Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Pulang


__ADS_3

Keluarga lanlan berjaga ketika hari masih gelap.Kopi dan teh masih panas ketika di hirup.Mereka menunggu matahari terbit dengan sabar sembari berbincang.


Lanlan telah menyelesaikan dokumen tentang lahan pekerjaan baru.Hanya perlu cap segel dan itu akan selesai.Mengikuti rencana, mereka akan pulang setelah menikmati matahari terbit.


Dua anak di paksa bangun dan di suguhkan segelas susu hangat agar melek.Di masa depan tidak tau kapan mereka akan menikmati kebersamaan ini lagi.Setelah ini mereka akan sibuk sepanjang hari dengan pekerjaan masing-masing.


Sementara ibu mertua dan sun yat sedang membuat beberapa masakan ringan untuk sarapan, lanlan malah duduk santai berbincang-bincang ringan dengan ayah mertua.Segelas kopi yang masih mengepul di genggam nya dengan erat. Cangkir kopi yang hangat di rambah cuaca yang sedikit dingin membuat hari tergerak. Apalagi suara burung pagar dan lintasan beberapa kelinci bodoh menghiasi suasana perbukitan.


Saat matahari makin naik, ada aura kasih yang memenangkan.Tidak ada yang lebih indah di bandingkan pemandangan matahari terbit di bukit lapin dengan pepohonan buah di selingi bunga bunga indah dari kejauhan.


Sari atas bukit dapat di lihat bagaimana pepohonan itu berbaris dengan nyaman dan tegak kokoh.Dia sisi lain ada barisan teh yang akan bisa di petik juka pekerja lepas masuk ke kota.


Pohon yang di budi dayakan di ruangan ajaibnya jelas berbeda dari pohon yang di semai di luar. Mereka tumbuh besar, kuat dan cepat berbuah.Buahnya di jamin manis empuk dan segar juga lebih besar dari aslinya. Tapi itu akan bisa di lihat beberapa bulan lagi, bukan sekarang.


Hanya saja efeknya sudah bisa di lihat dari padi dan gandum.Bukan itu saja, ikan kecil seperti belut di sawah juga berukuran tidak biasa dan di pastikan berkembang biak lebih banyak dan lebih cepat.Oleh karena nya itu juga akan berdaya jual tinggi.


Sedangkan teh dan kopi sudah bisa di produksi lebih awal.Meski pun belum bisa banyak tapi untuk acara pembukaan itu sudah lebih baik.


"Ibu.. ibu.. lihat matahari nya indah sekali"


"Ouuu ibu matahari kenapa begitu cantik? " Sun dani memiringkan kepala nya menatap heran pada matahari ini. Kenapa matahari ini tampak berbeda dengan matahari umumnya.Hanya saja dia memang tidak pernah melihat matahari terbit jelas saja dia tidak mengerti.

__ADS_1


"Hemm.sayang, matahari hanya berumur satu hari. Taukah kau saat ini, dia masih muda sama seperti batu kecil dan bintang kecil.Mereka indah dan menakjubkan. Nanti dia akan makin besar dan besar itu tandanya dia sudah dewasa hehehe" senang nya bisa berbohong dengan anak-anak.


"Ohh benar kah?Lalu dia akan tua dan mati? "Matahari akan tua seperti nenek dan kakek. Dan itu hanya satu hari saja. Matahari yang malang.


" Oh tidak sayang, sebenarnya ini adalah pekerjaannya. jadi dia harus datang setiap hari dan akan selalu begitu sampai kapan pun. Mengerti?"lanlan puas dengan jawaban nya sendiri. Pasti kan sun dani juga puas dengan jawaban ini.


"Tapi ibu, matahari nya sungguh malang.Dia harus bekerja selamanya dan tidak punya teman.Ohh matahari yang malang" kali ini sun lie bertanya juga. Dia penasaran dengan hasilnya. Apakah memang matahari begitu kesepian tanpa teman.


???


Lanlan segera berpikir mencari jawaban mudah.Jika anda menjelaskan secara ilmiah mereka juga tidak akan mengerti.


"Ohh jadi sama ya seperti kita kak. hahaha.Tapi bu..kalau matahari di Siang hari, bulan di malam hari jadi kapan mereka bisa bermain bersama sama, bu?"tanya sun dani lagi.


Dia dan kakak perempuan nya selalu bersama kemana saja. Tapi matahari dan kakak perempuan bulan masih harus berpisah. Mereka pasti ingin bermain juga sama seperti mereka berdua.Tapi matahari dan bulan tidak punya waktu untuk bermain.Kasihan sekali ckckck..


???


"Ini.. ini.. oh ya, ini sebelum matahari pergi bekerja.Bulan akan pulang di tengah malam dan di kala itu lah mereka bertemu dan bermain Sama seperti kakak perempuan dan Dani" jawab lanlan frustasi.Anak-anak penuh rasa ingin tau dan lanlan kewalahan memberikan alasan.


Ohh tapi bu.. matahari..

__ADS_1


"Ohh lihat saja keindahan nya, nanti kita tidak akan melihat ini lagiJadi lihat dan minum susu mu baik? " potong lanlan. Dia pusing. Sedangkan ayah mertua masih duduk santai di samping ibu mertua yang sesekali memijat bahu nya.


Dua suami juag sudah bersama dan akan sarapan sebentar lagi sebelum mereka kembali ke kediaman.


Anak-anak masih polos, tapi di usia ini anak-anak desa sudah begitu sensitif dan aktiv. Dua kakak adik i i akan sekolah di sekolah pencerahan jika sekolah sudah di buka. Lanlan hanya menunggu beberapa guru lagi dan perlu menyesuaikan waktu belajar nasional.Dan iru masih setengah tahun.


Hanya saja lanlan membuat pengecualian khusus tahun ini.Akan ada sekolah terbuka untuk para budak agar mereka memenuhi syarat tiga bulan lagi.


Sekolah di era ini hanya belajar syair, puisi dan melukis. Meski masih ada pelajaran militernya rapi di bukit lapin, lanlan akan memfokuskan diri untuk membuka sekolah kejuruan.Bukit lapin perlu budak yang bisa bekerja.


Nanti budak yang pintar bersyair dan sebagai nya akan di kirim ke luar kota untuk berkembang.Karena egois lanlan akan mengirim dua anak terlebih dahulu jika musim sekolah dimulai.


Sekarang mereka punya uang, jadi atur budak yang bertugas sebagai guru di rumah dan kirim mereka pergi beserta beberapa budak sebagai pendamping nya kelak.


Sambil melihat matahari yang kian meninggi, mereka sarapan dan berbincang hangat. Sementara itu beberapa gerbong khusus sudah tiba di kaki bukit menunggu dengan sabar.


Para penduduk desa di kaki bukit belum begitu ramai, tapi mereka tetap antusias berdiri di sisi jalan untuk melihat keberadaan sang penguasa bukit lapin, putri lanniang.


Mereka berdiri dengan sabar dan patuh, tapi di pinggir ladang padi yang menguning indah dengan bulir-bulir gemuknya,seorang lelaki bertanya satu berdiri dengan perasaan menyesal yang amat dalam.Dia mencengkeram ujung bajunya dengan erat. Hati nya teriris pedih tapi tidak berdaya malah tidak punya hak untuk bicara. Dia lelaki besar tapi masih menumpahkan air mata tanpa malu. Matanya memerah penuh rasa sesal yang tidak bisa di katakan.


Seandainya saja dulu tidak egois mungkin....

__ADS_1


__ADS_2