Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Bujukan


__ADS_3

Setelah upacara penobatan selesai di lakukan, mereka sekeluarga segera beramah tamah dengan beberapa orang yang tidak mereka kenal.Menghabiskan waktu yang membosankan.Sun lie sebagai seorang Ratu tekan kembali ke kediaman resminya.Dia terlihat kelelahan karena melalui proses yang panjang selalu satu minggu lebih.


Kakek Sun cukup beruntung bisa menemukan beberapa mentri yang dia kenal.Mereka berbicara masalah yang tidak perlu ke mana mana.


Setelah menghabiskan waktu lama, pada akhirnya Lanlan dan keluarga besar nya pulang ke kediaman resmi Mentri Sun.Ada kegembiraan yang samar karena semua nya telah selesai tapi empat anak terlihat mengantuk berat.


Segera beberapa pelayan memindahkan ke empat nya di gerbong terpisah. Kereta kuda berjalan dengan cepat .


Tidak ada yang berbicara selain anak anak yang membuat sibuk Sun Dani sepanjang jalan.Kemeriahan ibu kota tiba tiba mengusir rasa kantuk.Mungkin karena anak anak terlalu lama berkurung di ruang angkasa, jadi mereka seperti orang desa yang pergi ke kota.


Ada banyak hal yang menarik di mata mereka. Selalu bertanya "Apa ini" dan Apa itu"


Di sepanjang jalan Sun Qie berjalan satu gerbong dengan Lanlan. Sun Zie masih di sibukkan dengan urusan istana Kekaisaran. Jadi dia tetap di sana.


Sun Qie ingin mengambil kesempatan ini untuk berbicara dari hati ke hati.Jangan sampai waktu memperburuk segala nya.


"Sayang... Apa kau masih marah? "Sun Qie sengaja mengenggam tangan Lanlan terlebih dulu. Takut Lanlan akan menolak untuk berbicara.


" Tidak "


"Sayang, maaf jika aku menyakiti mu, baik. Tapi aku sungguh tidak sengaja, hemn"katanya lembut. Dia ingat kata kata Sun Yat, jika Lanlan hanya keras di luar tapi lembut di dalam. Bujuk saja dia jika Lanlan sedang marah, pasti beres.


"Hehe, jika?"


"Jika? maksudnya? "Sun Qie tidak mengerti dengan kata"jika".jika saja dia tau.


"Tebak! " jawab Lanlan malas.


Jika itu terkadang bisa di sama kan dengan kata sederhana lainnya yaitu "Seandainya" Seandainya Sun Qie mau melawan kakak nya untuk Lanlan.Mungkin akan berbeda tapi itu tidak lebih dari kata "Seandainya"


Tapi jika dan seandainya adalah satu kata yang menyiratkan ketidaktahuan di masa lalu. Sebuah kata untuk penyesalan yang dangkal. Tapi Lanlan tidak suka seorang lelaki yang berlindung dengan kata kata "Jika".Ini justru akan menunjukkan ketidak berdayaan lelaki itu.


Dia bukan wanita lemah tetapi masih seorang wanita yang menginginkan pendamping hidup nya akan melindungi nya dari panas dan hujan


Lanlan punya tiga tidak ini adalah dua suami.Akan tetapi bukan saja tidak mampu melindungi nya tapi justru meletakkan nya di pinggir jurang.

__ADS_1


Di mata dua suaminya, dia tidak lebih hanya lah sebuah kebutuhan biologis.Sebuah menu yang di dapatkan hanya dengan menukar seekor babi kurus.


Lanlan selalu berpikir dia lebih beruntung karena memiliki tiga suami yang menyayangi nya. Tapi dia salah besar.


Ketika manusia di hadapkan pada posisi yang sulit, barulah kita tau dengan jelas apa nilai diri nya di mata seseorang itu.


Perilaku dua saudara jelas menampilkan bahwa dirinya tidak lebih penting dari pada barang alih alih istri yang berharga.


"Sayang? "Panggil Sun Qie cemas.Dia tidak pandai merayu orang.


"Jika saja aku bukan istri kalian!!" keluh Lanlan muram.


Jika saja dia datang tidak dalam kondisi telah bersuami maka ..


Jika saja dia bisa menolak tradisi aneh alih-alih menerima...


Jika saja dia memilih berpisah pada saat kelaparan itu terjadi.. .


Jika saja dia tidak beringkarnasi...


"Sayang, jangan marah baik, aku akan memarahi kakak nanti, bagaimana? "bujuk Sun Qie lagi, kakak pertama nya memang bisa membuat masalah tapi tidak bisa menyelesaikan nya.


"Apa kau bisa? "tantang Lanlan. Dia yakin Sun Qie lebih penurut pada kakak nya. Mana dia berani untuk melawan.Di hatinya tidak ada lanlan jika di bandingkan dengan saudara lelaki nya itu. Dia orang yang tidak penting.


