
Lebih dari setengah jam di habiskan oleh Sun Zie hanya di meja makan.Setelah itu di adi giring pergi ke kamar mandi.Kelengkapan mandi di kediaman resmi ini hampir menyamakan kamar mandi di era modern versi sederhana juka tidak bisa di bilang versi mewah.Masih menggunakan gayung tapi akan ada air panas jika di butuh kan.Lanlan juga membuat kan satu bak mandi ukuran besar di setiap kamar mandi.
Beberapa waktu lalu, Sun Zie secara pribadi menyukai kamar mandi jenis ini. Dia hampir mengagumi nya.Sayang sekali,batu marmer belum di temukan jadi lantai bak mandinya masih batu besar yang di pahat halus.Ini nyaman apalagi banyak sabun untuk membersihkan segala nya.Sun Zie sudah lama sekali tidak mandi jadi ketika dia bangun dari bak mandi,air sudah berubah warna menjadi hitam.
Hanya mandi tapi dua jam berlalu sejak itu.Ketika keluar dari kamar mandi, Sun Zie telah rapi kembali.Dia juga tidak lupa mencukur brewokan nya.Sekarang tampilan nya persis sama dengan jendral Tian hanya saja dia sedikit lebih nyaman berada di kediaman resmi ini.Hati nya berkata, inilah rumah ku.
Semua orang sudah menunggu nya di ruang utama.Ada ibu ayah dan saudara lelaki,Istri dan dua bayi.Dia duduk dengan nyaman di kursi kosong.
"Putra ku,bagaimana situasi nya" sejatinya ibu bertanya kepada tentang kabar kematian nya dari kota pusat.Ibu mertua Lanlan ini, meletakan sehelai surat yang di lirik Sun Zie tanpa menyentuh nya sama sekali.Sekali pandang dia tau apa isi dari surat itu.
"Aku tau,jenderal tian yang agung memang sudah gugur di medan perang, itu benar sekali"jawabnya singkat dan santai seolah olah sosok yang di bicara kan bukan lah dirinya melainkan orang lain.
"Jadi...
" Sun Zie kembali ke rumah, bukan kah kah itu bagus"dalam kata kata ada sesuatu yang dia tekan kan tapi beberapa orang tidak menangkap arti dari kata kata tadi.
"Yahh putra ku pulang ke rumah apa yang lebih baik dari ini, iyakan? "Ibu mertua menarik saputangan untuk menghapus kan air matanya lagi. Dia sudah menangis sejak awal tapi seperti nya ini belum akan berakhir.
Sun Zie memeluk wanita yang telah melahirkan nya itu,pelukan seorang ibu memang tempat paling nyaman di dunia. Dia merasa seperti kembali di usia anak anak lagi.
"Ibu, kali ini aku pulang tidak akan pergi kemana pun lagi bu"ucap nya sedih, matanya mulia berkabut.Lelaki ada waktu nya juga akan menumpahkan air mata, dia juga manusia.
" Ya ibu percaya itu nak, ibu percaya "
Mereka berbincang lagi untuk beberapa lama. Pada akhir nya dua bayi juga di bawa ke kamar mereka sendiri.Sekarang ruangan agak sunyi, hanya ada dua saudara dan Lanlan saja. Dengan alasan lelah Lanlan ingin pergi ke kamar pribadi nya tapi Sun Zie malah menepuk kursi di samping nya dengan isyarat agar Lanlan duduk di situ.
__ADS_1
Meski ragu tapi apa boleh buat, duduk saja cepat dan diam sampai akhir. Setelah Lanlan duduk di sisi nya, Sun Zie melingkar kan tangan nya di pinggang Lanlan. Tapi matanya tetap pada dua saudara yang berkeringat dingin.
"Cerita kan singkat dan padat"
"Kakak pertama,Bukit lapin aman terkendali, pemasukan bersih bulan lalu berkisar sepuluh sampai lima belas koin emas.Tidak ada lagi hehehe" jawab Sun Qie gusar. Orang ini menakutkan sekali.
"Ohh aku kau kak, aku menghasilkan Enam koin emas lebih sedikit bulan lalu tapi bulan ini belum di hitung. Mungkin bisa lebih bulan ini" Sun Yat berkata sambil menepuk dada dengan bangga, ingin mendapatkan sebuah pujian khusus.
"Baik,Huangdi?"Semua perbuatan Huangdi yang menyebabkan banyak masalah di masa lalu akan selalu di ingat. Jika bisa gantung dia du alun alun tapi jejak nya sulit di temukan. Sun Zie selalu mencari celah di jaln, siapa tau ketemu tapi hasilnya nihil.
