum lama ini.
"Bukan begitu A long, jangan marah, baik? " Lanlan berusaha keras agar anak ini bisa nyaman dalam kelompok namun entah bagaimana dia memiliki tembok yang sulit di pecahkan. Dia kerap menyendiri meskipun sun lie dan dua anak yang lain berusaha mendekati nya.
Tapi bagaimana pun sesekali dia mau menanggapi seperti halnya sekarang ini, dia seperti nya bersemangat tentang politik negara.
"Bibi lan, apa pendapat mu? " A long melihat bagaimana pendapat lanlan di pandang penting dalam kelompok ini. Terkadang dia berpikir bila dia seorang lelaki apa mungkin dia berbakat dan di angkat jadi mentri.
"Hemm.. kalau bibi .. hem begini ya Along, kalau bibi yang berkuasa bibi akan merombak beberapa peraturan lain. Salah satunya adalah Strata"
"Status, tapi kenapa? "
"Hahaha angan angan mu ketinggian lanlan. Sejak dulu negara berpegang teguh pada pajaknya, apa negara bisa berkembang tanpa pajak? "Semua tiba-tiba tertawa geli,tak pernah menyangka lanlan bisa berpikir begitu polos.
Sejak dulu negara menghasilkan uang melalui pajak.Semakin tinggi pangkat seseorang maka pajak akan semakin rendah.Makin rendah tingkat hidup seseorang maka pajak akan semakin tinggi. Perilaku ino membuat rakyat jelata termotivasi untuk maju dan bergabung dengan negara dan berkorban untuk negara.
"Lanlan kau terlalu naif hahaha"Orang orang tertawa rak terkecuali sun yat.Kali ini dia yang paling keras tertawa, lumayan buat hiburan. Lanlan tak peduli karena mereka tidak mengerti sama sekali.
"Jelaskan bibi? "Tanya A long tiba-tiba. Dia ingin tau pendapat lanlan pribadi tentang negara dan dia yakin pasti akan sama dengan dirinya yang seorang.......
"Oh benar kan kau mau tau A long? "Tanya lanlan, lelaki kecil itu mengangguk dengan penuh semangat.Lanlan tidak mau berbicara panjang tapi tidak menyerah untuk membicarakan nya.
__ADS_1
"Begini ya, setiap orang tanpa terkecuali akan di kenai kan pajak yang sama.Cuman hitungan nya yang berbeda. Contohnya tanah satu hektare akan di hitung satu perunggu. Kita memiliki tiga hektare jadi kita perlu membayar tiga perunggu setahun. Bila seseorang memiliki seratus hektare tanah entah itu mentri atau pengusaha jadi dia di kenakan seratus kali lipat nya, ada juga beberapa pajak lain seperti pajak usaha.Pajak jalan dan pajak lainnya yang bisa di serahkan pada negara sebagai kontribusi.Jadi negara akan untung rakyat pun akan makmur. Bila rakyat makmur dan bisa makam kenyang siapa yang akan memberontak, iya kan? "jelas nya.
"Tapi bibi peraturan sudah di buat sejak dulu tak bisa di ubah sesuka hati"Bantahnya tak senang.Memang benar kata orang, wanita tidak baik ikut campur urusan negara.
"Tadi kan bibi di tanya, sekarang ini lah jawaban nya.Lagian mengapa kita berbincang dengan sesuatu yang tidak mungkin sih. Sudah dulu,oh ya paman.Coba lihat ini" lanlan memikirkan ide ini sepanjang sore dan membuat gambar nya untuk di lihat paman pertama.
"Apa ini lanlan? "
"Ya ku pikir kita bisa membuat ini bila kuda itu selamat besok.Meskipun peluang berhasil nya agak tipis tapi wajib di coba.Bila gagal kita hanya harus kembali berjalan. Bagaimana paman? " Dia menyerahkan dua gambar kasar yang samar samar di ingat nya.Entah bisa ataupun tidak, serah kan saja pada orang lain.
"Kau benar sekali, lagi pula kita hanya menganggur tanpa berbuat apa-apa. Jadi papan ini.... Bukan nya terlalu berat ya. Apa bisa jalan? " Gambar yang di buat lanlan hanya lah gambaran sepintas lalu.
Paman pertama meminta ayah mertua sun yat dan paman ke tiga mendekat dan memberikan pendapat nya masing-masing.Sekarang dia juga menyukai yang namanya musyawarah.
Lanlan tidak bisa membuat barang apa pun tapi dia punya gambaran kasar tentang transportasi salju di masa depan. Hanya saja teknologi masih begitu jauh. Tapi jangan remehkan pemikiran orang dulu Mereka cukup tangguh dan pintar. Lemparkan sebuah ide kasar maka mereka akan menghaluskan dan memoleskan nya se demikiannya rupa.
Dunia modern selalu terpaut pada pengembangan dan teknologi namun dunia kuno adalah tentang penemuan asal mula. Mereka tidak bodoh hanya perlu motivasi agar menemukan jalur yang sesuai. Sama seperti kali ini, dua paman segera mengerti dan mencari solusi bersama sama.
" Ya kak kurasa kita perlu bikin versi kecil nya terlebih dulu.Kalau berhasil baru kita bikin yang besar"Kata paman ke tiga.Dia sedikit tak yakin tapi semua hal harus di coba.
"Begitu saja. Baiklah mari kita pelajari hal ini dulu. Besok kita akan memulai nya"Sun yat berkedip kedip tak mengerti. Dia lelaki tapi dia agak jauh dari kerja keras.Tapi jangan ragukan tenaga, jadi kali ini dia akan berpatisipasi penuh semangat meskipun percobaan ini akan jauh dari kata sukses.
__ADS_1