"Hah, aku... aku.. ! " Sun Qie terkejut dengan pertanyaan itu, Tiba-tiba dia menyadari bahwa dia tidak akan pernah bisa melawan kata-kata kakak pertamanya.Jadi dia tidak bisa menjawab kata-kata lanlan itu.


"lelaki yang tidak bisa mempertahankan istrinya sendiri adalah lelaki paling pengecut "Kata Lanlan lagi,tapi itu hanya ditelan nya di dalam hati,dia tidak akan bisa menyinggung orang terlalu jauh.Bagaimanapun Sun Qie pernah ada di sudut hatinya yang paling dalam.


Tetapi dia sudah begitu kecewa. Tempat dia berlindung sebenarnya begitu rapuh sehingga bisa runtuh kapan pun. Meski itu hanya dengan sedikit dorongan kecil.


Sun Qie juga menyadari satu hal sekarang Lanlan tidak lagi menyebutkan kata " suami kedua" yang biasanya dia lakukan . Tidak lagi...


Apa yang harus di lakukan untuk membujuk lanlan. Jika saja masih ada Sun Yat, dia pintar dalam hal ini.


Tidak ada perbincangan lain setelah itu. Mereka berdua tenggelam di dalam pemikiran berbeda.

__ADS_1


Saat mereka sampai ke kediaman resmi, Sun Qie turun dari gerbong terlebih dahulu. Dia mengulurkan tangannya untuk Lanlan tapi Lanlan segera menolak dan memilih untuk turun sendiri.


Sun Qie kesal hingga dia menggaruk kepalanya dengan kasar dan berteriak "Ini bukan salah ku, ini salah kakak tertua"


Lanlan berhenti melangkah mendengar kata kata Sun Qie. Dia berbalik dan berkata sinis"Tidak mampu mempertahankan istri sendiri tapi kenapa harus menyalahkan orang lain"ucap lanlan lalu dia pergi lagi tanpa berpaling ke belakang.


Sun Qie terdiam hanya bisa melihat punggung Lanlan yang pergi menjauh.


"Sayang, ini benar-benar bukan salah ku"..


Sementara Lanlan tidak lagi ingin bersembunyi, dia harus menyelesaikan semua nya. Tapi langkah pertama adalah membicarakan semua nya pada dua lansia.


Paling tidak mereka berdua bisa mengerti, apalagi dengan ruang mereka akan lebih leluasa mengawasi anak anak meskipun telah pergi jauh.


Kebetulan dua lansia belum masuk ke kamar mereka. Mereka memilih masuk ke kamar anak-anak sebelumnya. Jadi Lanlan bertemu dengan mereka di depan pintu anak-anak dan meminta waktu untuk berbicara.


Keduanya tersenyum manis kepada Lanlan, akan tetapi beberapa waktu kemudian mereka wajah mereka berubah menjadi buruk.


Mereka tahu bahwa kesalahan yang dilakukan oleh dua putra mereka akan berakibat sangat fatal tapi mereka masih berharap agar lanlan berlembut hati,melupakan semuanya dan menjalani hidup seperti di masa yang lalu.


"Apa tidak bisa di pikirkan lagi, menantu perempuan? "kata nenek Sun sedih. Putra nya jelas mendapatkan seorang dewi sebagai istri tapi keberuntungan mereka hanya bisa sampai di sini. Salah kan diri sendiri , tuah ada tapi sial yang menanti..


"Ibu mertua, aku tau apa yang ada di pikiran kalian. Di dalam kehidupan ini, aku tidak akan mencari pasangan lain. Kami tidak akan bercerai tapi itu hanya lah sebuah formalitas.Kali ini aku akan berlari ke mana saja tanpa khawatir anak anak. Menikmati hidup tanpa adanya lelaki" Lanlan hanya bisa berkata demikian untuk menenangkan hati dua lansia. Tetapi dia juga tidak berpikir akan ada lelaki lain di masa depan.


Punya tiga suami dengan tiga karakter berbeda, dua sudah jera..


"Kapan pergi? " tanya kakek Sun yang lebih optimistis di bandingkan dengan istrinya.


"Secepatnya tapi sebelum itu aku ingin mengantarkan abu jenazah Sun Yat ke kampung halaman"


Ada satu tradisi di era ini ,jika seseorang itu meninggal, baik itu jasad utuh ataupun hanya abu, Mereka akan dikubur kan di kuburan leluhur . Menurut kepercayaan orang setempat roh orang yang meninggal ini tidak akan aman selagi jasad atau abunya tidak dikuburkan bersama dengan kuburan para leluhur . Kebetulan sekali kuburan leluhur terletak di desa Taoyuan, desa asal mereka.


Dua lansia ternyata melupakan masalah ini dan mereka baru menyadarinya sekarang. Mereka cukup beruntung jika lanlan masih ingat dengan tradisi lama, jadi mereka tidak menolak dengan ide ini. Sebaliknya mereka justru merencanakan kapan waktu yang tepat untuk pergi.


Adapun dua putra yang tersisa, lupakan saja.

__ADS_1


__ADS_2