" Kakak pertama, kami menemukan dia juga. Dia pernah jadi penghuni rumah abu abu dan hidup lebih baik dari orang orang,tapi kami menemukan dia dan mengambil nya untuk melayani lancahay.Kami membuat wajahnya buruk seumur hidup agar cocok dengan Lancahay yang cacat.Sekarang dia juga menanam padi di ladang. Di bukit lapin mereka tidak akan pernah mendapatkan gaji seperti budak lain"
"Lalu? "
"Paman ke tiga sekarang memiliki dua selir yang cantik. Bulan lalu Lanting juga menikah dengan budak bernama belakang Tong.Masih mantan sarjana muda" ucap Sun Yat antusias. Dia juga tidak lupa menceritakan kisah keluarga inti Sun yang sekarang adlah budak tanpa nama keluarga.Beberapa perkembangan dua anak Sun Lie dan Sun dani juga terdengar.
Dia diam tapi tangannya tidak, sejak awal tangannya ada di pinggang tapi entah sejak kapan terkadang tangannya meremas sedikit bokong nya yang bulat. Sekarang Lanlan di paksa duduk di pangkuan nya. Jadi dengan mudah lelaki itu menyentuh di sana sini dengan tidak wajar.
"Dua bayi siapa yang punya? " pertanyaan yang membuat Sun Yat diam tiba tiba. Tapi dia tidak kuasa mengelak hanya mengangkat tangan tanda pengakuan. Setelah itu menundukkan kepala nya dengan takut tapi Sun Zie tidak marah sam sekali
"Hemm,bagus juga ya, bisa cetak dua sekali gus. Jadi yang sekarang?"
"Itu itu aku kakak pertama, kami.....
Syn Qie tidak berpikir kakak pertama nya marah jadi dia tidak lagi menyembunyikan nya, malahbercerita tentang komitmen satu tahun alih alih satu minggu.Ini sebenarnya mengatakan kepemilikan nya sepanjang tahun.
__ADS_1
" Ohh aku absen dua tahun jadi? "tanya nya serius.
" Kakak itu tidak masuk hitungan kak.Masih tahun milik ku. Anakku belum lahir juga masih ada waktu jeda untuk menyusui"tangkas nya.
" Anakmu bisa menunggu tapi aku sudah lama tidak minum susu sekarang aku haus, siapa yang mau melarang aku minum? "
"Kakak pertama, bukan begitu juga kak, ini..
Sun Zie membelai rambut panjang Lanlan yang hitam seperti air terjun. Dari sini dia bisa mencium bau samar yang familiar dari tubuh Lanlan.
Tanpa malu Sun Zie di depan dua saudara lelaki, tangan besarnya menggenggam dua bulatan lembut di depan nya dan meremasnya kasar.Matanya sekarang hanya fokus pada tengkuk putih Lanlan yang menimbulkan sensasi ingin menggigitnya.
"Suami pertama,pergilah istirahat di kamar mu,masih banyak hari untuk ini"Lanlan di samping geli juga malu yang besar ketika tengkuk nya di gigit Sun Zie.
" Baik "bukan pergi sendiri tapi Lanlan juga di angkat di lengan nya yang kokoh.Lanlan menjerit takut dia melirik dua suami agar menolong nya.
" Kakak pertama, mengertilah dia.. dia sedang hamil besar kak " rayu Sun Qie prihatin. Sun Zie berhenti melangkah tapi memutar tubuhnya menghadap Sun Zie.
"Hanya sedikit daging mungkin satu putaran sudah cukup.Tidak akan sakit, aku jamin aku hanya mau minum susu, Anak mu belum butuh tapi aku perlu" Sun Zie tidak menyerah hanya menyeret Sun Yat bersama dengan berbagai kata cabul.
" Kakak pertama, dokter bilang.. bla.. bla.. bla... ! "sun Qie berbicara tanpa henti tapi Sun Zie juga seperti tidak peduli.Dia seperti nya menutup telinga.
Tapi sampai di pintu kamar, Begitu Sun Zie masuk pintu di tutup lagi dengan kasar.Sun Zie dan Sun Yat menempelkan telinga di pintu untuk mendengar kan sesuatu. Tapi setelah beberapa menit berlalu,hanya terdengar suara kain yang di robek dari luar dan suara penolakan lanlan yang makin lama seperti suara kucing yang menggigil.
"Gimana ini, oii kakak pertama, pelan pelan saja, baik, sisakan untuk besok"Teriak sun Yat keras.
__ADS_1
Sun Qie..???